Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Pertamina Setor Rp120 T ke Negara!

PT Pertamina (Persero) mencatatkan total kontribusi perusahaan kepada negara sebesar Rp120,8 triliun pada 2018. Jumlah itu terdiri dari 93% setoran pajak dan 7% dividen, naik 12,8 persen dibandingkan setoran Pertamina untuk APBN tahun sebelumnya. Khusus mengenai kontribusi dividen tersebut merupakan kinerja Pertamina 2017 yang dibayarkan pada 2018. Adapun setoran Pertamina untuk APBN di 2017 sebesar Rp107,1 triliun. "Total kontribusi Pertamina untuk APBN di tahun 2018 tercatat sebagai setoran terbesar sepanjang sejarah BUMN energi ini berdiri sejak 61 tahun silam," ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan resminya. (CNBC-Indonesia, 26/4/2019. Setoran pajak yang cukup signifikan dikontribusikan anak-anak perusahaan di sektor hulu, di antaranya Pertamina EP Cepu (Rp8,08 triliun), PT Pertamina EP (Rp7,4 triliun), Pertamina Hulu Grup dan Pertamina Hulu Energi (Rp3,6 triliun), PT Pertamina Hulu Indonesia (Rp3,5 triliun). Manajemen perseroan menyatakan, penerimaan pajak migas ini sangat berarti dalam pencapaian Key Performance Indicator (KPI) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Migas tahun 2018 yang berhasil mencapai 98% dengan kategori hijau. "Jika ditotal, selama lima tahun terakhir setoran pajak Pertamina mencapai lebih dari setengah kuadriliun rupiah," ujar Fajriyah. "Kami patuh pada kewajiban pajak dan secara intensif berkoordinasi dengan KPP untuk memastikan pembayaran pajak terpenuhi sesuai ketentuan," imbuhnya. Setoran Pertamina kepada negara terbesar sepanjang sejarah BUMN energi tersebut tercapai justru ketika Pertamina menjalankan penugasan dari negara untuk BBM satu harga di seluruh Tanah Air, subsidi BBM (solar), dan menekan nilai impor BBM lewat melaksanakan program B20--mencampurkan minyak sawit dalam solar bersubsidi. Kebijakan BBM satu harga di seluruh wilayah Indonesia bertujuan membantu masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil seperti Papua, yang sebelumnya ada yang harus membeli bensin sampai Rp100 ribu seliter. Kebijakan ini diresmikan Presiden Jokowi 17 Oktober 2016. Untuk itu Pertamina harus membangun SPBU di pelosok-pelosok pedalaman, dan memasok BBM lewat jalur darat, laut dan udara. Khusus untuk biaya distribusinya, Pertamina 2017 menyubsidi sekitar Rp800 miliar. Namun kebijakan BBM satu harga harus tetap berjalan dan dilaksanakan karena menurut Presiden Jokowi merupakan upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.*** Selanjutnya.....

Setiap Panen Harga Kopi Anjlok!

