Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

E-Sport Diperlombakan di Asian Games 2018!

GAME atau permainan di layar komputer yang lazim dimainkan pengguna hape dan laptop akan diperlombakan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, dalam cabang olahraga baru, e-sport. Pertama kali dilombakan di pesta olahraga Asia pada 18 Agustus—2 September 2018, status e-sport ditetapkan Komite Olimpiade Asia (OCA) sebagai ekshibisi. Menurut Deputi I Bidang Game Operations Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) Harry Warganegara, ada dua cabang olahraga yang ditetapkan OCA melakukan ekshibisi di Asian Games 2018, yakni e-sport dan kano polo. (detiksport, 8/5/2018) Kesempatan e-sport menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games, pesta olahraga di bawah bendera Olimpiade, jelas luar biasa. Sebab, e-sport hanyalah game dunia maya, yang untuk sebagian orang Indonesia cenderung dipandang negatif karena membuang waktu secara sia-sia (killing time). Akibat pandangan negatif itu, banyak kantor membuat aturan dilarang bermain games dengan sanksi keras. Namun, pengamat gaming dan e-sport, Deddy Ivan, berpendapat konotasi negatif e-sport itu perlahan akan luntur setelah resmi menjadi salah satu cabang olahraga di Asian Games. Apalagi nanti jadi ikut dalam Olimpiade 2024. E-sport yang berangkat dari gaming, saat ini masih dianggap tabu untuk sebuah profesi di Indonesia. "Ini sudah sampai Olimpiade loh. Sementok-mentoknya cabang olahraga itu kalau sudah sampai Olimpiade, sudah paling tinggi pencapaiannya," ujar Deddy. (Kompas.com, 25/5) Ke depan, e-sport diramalkan akan maju pesat karena Olimpiade relevan dengan generasi millennial. Organisasi yang menaungi e-sport di Indonesia telah terbentuk 2014, yakni Indonesia eSport Association (IeSPA). "IeSPA menjadi pintu awal e-sport masuk ke Asian Games, sekarang lagi banyak perekrutan atlet yang akan mencoba ekshibisi e-sport di Asian Games," kata dia. Industri gaming di Indonesia, menurut data Newzoo, menduduki peringkat ke-16 pada 2017. Sumber daya manusianya, tercatat anggota gamer di Indonesia mencapai 43,7 juta dengan pendapatan dari game sebesar 879,7 juta dolar AS. Setidaknya ada tiga game e-sport di Asian Games 2018, yakni FIFA 2017, Dota 2, dan StarCraft 2. Pilihan itu cenderung populer di kalangan gamer Indonesia, terutama game sepak bola FIFA 2017. Dota 2 adalah game multiplayer online battle arena, serial Defense of the Ancients sekuel Warcraft 3. Adapun Starcraft 2 bermain adu strategi, yang membuat para gamer kecanduan. ***

0 komentar: