Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Pertambahan Penduduk RI Melllambst Menjadi 1,25%!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Minggu 31-01-2021
Pertambahan Penduduk RI
Melambat Menjadi 1,25%!
H. Bambang Eka Wijaya

HASIL Sensus Penduduk 2020 menyebutkan pertambahan penduduk Indonesia 2010-2020 melambat menjadi 1,25% per tahun, dibanding priode 2000-2010 pada 1,49%.
Pertumbuhan penduduk dasawarsa terakhir itu terendah sepanjang tujuh dekade. Yakni, 1961-1971 sebesar 2,10%, pada 1971-1980 jadi 2,31%, 1980-1990 jadi 1,98%, dan 1990-2000 jadi 1,44%.
Kecenderungan melambatnya laju pertumbuhan penduduk dari priode ke priode itu, menurut Kepala Badan Pusat Statistik Sudariyanto adalah berkat kebijakan pemerintah menekan laju pertumbuhan  penduduk lewat Program Keluarga Berencana yang diluncurkan sejak 1980-an.
Kendati laju pertumbuhan melambat, jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan. Hingga September 2020, berdasar hasil Sensus Pendusuk 2020, jumlah penduduk Indonesia tercatat 270,2 juta jiwa.
Jumlah penduduk bertambah 32,56 juta jiwa atau sebanyak 3,26 juta setiap tahun dibanding hasil Sensus Penduduk 2010.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri merilis jumlah penduduk Indonesia pada akhir Desember 2020 sebanyak 271,3 juta jiwa. Sudariyanto menyatakan, jumlah itu bertambah 0,14% dari hasil Sensus September 2020.
Angka akhir Desember yang ditetapkan sebagai jumlah penduduk Indonesia 2021 itu merupakan sinkronisasi hasil Sensus Penduduk 2020 dan adminiatrasi kependudukan (adminduk) dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalan Negeri.
Dari jumlah tersebut, penduduk perempuan sebanyak 134,2 juta, sedang pria 137,1 juta. Jumlah kartu keluarga sebanyak 86,4 juta.
Untuk sebaran penduduk, Pulau Jawa terbanyak mencapai 55,94%, disusul Sematera 21,73%, Sulawesi 7,43%, Kalimantzn 6,13%, Bali dan Nusa Tenggara 5,57%, Papua 2,02%, dan Maluku 1,17%.
Untuk provinsi  Jawa Barat berpenduduk terbesar, yakni 47,1 juta jiwa. Disusul Jawa Timur 41,04 juta jiwa, Jawa Tengah 37,10 juta jiwa, Sumatera Utara 25,14 juta, dan Banten 11,64 juta.
Tampak, lebih separoh penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Padahal, sejak 1905 pemerintah Hindia Belanda sudah melaksanakan program transmigrasi untuk menjaga komposisi sebaran penduduk tetap ideal. Tapi dalam dua dekade terakhir ini program transmigrasi tampak melemah, sehingga involusi, beban tanah menghidupi penduduk di Pulau Jawa, semakin kritis. 
Sebaliknya, tanah produktif dibagikan kepada para konglomerat hingga ratusan ribu hektar per orang. Akibatnya, rakyat kebanyakan malah kesulitan mendapatkan tanah produktif untuk sekadar bertahan hidup saja pun. *** 




 

Selanjutnya.....

Hipokritas Bahasa Elite Zaman Now!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 30-01-21
Hipokritas Bahasa Elite Zaman Now!
H. Bambang Eka Wijaya