MUSIM panen kopi tiba di Lampung. Tapi penyakit lama kambuh, setiap panen harga komoditas gantungan hidup petani Lampung itu anjlok. Kali ini, anjloknya Rp5.000/kg, dari harga sebelum panen Rp22.000/kg, menjadi Rp17.000/kg. Itu berarti, setiap ton kopi hasil panennya petani kehilangan nilai Rp5 juta. Dengan pemilikan tanaman kopi rata-rata setiap petani dua hektare, setelah dibina pemda bekerja sama dengan Nestle, tingkat produktivitas per hektare sekitar 1 ton, berarti setiap keluarga petani kopi kehilangan nilai hasil panen Rp10 juta. Kehilangan nilai penghasilan sebesar itu setiap panen, jelas tak pantas ditoleransi berlanjut tahun ke tahun. Lebih lagi, karena di Lampung sudah dikenal fasilitas Resi Gudang. Sehingga, semestinya petani bisa menyimpan dulu kopinya di gudang saat harga jatuh dan menjualnya ketika harga baik. Dengan Resi Gudang, petani bisa mendapat uang untuk memenuhi kebutuhan hidup harian keluarganya dengan uang dari bank. Nantinya uang bank itu dikembalikan setelah harga kopi membaik, saat yang tepat petani menjual kopinya yang mereka titipkan di gudang. Lewat cara itu petani terhindar dari kehilangan nilai dari penjualan hasil panen mereka setiap tahun. Lebih jauh lagi, berkat bimbingan para ahli dari pemda dan lembaga swasta yang peduli, dari waktu ke waktu produktivitas kopi petani ditingkatkan, volume dan kualitasnya. Produksi bisa terus ditingkatkan lebih satu ton per hektare, setidaknya becermin ke Vietnam yang lebih dari dua ton per hektare. Salah satu tekniknya dengan mengalirkan irigasi ke lahan kopi, utamanya saat kemarau. Untuk kualitas produksi, Pemkab Lampung Barat kini tengah menghentikan pembersihan lahan kopi dengan herbisida. Ini mengurangi dampak residu racun gulma itu terhadap lingkungan maupun produk kopinya. Untuk meningkatkan kualitas kopi guna meningkatkan harganya, bisa dengan membuat kopi Lampung menjadi robusta organik. Kalau kopi kotoran musang bisa meningkatkan harganya berlipat kali dengan diproses menjadi kopi luwak, robusta organik punya peluang lebih luas di tengah kemodernan hidup konsumen internasional yang berorientasi pada produk sehat. Untuk itu, prosesnya cukup dengan memupuk tanaman kopi dengan pupuk kandang atau pupuk organik lainnya. Selain menghindari pemakaian herbisida, juga pantang menggunakan insektisida dan pestisida. Dengan promosi yang baik di pasar internasional, petani bisa menikmati harga kopi yang lebih baik, robusta organik.*** Selanjutnya.....

Taksi Uber Swakemudi Mobil Menyetir Sendiri!

PERUSAHAAN transportasi berbasis aplikasi daring, Uber, mendapat pendanaan 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp14 triliun dari Toyota, pemasok suku cadang Denso, dan SoftBank untuk pengembangan bisnis mobil swakemudi. Toyota dan Denso memberi 667 juta dolar AS, sedangkan SoftBank yang merupakan investor terbesar di Uber, menambah 333 juta dolar. Sebelumnya, pada 2018 Toyota menyuntik Uber 500 juta dolar AS. Investasi tersebut membuat valuasi divisi mobil swakemudi Uber yang dinamai Advanced Technologies Group (ATG) kini mencapai 7,25 miliar dolar AS. ATG menjadi entitas korporasi dengan direksi tersendiri. Kesepakatan investasi dari para investor raksasa tersebut dilakukan di kantor pusat Uber di San Francisco, AS. Hadir CEO Uber, Dara Khosrowshahi, dan pimpinan ATG, Eric Meyhofer. Uber pekan lalu secara resmi mengajukan dokumen initial public offering (IPO) ke pasar saham. Akhir bulan ini, perjalanan model bisnis Uber akan dipresentasikan kepada investor pasar saham. Bisnis baru ini akan menjadi sorotan investor pasar saham karena dianggap penting untuk model bisnis Uber dalam jangka panjang. Toyota telah berkomitmen untuk memberi modal tambahan 300 juta dolar AS dalam tiga tahun untuk membantu menutupi biaya ATG. (Kompas.com, 20/4/2019) Mobil otonomos atau swakemudi, yang bisa jalan dengan menyetir sendiri, sudah lama dirintis oleh profesor Hiroshi Isiguro dari Osaka University, Jepang. Dia terkenal sebagai ahli robotika yang mengembangkan robot humanoid replika diri sendiri. Adapun Nissan, menguji mobil otonomos dengan aplikasi teknologi Inteligent Mobility yang diusung dalam berbagai produk baru di masa depan. "Saya percaya bahwa tujuan swakemudi adalah bagaimana membuat pengalaman berkendara menjadi lebih menyenangkan. Mobil akan menjadi lebih dari sekadar alat transportasi, tetapi menjadi mitra manusia," kata Ishiguro. "Mobil di masa depan akan dioperasikan secara individual dan nantinya tidak ada yang membeli mobil jika yang bisa dilakukan olehnya hanya sebagai alat transportasi. Orang menginginkan sesuatu yang lebih, mobil yang memiliki kepribadian. Untuk kendaraan swakemudi, dibutuhkan keberanian buat menyerahkan proses mengemudi pada teknologi. Akankah orang selamanya ragu? "Saya rasa tidak," jawab Ishiguro. Bandingkan dengan transmisi manual dan otomatis. Kini, makin banyak orang yang memilih transmisi otomatis. Nantinya begitu juga dengan mobil swakemudi. *** Selanjutnya.....

