Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Shanghai Geser London Paling Terhubung di Dunia!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Minggu 06-12-2020
Shanghai Geser London
Paling Terhubung di Dunia!
H. Bambang Eka Wijaya

PANDEMI Covid-19 membuat konektivitas London anjlok hingga 67%. Posisi London sebagai kota paling terhubung di dunia pun digeser oleh Shanghai.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dikutip BBC Jumat (27/11) menyebut, Shanghai telah naik peringkat soal konektivitas dengan negara lain. Pandemi Covid-19 telah merusak kemajuan satu abad untuk konektivitas antarkota.
Selain Shanghai, tiga kota di Tiongkok tercatat menjadi kota paling terhubung di dunia. Empat kota paling terhubung di dunia sekarang adalah Shanghai, Beijing, Guangzhou, dan Chengdu.
"Pergeseran dramatis menunjukkan skala konektivitas dunia telah ditata ulang selama beberapa bulan terakhir," kata Sebastian Mikosz, juru bicara IATA dikutip detikTravel (27/11).
Pusat transportasi terkoneksi raksasa, termasuk London, New York, dan Tokyo terpukul oleh anjloknya jumlah penerbangan masuk dan keluar kota mereka.
"Dalam waktu singkat kami telah membatalkan kemajuan seabad dalam menyatukan orang dan menghubungkan pasar," kata Mikosz.
Perjalanan udara di Tiongkok telah pulih secara luas dan selama musim liburan Golden Week. Menurur Kementerian Pariwisata RRT, 425 juta orang bepergian ke seluruh negeri pada priode itu. Golden Week adalah hari libur tradisional dan resmi yang terangkai hingga selama 7 hari.
Kalau di Jepang, Golden Week pada 29 April sampai 6 Mei. Pada hari itu jangan ke Jepang, suasananya seperti kita Lebaran.
Tiongkok juga secara bertahap membuka koridor perjalanan dan membahas perjanjian bebas karantina  dengan sejumlah negara termasuk Jepang dan Singapura.
Pekan lalu Presiden Xi Jinping menyerukan mekanisme global yang akan menggunakan kode QR untuk membuka perjalanan internasional.
Indeks konetivitas udara IATA mengukur seberapa baik kota suatu negara terhubung dengan kota-kota lain di seluruh dunia. Data ini penting untuk perdagangan, pariwisata, investasi, dan ekonomi mereka.
Selama dua dekade terakhir, jumlah kota yang terhubung langsung lewat udara meningkat lebih dari dua kali lipat. Itu seiring dengan biaya perjalanan yang turun secara signifikan.
"Sebelum Pandemi Covid-19, pertumhuhan konektivitas udara adalah kisah sukses global," tambah Mikosz.
Sementara pariwisata dan jasa perjalanan di Indonesia sangat terpukul Covid-19. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, kinerja sektor pariwisata dan jasa perjalanan saat ini lebih butuk dari krisis 1998." ***

Selanjutnya.....

Korupsi di Indonesia Terburuk di Asia!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 05-12-2020
Korupsi di Indonesia Terburuk di Asia!
H. Bambang Eka Wijaya

DALAM Global Corruption Barometer (GCB) Asia 2020 yang diterbitkan Transparency International (TI) Desember ini, Indonesia masuk tiga besar untuk negara Asia dengan kasus korupsi, nepotisme, dan pemerasan paling buruk.
Tiga negara yang dianggap kasus korupsinya paling tinggi di Asia adalah India, Kamboja, dan Indonesia.
Ini merupakan edisi ke sepuluh dari publikasi TI untuk mengukur tingkat korupsi berdasarkan perspektif penduduk negara-negara Asia. Lembaga pengawas korupsi itu mengaku telah mewawancarai 20 ribu orang penduduk dari 17 negara Asia, termasuk Indonesia.
Mereka mengklaim survei yang digelar sejak Maret 2019 hingga September 2020 itu sebagai survei terbesar, paling rinci untuk pandangan dan pengalaman warga terhadap korupsi dan penyuapan di Asia.
Secara keseluruhan, mereka mendapati 38% responden merasa korupsi meningkat dalam 12 bulan terakhir.
32% responden lainnya merasa ada penurunan, dan 28% sisanya merasa tak ada perubahan kondisi korupsi dari masa lalu.
Anggota DPR dituduh menjadi yang paling korup, disusul anggota DPRD, presiden dan perdana menteri, pejabat, serta polisi.
Para bankir justru yang dianggap paling jujur, bahkan ketimbang pemimpin agama maupun para panglima militer.
74% penduduk Asia merasa korupsi masalah besar, namun 24%  menganggap itu hal biasa.
Di sisi lain, 61% responden menganggap pemerintah sudah menangani korupsi dengan baik, sedangkan 37% responden lainnya menganggap sebaliknya.
Persentase pengguna layanan publik yang mengaku harus menyuap pejabat di Indonesia mencapai 30% dari responden survei ini.
Polisi menjadi yang paling banyak menerima uang haram tersebut ketimbang pengadilan, urusan kependudukan, sekolah, utilitas, maupun rumah sakit.
Untuk kasus nepotisme, Indonesia berada di peringkat kedua setelah India. Peringkat ketiga diraih oleh Tiongkok.
Untuk kasus pemerkosaan alias pemerasan seksual, Indonesia menjadi yang terparah di Asia daripada Sri Lanka, Thailand, dan negara-negara lain.
18% responden mengaku mengalami pemerasan ayau pelecehan seksual sebagai imbalan atas akses layanan publik yang mereka dapatkan.
 Melihat situasi miris ini, TI menyarankan pemerintah Indonesia melakukan beberapa pembenahan.
Pemerintah RI harus memberdayakan warga, terbuka, memperdalam integritas dalam proses demokrasi, mencegah suap-memyuap, membuat perlindungan dari kleptokrasi, sadari adanya pemerasan seksual sebagai bentuk korupsi dan memperkuat komisi anrikorupsi. ***






Selanjutnya.....

Jokowi, Penanganan Covid Memburuk!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Jumat 04-12-2020
Jokowi, Penanganan Covid Memburuk!
H. Bambang Eka Wijaya

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini memburuk. Hal itu terlihat dari meningkatnya kasus aktif dan angka kesembuhan menurun pekan ini. "Ini semuanya memburuk," entaknya dalam rapat terbatas di Istana, Senin (30/11).
"Kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen meskipun ini lebih baik dari rata-rata dunia, tapi ini hati-hati lebih tinggi dari minggu lalu. Minggu lalu masih 12,78, sekarang 13,41," ujar Jokowi.
"Tingkat kesembuhan juga sama, minggu lalu 84,03, sekarang 83,44 persen, ini semuanya memburuk," tambahnya.
Jokowi mengingatkan para kepala daerah atas memburuknya penanganan Covid-19 itu. "Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya dan juga sudah saya sampaikan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," tegas Jokowi.
Dalam update data harian Satgas Cobid-19, penegasan Jokowi itu terbaca sejak tercatatnya rekor baru kasus harian sebesar 5.828 pada Jumat 27 November 2020, dilengkapi rekor baru angka meninggal dunia akibat Covid hari itu sebanyak 169 orang.
Angka tambahan harian yang tinggi itu berlanjut pada Sabtu 28 November sebesar 5.418 kasus baru.
Kejutan berlanjut hari Minggu dengan rekor baru lagi pada 6.267 kasus, sehingga kasus Covid-19 di Indonesia secara kumulatif sejak 2 Maret 2020 menjadi 534.266 kasus.
Memburuknya penanganan Covid-19 justru di ambang pilkada serentak, seperti ditekankan Jokowi, perlu perhatian maksimal para kepala daerah. Hal itu juga tak terlepas dengan semakin meratanya penyebaran Covid-19 ke semua daerah.
Contohnya Lampung, yang peringkatnya semula selalu masuk lima terbawah nasional, pada 30 November meningkat ke peringkat 6 dengan 145 kasus baru. Dan ini sebarannya telatif meraya di sejumlah kabupaten dan kota.
Oleh karena itu, tidak boleh tidak, para kepala daerah harus serius menekan penyebaran virus corona di daerahnya. Selain giat melaksanakan protokol kesehatan dengan lebih tegas lagi, juga mengawasi lebih ketat gerakan masyarakat guna menghindari terjadinya kerumunan dalam segala kemungkinannya.
Artinya, hirarki penanganan Covid-19 dari puncak piramida kepemimpinan kepala daerah hingga pelaksana di lapangan, harus diusahakan keras menjalankan semua ketentusn Satgas Penanganan Covid-19.
Soalnya, ada kesan seolah peta jalan penanganan Covid-19 dari Satgas pusat itu kurang bunyi implementasinya di daerah. Bahkan ada kepala daerah yang membuat kerumunan mengumpulkan ratusan orang. ***






 
 
Selanjutnya.....

