Kata Kunci
Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Jumat, 08 Maret 2019
0
Permintaan CPO Meningkat Tajam!
GABUNGAN Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) merilis ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya termasuk biodiesel Januari 2019 naik 4% dari Desember. Hal itu terjadi berkat permintaan global yang meningkat tajam. Dari negara-negara Afrika naik hingga 74%, Bangladesh 43%, AS 26%, Timur Tengah 13%, dan India 9%.
Naiknya permintaan dari India merupakan kabar yang sangat bagus. India importir minyak sawit terbesar di dunia, yang punya pengaruh signifikan terhadap keseimbangan fundamental di pasar minyak nabati global.
Selain itu, pemanfaatan CPO sebagai bahan baku biodiesel juga terus tumbuh, Januari naik 9% dibanding dengan Desember 2018 menjadi 552 ribu ton. Gapki menambahkan pemerintah tengah melakukan uji coba pencampuran B30, yang bisa meningkatkan penyerapan produksi minyak sawit. Dalam program B30, komposisi unsur nabati dinaikkan jadi 30% dari semula 20%. (CNBC-Indonesia, 1/3/2019)
Seiring meningkatnya permintaan global itu, harga CPO juga ikut membaik. Harga referensi produk minyak sawit mentah (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) untuk periode Maret 2019 sebesar 595,98 dolar AS/ton atau Rp8.343.720 dengan kurs Rp14.000/dolar AS. Harga tersebut menguat 5,41% dari periode Februari sebesar 565,40 dolar AS/ton atau Rp7.915.600.
Meski harga referensi Maret telah mencapai batas pengenaan pungutan 25 dolar AS/ton (570 dolar AS/ton), pemerintah masih memberlakukan pungutan 0 dolar AS/ton karena harga CPO global masih fluktuatif.
"Jadi harga ini tidak merefleksikan harga yang sebenarnya pada hari-hari terakhir ini," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution. "Jika pungutan berlaku sekarang, jangan sampai minggu depan dicabut lagi."
Pungutan ekspor, lanjut Darmin, perlu mempertimbangkan konsistensi harga dalam periode 2—3 bulan, agar ada kepastian bagi pengusaha perkebunan, petani, pedagang, pabrik, dan eksportir.
"Akan aneh sekali kalau nanti kena (pungutan), lalu enggak kena, kena, lalu enggak kena," ujar Darmin. Ia menambahkan Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) akan melakukan review setiap bulan untuk mengikuti perkembangan harga CPO.
Darmin akan meminta Menteri Keuangan merevisi PMK No 152/2018 yang menetapkan harga kena pungutan ekspor CPO agar bisa lebih adaptif. Antara lain, batas bawah harga dan memperpanjang periode untuk menentukan kontinuitas harga dalam menetapkan pungutan ekspor.
Terpenting, membaiknya referensi harga itu bisa dinikmati petani tepat waktu.***
Selanjutnya.....
Rabu, 06 Maret 2019
0
Grab Naik Daun Menjadi Decacorn!
PERUSAHAAN rintisan berbasis aplikasi online (start up) yang mencapai valuasi 1 miliar dolar AS disebut Unicorn. Di Indonesia ada sejumlah Unicorn yakni Lazada, Tokopedia, Go-Jek, Traveloka, dan Bukalapak. Sedang Grab yang bermarkas di Singapura, kini naik daun menjadi Decacorn, valuasinya lebih 10 miliar dolar AS.
Grab memulai perjalanan 2012 dengan aplikasi layanan Grab Taxi. Kini berkembang menjadi superapp, Grab melengkapi layanan dengan GrabBike, GrabFood, GrabExpress, GrabFresh, dan lainnya. Semua itu menjadikan Grab memimpin pasar Asia Tenggara, menjangkau 336 kota di delapan negara Asia Tenggara pada 2018. Aplikasinya diunduh lebih dari 138 juta kali.
Grab dipimpin oleh Anthony Tan, pendiri sekaligus chief executive officer (CEO). Sedangkan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Langkah Grab di Indonesia dimulai 2014. Kini setelah lima tahun, layanan Grab telah menjangkau 222 kota di Indonesia.