Hunian Hotel Turun hingga 40%!

OKUPANSI atau tingkat hunian hotel secara nasional di Indonesia mengalami penurunan hingga 20%—40% periode Januari—April 2019. Penyebab utamanya peningkatan harga tiket penerbangan yang signifikan, justru saat low season usai liburan panjang akhir tahun 2018. Menurunnya kegiatan berlibur usai liburan panjang akhir tahun merupakan kondisi rutin. Namun, pada 2019 ini penurunan amat drastis karena adanya pemilihan umum (pemilu). "Sebelum pemilu itu memang low season. Pemilu termasuk bagian dari penyebab penurunan okupansi hotel," ujar Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, dikutip detik-finance (24/4/2019) dari diskusi Pas FM. Karena bertepatan dengan pemilu, penurunan okupansi hotel terjadi hingga bulan April 2019. Ini terjadi karena adanya masa kampanye pemilu yang cukup lama. Dampaknya, menurut Yusran, di tengah gejolak demokrasi ini banyak pengusaha menahan pergerakan atau aktivitas bisnisnya. "Pemilu ini sudah terlalu lama. Akhirnya berdampak juga ke bisnis semua orang. Konsentrasinya sudah berbeda," imbuhnya. Dalam diskusi tersebut, Sekjen DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Titus Indrajaya menyatakan imbas dari mahalnya harga tiket penerbangan ini ratusan travel biro di Tanah Air bangkrut. Titus menyebut, dari 7.000-an anggota Asita, diperkirakan 5% atau sekitar 350 perusahaan gulung tikar. "Kalau laporan kita kan nunggu kabar dari daerah keterangan bahwa ini berhenti menjadi anggota karena gulung tikar adalah kisarannya enggak sampai 5%," ungkap Titus. Mengenai banyaknya anggota yang gulung tikar, Titus menyebut wajar karena dari 7.000 anggota Asita sebanyak 60%-nya merupakan biro perjalanan yang menjual tiket. Menurut Titus, kalau tiket terus mahal, sama saja seperti menahan masyarakat membeli tiket pesawat. Lalu dari mana lagi pemasukan biro perjalanan kalau bukan dari penjualan tiket? Bukan hanya banyak yang bangkrut, omzet penjualan tiket para anggota Asita juga pada 2019 ini telah menurun hingga 40%. "Infonya 30%—40% dampak penurunannya, di Bali saja orang ke Bali lokalnya turun. Di Yogyakarta, di daerah Pulau Jawa, juga turun," kata Titus. Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui November 2018 menjelang liburan Tahun Baru harga tiket naik 40% sampai 120%. Namun pada 11 Januari diturunkan lagi 20% sampai 60%. (CNNI, 15/1) Setelah sebulan, 10 Februari naik lagi sekitar 30%. Ini yang kini dikeluhkan tiket mahal. *** Selanjutnya.....