Barang Mewah Dicopoti dari Menteri!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Kamis 03-12-2020
Barang Mewah Dicopoti dari Menteri!
H. Bambang Eka Wijaya

DRAMATIS. Seorang menteri bersama istrinya yang anggota DPR pulang dari Amerika dicegat operasi tangkap tangan di bandara. Usai dialog singkat, keduanya dibawa petugas ke sebuah ruangan tertutup dicopoti barang mewah dari tubuh keduanya: jam Rolex dan lainnya disita.
Barang-barang mewah yang disita dari tubuh itu nilainya miliaran rupiah, sebanding hasil suap yang baru diterima dan dibelanjakannya di luar negeri. Godaan kemilau barang-barang simbol kejayaan duniawi, membawa pasangan suami-istri yang keduanya pejabat tinggi negara itu harus menjalani masa re-edukasi di komisi pemberantasan korupsi (KPK).
Hanya keyakinan bahwa semua itu takdir, yang tak bisa dihindarkan oleh siapa pun yang sedang mendapat "sampur", membuat mereka mampu menjalani hari-hari dengan proses yang amat berat lanjutannya.
Barang-barang mewah yang disita KPK dari Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi, seperti dicatat Kompas.com (30/11/2020) antara lain, jam tangan Rolrx dan jam tangan Jacob n Co.
Rolex adalah jam tangan buatan Swiss yang paling mahal di dunia. Harganya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Untuk edisi terbatas, pembelinya harus antre sampai berbulan-bulan.
Sedangkan jam tangan Jacob n Co, meski kalah populer dari Rolex, harganya bukan kepalang mahal juga. Pada 2015, Jacob n Co pernah merilis jam tangan seri Astronomia Tourbillon Baguette yang harganya mencapai 548 ribundolar AS atau sekitar Rp7,7 miliar (kurs Rp14.000).
Juga disita tas Hermes, produk premium Prancis yang lazim dipakai para sosialita dan selebritas papan atas. Dibuat oleh Thierry Hermes pada tahun 1837, harga tas Hermes asli bisa mencapai miliaran rupiah.
Selain Hermes, KPK juga menyita tas jinjing merk Chanel, yang harganya juga puluhan juta rupiah.
Selanjutnya KPK menyita koper dan sepatu Louis Vuitton (LV), juga branded premium asal Prancis. Perusahaan yang berdiri sejak 1854 ini memproduksi barang-barang mewah yang harganya juga miliaran rupiah.
Kemudian koper Tumi, salah satu brand koper yang termahal di dunia. Perusahaan pembuat kopee Tumi didirikan oleh Charlie Clifford tahun 1975, sudah tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) pertanda perusahaannya besar.
Tak ketinggalan yang ikut disita dari bagasi bersama koper, sepeda merk Specialized D-Works. Sepeda ini seri S-Works Roubaix-Shimano Dura-Ace Di2.
Di Amerika Serikat sepeda itu dihargai 11.000 dolar AS, atau Rp156 juta (kurs Rp14.200). ***

Selanjutnya.....

Merestorasi Puing-Puing Pariwisata!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Rabu 02-12-2020
Merestorasi Puing-Puing Pariwisata!
H. Bambang Eka Wijaya