Artikel di laman fastcompany.com dikutip Kompas.com (28/2/2019) menyebut selama 2018 Grab berhasil mencatatkan pendapatan sebesar 1 miliar dolar AS dan mampu meraup dana segar lebih dari 3 juta dolar AS.
Berdasar laporan yang dikeluarkan Google dan Temasek pada November 2018, dalam tiga tahun terakhir perusahaan tersebut berhasil menarik investasi bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS. Jumlahnya diprediksi akan mencapai angka 28 miliar dolar AS pada 2025.
Seorang juru bicara Grab mengatakan investasi tersebut akan digunakan untuk pengembangan aplikasi Grab sebagai superapp dan melanjutkan investasi di Indonesia.
"Kami akan menggunakan investasi tersebut untuk mendukung visi Grab menjadi aplikasi super harian terkemuka di Asia Tenhgara, memperluas bisnis pengiriman makanan, pembayaran, dan layanan keuangan, sambil melanjutkan investasi kami di Indonesia," ujar juru bicara Grab.
Dengan semua capaian tersebut, tidak heran jika pada 2019 Grab berhasil menjadi start up Asia Tenggara pertama yang meraih status Decacorn.
Di sisi lain, Go-Jek sebagai rintisan usaha anak bangsa yang menjadi pesaing utama Grab di Indonesia, kini mengembangkan sayapnya di negara-negara Asia Tenggara. Akhir Juni 2018 Go-Jek telah meluncur di Vietnam dengan nama Go-Viet. Disusul di Thailand dengan nama GET. Selanjutnya, Go-Jek masuk Singapura dan Filipina.
Untuk perluasan investasinya di luar negeri, Go-Jek didukung para investor prestisius, seperti Astra Internasional, Warbung Pincus, KKR, Meifuan, Tencent, Google, dan Temasek.***
Selanjutnya.....
Selasa, 05 Maret 2019
0
Deflasi, Modal Masuk Rp63 Triliun!
FEBRUARI 2019 merupakan masa adem bagi bank sentral. Bulan itu terjadi deflasi 0,08%, bahkan khusus untuk kelompok bahan makanan yang terkait daya beli masyarakat lapisan terbawah, deflasinya tertinggi, 1,11%. Sementara pada akhir bulan itu, 28 Februari, modal asing yang masuk tercatat Rp63 triliun.
Dua hal itu, pengendalian inflasi dan arus modal, merupakan dua sisi yang kendalinya di tangan bank sentral, dalam hal ini Bank Indonesia (BI). Karena itu, wajar kalau suara Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo segar ketika menjelaskan hingga 28 Februari 2019 aliran modal asing yang masuk mencapai Rp63 triliun. Komposisinya, surat berharga negara Rp49,5 triliun, saham Rp12,6 triliun, dan sertifikat Bank Indonesia (SBI) Rp1,4 triliun.
"Ini jauh lebih tinggi dari aliran modal asing masuk periode yang sama 28 Februari 2018 hanya Rp6 triliun," jelas Perry. (detik-finance, 1/3/2019)
Menurut Perry, kondisi tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya yang terjadi pembalikan modal asing. "Jadi kalau tahun lalu sampai periode yang sama itu totalnya Rp6 triliun. Dahulu yang masuk ke SBN Rp12 triliun, tapi juga ada yang keluar di saham Rp7,4 triliun," ujarnya.
Ini terjadi karena dewasa ini kepercayaan investor mulai meningkat terhadap prospek ekonomi Indonesia. Investor juga menilai kebijakan-kebijakan yang ditempuh pemerintah dan BI hingga berbagai pihak. Serta bagaimana aspek pengembangan pasar itu menunjukkan bahwa kepercayaan sudah cukup bagus, jelasnya.
"Diharapkan aliran portofolio asing yang masuk akan terus berlanjut. Ini juga menunjukkan bahwa sesuai dengan perkiraan kita di kuartal I neraca pembayaran juga diperkirakan akan surplus," ujar Perry.
Sementara itu, terjadinya deflasi pada Februari 2019 dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS). Deflasi akibat penurunan harga bahan pangan, dengan kelompok bahan makanan mengalami deflasi 1,11%.