225 KPPS Gugur, Pahlawan Demokrasi!

SEDIKITNYA sampai Senin (25/4) 225 orang anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di 19 provinsi meninggal dunia akibat kelelahan bertugas di TPS dan merekapitulasi hasilnya. Sebanyak 1.470 orang petugas KPPS jatuh sakit. Presiden Jokowi menyampaikan rasa dukacita atas kepergian mereka. "Saya sampaikan ucapan berdukacita yang mendalam atas meninggalnya petugas KPPS, juga beberapa di luar KPPS," ujar Jokowi. Beberapa di luar KPPS yang dimaksud Jokowi, antara lain 15 personel Polri yang meninggal dunia saat bertugas mengamankan Pemilu 2019 akibat berbagai sebab. Mulai dari kecelakaan hingga kambuhnya sakit kronis di sela tugas. Juga 33 orang pengawas pemilu meninggal dunia selama bertugas melakukan pengawasan Pemilu 2019. Presiden Jokowi menyebut mereka yang meninggal dunia saat menjalankan tugas dalam proses Pemilu 2019 sebagai pahlawan demokrasi. "Saya kira, beliau-beliau itu pahlawan demokrasi yang meninggal dalam tugasnya," kata Jokowi. (Kompas.com, 23/4) Banyaknya petugas KPPS meninggal dalam Pemilu 2019 diduga karena kelelahan akibat beratnya beban tugas, lima kali lipat dari biasa. Juga, karena terlalu berat beban mental yang menekan mereka, termasuk para petugas kepolisian dan pengawas pemilu. Beban mental itu terutama tudingan kecurangan yang diarahkan ke TPS sejak jauh hari sebelum pemilu, juga pada penyelenggara dan segenap petugas pemilu. Akibatnya, mereka membuktikan dengan bekerja keras sungguh-sungguh tanpa sedikit pun niat curang, sehingga mereka kelelahan fatal, banyak yang meninggal dan jatuh sakit. Secara umum, para petugas pemilu itu telah bekerja dengan baik dan jujur, sehingga Pemilu 2019 diakui dunia berjalan aman, damai dan lancar. Itu, tersimpul pada ucapan selamat dari puluhan kepala negara dan pemerintahan negara-negara sahabat kepada Presiden Jokowi. Utusan puluhan negara sahabat itu ikut memantau jalannya pemilu. Selanjutnya, perhitungan yang berlaku sebagai hasil pemilu yang sah adalah lanjutan proses dari hasil hitungan di TPS, yang secara bertahap dan berjenjang dihitung dan direkapitulasi ulang di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Di setiap tingkat itu diikuti para saksi dari semua kontestan. Dengan begitu, peluang kecurangan tertutup karena setiap tahap proses diikuti saksi dari semua pihak. Namun, narasi kecurangan disemburkan amat dahsyat sehingga menjadi beban mental mematikan terhadap petugas lapangan Pemilu 2019.*** Selanjutnya.....

Sabar Menunggu Hasil Resmi KPU!

KETUA Umum PWI Atal S Depari mengimbau semua pihak, termasuk media massa, untuk menunggu hasil perhitungan suara pemilu yang resmi dari KPU. Sebelum perhitungan KPU selesai, belum ada yang terpilih sebagai presiden Republik Indonesia 2019—2024. Atal mengimbau tim sukses kedua pasangan calon presiden untuk mengawasi perhitungan suara dan rekapitulasi mulai TPS, desa/kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, KPUD provinsi, hingga KPU Pusat. "Kami juga mengimbau media mengawasi perhitungan suara, pengawalan kertas suara, dan proses pembuatan berita acara. Sebaiknya media tidak ikut memprovokasi massa," imbuhnya. Sepanjang hari pencoblosan 17 April 2019 yang serentak memilih presiden, DPD, DPR, DPRD I dan DPRD II diakui semua pihak Pemilu 2019 telah berjalan aman, damai, dan lancar. Dengan setiap orang dari 192 juta orang lebih dalam DPT itu memilih pada lima surat suara, petugas TPS yang bekerja serius sampai larut umumnya kelelahan. Seperti berita media, di Lampung 4 petugas TPS meninggal dunia kelelahan. Juga di Riau, 5 orang meninggal. Berkat kerja keras yang ikhlas para petugas TPS itulah Pemilu 2019 terlaksana aman, damai, dan lancar. Tentu saja tak ada gading yang tak retak. Ada beberapa kejadian akibat faktor teknis, seperti kurang surat suara atau logistik pemilu terlambat karena lokasinya sulit dijangkau, dan lainnya. Namun, semua masalah teknis itu diatasi dengan melakukan pemungutan suara susulan atau ulang. Di luar kesengajaan petugas TPS untuk berbuat curang. Kalaupun ada yang sengaja curang, satu dua orang dari lebih 813 ribu TPS di Tanah Air, langsung ditindak Bawaslu. Karena itu, sama sekali tidak berdasar dan keterlaluan menuding adanya kecurangan secara umum di TPS. Tudingan kecurangan secara umum di TPS itu mengecilkan arti kerja keras penuh kesungguhan jutaan petugas TPS, bahkan memfitnah mereka secara keji. Juga tudingan kecurangan pada semua tahap proses penghitungan suara, tak masuk akal. Sebab, proses penghitungan suara sejak di TPS dan tahap selanjutnya dilakukan saksama diikuti saksi dari semua kontestan. Jadi narasi kecurangan yang dibangun sejak kampanye dan disemburkan usai pemungutan suara, jelas tak berdasar karena semua tahap penghitungan suara secara manual sebagai hasil pemilu yang sah dilakukan secara terbuka di depan saksi semua pihak. Banyak orang meributkan unggahan C-1 ke Situng KPU, padahal itu bukan hasil resmi pemilu, tapi cuma informasi real count ke publik. *** Selanjutnya.....