PARIWISATA mungkin leading sektor paling hancur terdampak Covid-19. Sebagai leading sektor, ekosistem pariwisata amat luas. Dan karena semua komponen ekosistem tersebut terdampak, merestorasinya juga harus komprehensif terhadap semua sendinya.
Sebelum pandemi Covid'19 melanda, dalam pidato kenegaraan 16 Agustus 2019 Presiden Jokowi menyampaikan, pada 2018 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 15,8 juta orang, dengan devisa yang diperoleh sebanyak 19,29 miliar dolar AS.
Dengan raihan itu, pendapatan devisa pariwisata Indonesia sudah di peringkat dua setelah devisa hasil ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang pada 2018 itu menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencapai 35,7 juta ton atau senilai 23 miliar dolar AS.
Namun, sekalipun pendapatan devisa sudah cukup menggembirakan, jumlah wisman ke Indonesia dibanding dengan sesama negara ASEAN lainnya, Indodesia dengan 15,8 juta wisman itu cuma di peringkat empat.
Peringkat satu Thailand (38,3 juta), kedua Malaysia (25,8 juta), tiga Singapura (18,5 juta), empat Indonesia (15,8 juta), dan lima Vietnam (15,5 juta).
Harapan, vaksin Covid-19 bisa segera efektif pada medio awal 2021, sehingga restorasi keseluruhan sendi ekosistem pariwisata bisa dimulai.
Ekosistem utama dari pariwisata yang harus direstorasi adalah transportasi darat, laut, dan udara, infrastruktur dan suprastrukturnya. Pelakunya dari pilot, sopir bus wisata, sopir taksi sampai tukang ojek. Lalu biro perjalanan, dan tenaga guide-nya.
Restorasi memulihkan transpostasi pariwisata selain perlu waktu, juga perlu modal ekstra. Bayangkan maskapai penerbangan yang sudah rontok selama pandemi, harus membangun kembali armadanya. Bukan hanya pesawatnya, SDM-nya juga harus direstorasi.
Kedua, daerah tujuan wisata (DTW). Terdiri dari objek-objek wisata, hotel, restoran, galeri, ruang pertunjukan, penyelenggara atraksi sampai outbond beserta semua fasilitas pendukungnya, terutama para pelaku usaha, pekerja terampil berkelas universal untuk hotel, restoran dan pekerja seni dan budayawan.
Ketiga sektor pertanian dan industri yang menjamin logistik untuk semua orang yang terlibat, dari pengunjung, pekerja, sampai penyelenggara segals kegiatan pariwisata.
Restorasi pariwisata harus dilakukan dengan sabar, mengantisipasi pemulihan ekonomi domestik dan global. Karena, pariwisata adalah kegiatan penikmatan hasil kerja keras jangka panjang. Jadi, tunggu hasil tahap-tahap pemulihan ekonominya. ***

Selanjutnya.....

Jelang Pilkada, Rekor Covid-19 Meluas!

Artikel Halaman 8, Ampung Post Selasa 01-12-2020
Jelang Pilkada, Rekor Covid-19 Meluas!
H. Bambang Eka Wijaya

PILKADA tinggal Rabu depan, rekor baru Covid-19 meluas. Jumat (27/11/2020) pada level nasional pecah rekor sebesar 5.828 kasus baru, dengan rekor baru pula pasien meninggal 169 orang, hingga total pasien yang meninggal dunia menjadi 16.521 orang. 
Total pasien terkonfirmasi positif-19 dengan demikian menjadi 522.581 kasus, kumulatif sejak infeksi pertama 2 Maret 2020.
Itu pun belum cukup. Minggu (29/11/2020) rekor baru masih terukir lagi, dengan tambahan positif terinfeksi baru sehari 6.267 kasus.
Rekor kasus baru harian Jumat (27/11) itu pada level provinsi juga terjadi di Lampung, dengan kasus baru pasien Covid-19 bertambah sebanyak 157 orang, hingga akumulasi Covid-19 di Lampung menjadi 3.592 kasus. (Kupastuntas, 27/11)
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, tambahan 157 kasus itu tersebar di 11 kabupaten/kota di Lampung.
Berasal dari Lampung Tengah tambahan pasien itu sebanyak 65 orang, Bandar Lampung 40 orang, Metro 12 orang, Way Kanan 11 orang, Lampung Utara 10 orang, Mesuji 7 orang, Pesawaran 5 orang, Lampung Selatan 3 orang, Tanggamus 2 orang, Lampung Timur dan Pringsewu masing-masing 1 orang.
Potensi sebaran Covid-19 dalam masyarakat Lampung cukup mengkhawatirkan. Pada hari pertama pelaksanan rapid tes para petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Bandar Lampung, ditemukan 435 orang Reaktif dari 4.000 orang yang dites hari itu (26/11/2020). Rasionya lebih 10%.
Padahal untuk kota Bandaf Lampung saja, sampai 4 Desember akan dirapid tes sebanyak 17.369 orang yang terdiri dari 15.300 petugas KPPS, serta 2.069 orang dari Bawaslu dan PTPS sekota Bandar Lampung. Rapid tes silakukan di 31 Puskesmas yang ditunjuk Dinas Kesehatan.
Rekor baru Covid-19 yang meluas secara nasional itu, berdasarkan hasil survei SMRC 18-20 November 2020 tak terlepas dari kerumunan massa di Petamburan sekitar 14 hari sebelummya, di mana menurut responden sebagai akibat Gubernur DKI bersikap tidak adil dalam pelaksanaan PSBB di Jakarta. Gubernur Anies bukannya mencegah dan membubarkan kerumunan massa, tapi dia malah ikut hadir dalam kerumunan tersebut.
Dari hasil pelacakan Satgas Covid, dari klaster Petamburan yang dihadiri Gubernur Anies ditemukan 77 orang yang terinfeksi Covid-19, dari klaster Tebet ditemukan 50 orang terinfeksi Covid-19, termasuk Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria yang hadir. Sedangkan dari acara di Mega Mendung Bogor ditemukan 20 orang terinfeksi. ***