Tingkat inflasi tahun kalender (Januari—Februari) 2019 sebesar 0,24%. Sedang inflasi tahun ke tahun (Februari 2019 terhadap Februari 2018) sebesar 2,57%. Dari 82 kota IHK, 69 kota mengalami deflasi. (Kompas.com, 1/3/2019)
Luasnya wilayah deflasi mencerminkan kondusifnya perekonomian nasional di daerah-daerah. Sementara derasnya arus masuk modal asing, mencerminkan mantapnya kondisi makro dan fundamental ekonomi nasional. Semua itu juga bisa dinilai sebagai hasil keselarasan kinerja pemerintah dan BI, didukung semua komponen ekonomi nasional yang teraransemen secara harmonis.***
Selanjutnya.....
Senin, 04 Maret 2019
0
Catatan Kunjungan MUI ke Xinjiang!
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) beserta Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengunjungi Provinsi Daerah Otonom Uighur Xinjiang, Tiongkok, pekan lalu. Kunjungan itu memberikan perspektif dan harapan terkait kebebasan beribadah bagi muslim Uighur.
"Setelah kami lakukan kunjungan, mendengar, melihat, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal terutama dengan yang mengikuti kegiatan vokasi menyimpulkan antara lain, konstitusi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sangat sekuler, artinya memberi kebebasan kepada warga negara untuk beragama atau tidak," kata Ketua Bidang Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi. (detiknews, 28/2/2019)
Kedua, dia memisahkan antara agama dari masalah pemerintahan. Jadi agama itu masalah pribadi, urusan publik tak punya urusan dengan agama," tambahnya.
Selama di Tiongkok, delegasi Indonesia diberi kesempatan melakukan pertemuan dengan para tokoh ulama, tokoh masyarakat, serta kunjungan ke Xinjiang Islamic Institute serta beberapa masjid. Delegasi juga sempat mengunjungi balai latihan vokasi yang ada di Xinjiang.
"Balai latihan ini yang disinyalir sebagai kamp konsentrasi atau re-education," tutur Junaidi. Ia melihat sikap Pemerintah Tiongkok ini tak terlepas dari trauma peristiwa teror di negeri tersebut. Balai latihan itu berisi pria dan wanita yang disinyalir terpapar radikalisme.
"Secara garis besar dipahami bahwa konstitusi RRT itu sangat mudah disalahtafsirkan. Jadi umat Islam tak boleh mengamalkan agamanya dengan baik di ruang publik. Tidak diperkenankan pakai jilbab atau salat di ruang publik. Kalau ketahuan dimasukkan ke kelompok radikal, lalu dimasukkan ke kamp vokasi itu, dianggap tidak nasionalis," ujar Junaidi.
Balai latihan ini banyak diisi warga muslim Uighur. Mereka dilatih keterampilan. Fakta yang didapat, para peserta latihan memang tidak bisa beribadah secara bebas di ruang publik termasuk di balai latihan tersebut.
"Kalau orang puasa, salat, dianggap radikal. Mereka baru bisa salat, baca Alquran jika sudah pulang ke rumahnya. Masalah agama masalah pribadi, tidak boleh ditunjukkan di publik," ujarnya.
Atas semua itu, menurut dia, perlu pendekatan persuasif agar Pemerintah RRT bisa memberi ruang beribadah yang lebih baik bagi warga muslim negerinya. Selain itu, dia berharap lembaga keagamaan seperti China Islamic Association dilibatkan dalam memberikan tafsir “radikal”. Agar Pemerintah RRT tidak menggeneralisasi umat Islam yang menjalankan ibadah terkait “radikalisme”.***
Selanjutnya.....
Minggu, 03 Maret 2019
0
Di Depok, Ulat dan Lalat Olah Sampah Jadi Pupuk!
PEMROSESAN sampah organik menjadi pupuk kompos berkualitas tidak mesti lewat mesin di pabrik, tetapi juga secara biologis kerakusan ulat dan lalat dalam menggasak sampah. Inovasi di Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kota Depok, Jawa Barat, ulat maggot atau black soldier fly ditugasi mengolah sampah menjadi pupuk.