Mudik, Tol Bakau-Jakabaring Buka!

BADAN Pengusahaan Jalan Tol (BPJT) akan membuka secara fungsional saat mudik Lebaran tol Bakauheni—Jakabaring sepanjang 363,4 km. Saat ini ruas Bakau—Terbanggibesar sepanjang 140,7 km telah beroperasi, namun PT Hutama Karya (Persero) belum menerapkan tarif yang ditentukan. Ruas kedua Terbanggibesar—Pematang Panggang—Kayu Agung sepanjang 189,2 km konstruksi jalan tolnya telah mencapai 92,86%. Ruas ketiga Kayu Agung—Palembang—Betung sepanjang 111,69 km, saat mudik akan fungsional Seksi I Kayu Agung—Jakabaring yang konstruksinya mencapai 60,34%. Mengutip Corporate Secretary PT Waskita Karya Tol Road (WTR) Alex Siwu, Kompas.com (21/4/2019) mencatat ruas Kayu Agung—Palembang—Betung (Kapal Betung) itu digarap PT Sriwijaya Makmore Persada anak usaha WTR. Seksi I Kayu Agung—Jaka Baring sepanjang 33,5 km. Seksi II Jakabaring—Musilindas sepanjang 33,9 km. Dan Seksi III Musilindas—Betung 44,29 km. Selain Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) Bakauheni—Palembang dan lanjut ke utara, Sumsel juga punya tol yang sedang dibangun dari Palembang—Indralaya—Muara Enim—Lubuk Linggau—Curup—Bengkulu sepanjang 329,3 km. Nantinya, Sumsel jadi pemilik jalan tol terpanjang dan terluas jaringannya di luar Jawa. Selain ruas Indralaya—Muara Enim—Lubuk Linggau sudah dikerjakan pembangunan fisiknya mulai awal April 2019, ruas Linggau—Curup—Bengkulu sepanjang 95,8 km, pembebasan lahannya dimulai akhir Maret 2019. Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Linggau—Curup—Bengkulu oleh Kepala Pengusahaan Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit dan Dirut Hutama Karya Bintang Perbowo telah dilakukan Jumat (15/3/2019) di Balai Raya Semarak, Kota Bangkulu. Hadir menyaksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Tol ini terdiri dari tiga seksi, yakni Lubuk Linggau—Kepahiang 54,4 km, Kepahiang—Taba Penanjung 27,3 km, dan Taba Penanjung—Bungkulu 17,6 km. Total biaya investasinya diperkirakan Rp33 triliun. Basuki mengatakan pembangunan tol Lubuk Linggau—Curup—Bengkulu merupakan perintah Presiden Jokowi untuk menndorong pertumbuhan ekonomi provinsi Bengkulu yang selama ini tertinggal dibanding dengan provinsi lain di Sumatera. "Target rampung Maret 2021, saya minta adalah target terlama. Artinya, saya harapkan bisa lebih cepat dari Maret 2021," ujar Basuki. Ke depan Sumsel bisa jadi provinsi termaju di Sumatera, jika dari simpang Prabumulih—Muara Enim ruas tolnya disambung ke Baturaja tembus ke Terbanggibesar.*** Selanjutnya.....