Selanjutnya.....

Cabut Suran Ekspor Benih Lobster!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Senin 30-11-2020
'Cabut Aturan Ekspor Benih Lobster!'
H. Bambang Eka Wijaya

SETELAH Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Rabu (25/11) ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) minta pemerintah mencabut aturan ekspor benih lobster.
Koordinator kampanye Walhi Edo Rakhman menilai, setelah ditangkapnya Edhy, sudah seharusnya kebijakan ekspor benur dibatalkan.
Walhi mendorong Presiden Jokowi untuk memerintahkan pelaksana tugas Menteri KP Luhut Panjaitan untuk mencabut aturan tersebut.
"Dan melakukan evaluasi secara menyeluruh kepada seluruh pihak di internal Kementerian Kelautan dan Perikanan yang secara aktif pernah terlibat dalam proses pembuatan kebijakan tersebut," tegasnya. (Kompas.com, 26/11)
Menurut Edo, KPK perlu mengembangkan kasus ini ke para pengekspor benur lainnya. Besar kemungkinan Edhy Prabowo juga menerima uang dari perusahaan selain yang disebutkan oleh KPK.
Seiring itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara kegiatan ekspor benih lobster. Ini dikemukakan Kepala Biro Humas KKP Agung Tri Prasetio.
"Benar penghentian sementara, untuk permanen tentunya pembahasan lebib lanjut," kata Agung pada Kompas.com. (26/11)
Agung memberikan salinan surat edaran (SE) yang ditandatangani Pelaksana Tugas Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini, tentang Penghentian Sementara Penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP).
Dalam SE disebutkan, penghentian sementara ekspor benih lobster dilakukan dalam rangka memperbaiki tata kelola pengelolaan benur sebagaimana diatur dalam peraturan Menteri KP Nomor 12/2020 yang kembali melegalkan ekspor.
Penghentian sementara juga mempertimbangkan proses revisi Peraturan Pemerintah (PP) tentang penerimaan Negara Bulan Pajak (PNBP) di lingkungan KKP.
"Terhitung surat edaran ini ditetapkan, penerbitan SPWP dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan," tulis SE itu.
Tampak ada waktu untuk berpikir jernih dan lebih rasional untuk masa depan lobster di perairan Indonesia. Utamanya untuk berpihak pada pelestarian alam dan kehidupan nelayan.
Untuk itu, dibuat larangan menangkap benih lobster di lapangan, lalu untuk nelayan ciptakan alat tangkap lobster dewasa yang tidak merusak terumbu karang. Alat tangkap itu membuat lobster yang ditangkap tetap hidup dan sehat. Mungkin sejenis "bubu" yang mirip sarang bagi lobster dewasa.
Dengan alat tangkap tersebut, nelayan bisa menangkap lobster berukuran di ataa 5 ons per ekor, yang nilai ekonomisnya jauh lebih memadai. ***


Selanjutnya.....