Salah satu UPS yang menggunakan metode ini yaitu UPS Merdeka 2 di Sukmajaya, Depok. Kepala UPS tersebut, Heryanto, mengatakan pihaknya mengembangkan ulat maggot untuk memproses sampah.
Maggot berkembang lewat metamorfosis dari fase telur menjadi larva dan menjadi ulat. Ulat pun berkembang menjadi lalat setelah diberi sampah organik. Lalat itu nanti direkayasa kawin secara alami dan bertelur. Setelah bertelur lalatnya mati. Siklus alamiahnya dimulai dari telur menetas jadi larva lagi. Lalat maggot mampu mengolah puluhan ton sampah organik dalam 15 hari.
Semua proses alamiah lalat maggot itu difasilitasi di UPS. Dari tempat lalat dikandangkan untuk kawin dan ditampung telurnya di ember. Setelah telur berubah menjadi larva dimasukkan ke bak sampah yang jadi makanan dan sarananya berkembang menjadi ulat yang ganas melahap sampah. Akhirnya ia berubah menjadi lalat dan menyelesaikan proses pembuatan sampah menjadi pupuk.
Selain untuk mengolah sampah, ulat maggot yang siap panen, menurut Heriyanto, juga bisa digunakan untuk pakan ternak, seperti ikan dan unggas. Juga bisa dijadikan pestisida alami dengan cara digiling dan diambil cairannya. Sisa penguraian sampah oleh maggot menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. (Kompas.com, 21/02/2019)
Pemerintah Kota Depok kini menyosialisasikan pengolahan sampah dengan ulat maggot ini ke warga kotanya. "Kami memanfaatkan warga dari pasar dan sebagian rumah tangga di Depok untuk memilah sampahnya sendiri," ujar Heriyanto.
"Kami telah meminjamkan ember sebagai wadah untuk nantinya masing-masing rumah tangga meletakkan sampah organik tersebut di wadah besar yang sudah kami pinjamkan," kata dia.
Warga yang memilah sampahnya sendiri dan menyerahkannya ke UPS dapat menukarkan itu dengan karung-karung berisi pupuk secara gratis. Sampah organik yang telah diolah itu merupakan pupuk yang sangat baik dan bisa dijual.
"Warga yang hendak minta pupuk dapat menukarnya dengan satu ember sampah organik ke UPS."
Jadi, proses mengolah sampah menjadi pupuk bukan semata kerja ulat dan lalat, melainkan juga rekayasa sosial membiasakan warga memilah sampah rumah tangganya. ***
Selanjutnya.....
Sabtu, 02 Maret 2019
0
Sri, Data Merupakan Tambang Baru!
DALAM Revolusi Industri 4.0, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, "Data is the new mining (Data merupakan tambang baru)!" Maksudnya, data adalah sumber daya yang sama berharganya dengan barang tambang. Siapa yang bisa mengendalikan data akan memenangkan persaingan.
Peran penting data dalam bisnis dan pengambilan keputusan disadari sejak kemunculan Revolusi Industri 4.0. Menurut Sri, revolusi ini memengaruhi kehidupan manusia hingga pekerjaan.
"Efeknya terhadap efisiensi menjadi luar biasa besar. Nilai tambah muncul dengan adanya Revolusi Industri 4.0 tersebut," ujar Sri Mulyani. (CNBC-Indonesia, 25/2/2019)
Dalam Revolusi Industri 4.0 muncul fenomena model bisnis consumer centric: konsumen jadi orientasi penyajian data dan bisnis. Demikian pentingnya arti data, berbagai institusi mengumpulkan data secara elektronik hingga membentuk Big Data untuk kebutuhan konsumen.
Hal itu terjadi setelah terjadinya perubahan dalam sistem komunikasi yang kini sedang berproses, yakni dari sistem komunikasi broadcasting—satu sumber atau media mendikte jutaan konsumen seperti media arus utama, menuju sistem broadband—jutaan sumber yang terangkai secara digital sebagai Big Data melayani seorang pelanggan (konsumen) seperti yang terus dikembangkan Google dalam sistem internet/media sosial.
"Karena semua pakai digital, pilihan-pilihan itu ter-capture, sehingga data real time. Saya tahu persis di mana orang pergi untuk beli baju. Baju kayak apa yang tren. Kita bisa minta data ke Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia," ujar Sri Mulyani.
"Ini tambang baru di dunia industri 4.0. Itulah kenapa data is the new mining. Dahulu orang menjadi kaya dari menguasai tambang minyak, emas, berlian. Sekarang orang bicara siapa orang terkaya dan lain-lain tidak something to dengan sumber daya alam," jelasnya.
Dalam perubahan menuju consumer centric di mana dalam sistem broadband setiap orang selaku konsumen dilayani jutaan situs penyuplai data untuk selanjutnya secara bebas pula ia bisa menggunakan data tersebut, semestinya setiap orang itu dilengkapi literasi capacity building. Suatu kapasitas pribadi yang sesuai dengan tuntutan fasilitas komunikasi yang menghampirinya. Jika kapasitas pribadi dengan sistem baru itu memadai, ia bisa menarik manfaat baik bagi dirinya maupun orang lain dan masyarakat.
Tapi, akibat kurang literasi, orang bisa “over-capacity” atas peranti sistemnya, kejeblos “galian tambang” ancaman penjara 6 tahun. ***
Selanjutnya.....
Jumat, 01 Maret 2019
0
Perang Dagang AS-RRT Mereda!
GENCATAN senjata perang dagang AS-RRT yang disepakati Trump-Xi Jinping di KTT G-20 Argentina sebenarnya berakhir 28 Februari 2019. Seharusnya tarif tinggi atas barang Tiongkok di AS berlaku lagi 1 Maret. Namun, Senin (25/2) Trump mencuit di Twitter menunda berlakunya itu karena ada kemajuan dalam perundingan dagang kedua negara.
Hal senada juga disampaikan pihak Tiongkok. Kantor berita resmi Tiongkok Xinhua pada hari yang sama dikutip Reuters menyatakan AS dan Tiongkok telah membuat kemajuan substansial terkait beberapa isu spesifik dalam putaran terakhir perundingan dagang.
Laporan itu mengutip delegasi Tiongkok yang mengikuti proses perundingan di Washington sepanjang pekan lalu hingga hari Minggu. Xinhua tak menyebut detail hasil perundingan.
Dalam kicauannya di Twitter, Trump membawa kabar baik bagi pasar keuangan seluruh dunia. Rupiah misalnya, Selasa (26/2) pagi langsung menguat meninggalkan level Rp14.000/dolar AS, dan berayun di level Rp13.900-an.
"Saya senang melaporkan bahwa AS telah membuat perdebatan tentang perundingan dagang kami dengan Tiongkok terkait dengan masalah keamanan, termasuk perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, jasa, mata uang, dan banyak masalah lainnya," tulis Trump Minggu malam.
Sebagai hasil dari pembicaraan yang sangat produktif itu, Trump menyatakan menunda perberlakuan tarif yang sebelumnya ditetapkan 1 Maret. "Dengan asumsi kedua pihak membuat kemajuan tambahan, kami saat ini sedang merencanakan pertemuan tingkat tinggi untuk Presiden Xi dan saya di Mar-a-Lago untuk merampungkan perjanjian," tambah Trump. (CNBC-Indonesia, 25/2/2019)
Setelah perundingan selama sepekan di Washington, akhirnya AS-Tiongkok menyetujui nota kesepahaman (MoU) sebagai persyaratan hukum-formal untuk mencapai perdamaian dagang. MoU Garis Besar ini mencakup enam poin, yaitu perlindungan terhadap kekayaan intelektual, investasi, jasa, transfer teknologi, pertanian, nilai tukar, dan perdagangan.
Jika Trump dan Xi Jinping berhasil merampungkan perjanjian damai perdagangan kedua negara, berarti perang dagang berakhir. Bisa diharapkan, perekonomian dunia terlepas dari ketidakpastian yang sempat mencekam.
Setelah pelambatan ekonomi Tiongkok maupun AS akibat perang dagang teratasi, negara-negara mitra dagang keduanya seperti Indonesia bisa memulihkan ekspornya yang sempat terdampak. Dengan kondisi kedua raksasa ekonomi dunia kembali normal, harga komoditas juga akan membaik. ***
Selanjutnya.....