WAKIL Ketua MPR Hidayat Nur Wahid heran, jumlah orang terinfeksi Covid-19 tembus satu juta kasus dan memecahkan rekor terbanyak di Asia Tenggara, kok para pengemban amanah pengendalian pandemi itu malah membanggakan keberhasilan.
Keberhasilan yang dibanggakan adalah banyaknya jumlah yang sembuh, padahal menurut Hidayat yang terpenting justru menghentikan penularannya. Dalam hal ini, penularannya yang tak terbendung, terus melaju semakin pesat.
Hidayat rupanya belum menyadari adanya gejala hipokritas dalam bahasa kaum elite kita zaman now. Gejala itu dipahami secara fasih oleh rakyat kebanyakan.
Dalam gejala hipokritas itu, setiap istilah atau kata yang diucapkan elite selalu dipahami oleh rakyat sebagai eufemisme (memperhalus), hingga sering maksud sebenarnya justru lawan katanya.
Kata "berhasil" atau sering disebutkan dengan "sukses", itu aufemisme dari kata "gagal". Kata "gagal" dianggap terlalu kasar jika diucapkan, jadi diperhalus jadi "berhasil" atau "sukses".
Rakyat jelata fasih sekali menafsirkan ucapan kaum elite yang sedemikian. Maka itu, rakyat kebanyakan tak mau protes ini atau itu, karena terbiasa membaca secara kosok bali kenyataan di balik retorika elite. Begitulah kearifan rakyat awam.
Rakyat cukup manggut-manggut arif ketika pemangku amanah menjungkirbalikkan istilah. Mengklaim sukses mengendalikan pandemi ketika dari waktu ke waktu laju penularannya justru terus membesar. Rakyat memahami apa arti ucapan elite itu dengan realitas sebaliknya.
Misal banjir yang meredam tujuh kabupaten di Kalimantan Selatan yang tak surut hingga lebih 10 hari. Oleh elite nasional disebut akibat curah hujan yang luar biasa besar sebagai bawaan fenomena LaNina.
Rakyat yang memahami LaNina datang berkala, tapi baru kali ini mengakibatkan banjir separah itu, tak merasa perlu membantah sang dlite karena memahami semangat hipokritas pada bahasa elite tersebut. Rakyat yang tenggelam banjir itu paham betul apa yang diperhalus dalam ucapan elite itu.
Setidaknya, arti kata pembangunan lingkungan hidup yang dilakukan konglomerat dengan membabat hutan perawan dijadikan lahan sawit dan pertambangan batu bara. Kata "membangun kawasan lingkungan" di situ realitasnya adalah merusak lingkungan yang menjadi penyebab banjir bandang dan banjir besar itu. Ini sesuai kata Ketua Walhi provinsi tersebut.
Pemahaman rakyat terhadap hipokritas elite membuat rakyat hanya tersenyum setiap ada retorika elite mengobral kata sukses. ***

 

Selanjutnya.....

ICU RS Rujukan Covid Jakarta Penuh!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Jumat 29-01-2021
ICU RS Rujukan Covid Jakarta Penuh!
H. Bambang Eka Wijaya

KOORDINATOR Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Mayor Jenderal TNI dokter Tugas Ratmono mengaku kesulitan merujuk pasien gejala berat Covid-19, sebab ICU rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta terus penuh belakangan ini.
"Ini yang tidak mudah. Karena kami pahami di ICU RS rujukan juga sangat-sangat sulit akhir'akhir ini," kata Tugas dalam talkshow BNPB di YouTube dikutip Kompas.com (26/1).
Karena itu, menurut Tugas pihak RS Wisma Atlet akan berupaya merawat pasien gejala berat dengan keterbatasan fasilitas yang dimiliki.
Meski sejak awal tak didesain untuk menampung pasien gejala berat namun tugas itu harus tetap dilakukan mengingat sudah penuhnya ICU RS rujukan Covid-19 di Ibu Kota.
"Kami mengoptimalkan yang ada di Wisma Atlet untuk melaksanakan pelayanan ICU," kata Tugas.
Masalahnya, Wisma Atlet tak memiliki fasilitas selengkap RS rujukan Covid-19. Sebagai RS Darurat, RS Wisma Atlet hanya memiliki tempat tidur ICU transisi, high care unit (HCU) dan intermediate care unit (IMCU).
Ketiga fasilitaa itu standarnya di bawah tempat tidur ICU di RS rujukan Covid-19.
Karena itu, merujuk pasien gejala berat ke RS lain sangat diperlukan agar bisa mendapat pelayanan optimal.
"Jika ada yang perlu dirujuk dan sudah ada tempatnya, kami rujuk. Kalau tidak,   konsekuensinya kami dengan tim ICU betul-betul mengoptimalkan di sana," ujarnya.
Krisis fasilitas tempat tidur ICU di Jakarta itu cerminan kian seriusnya pandemi Cogid-19 di Tanah Air yang pada Selasa 26 Januari jumlah kumulatif orang yang terinfeksi sejak 2 Maret 2020 tembus satu juta orang, tepatnya 1.012.350 kasus.
Jumlah itu tercapai setelah hari itu bertambah 13.094 kasus. Dengan total pasien sembuh sebanyak 820.356 orang, yang meninggal dunia akbat Covid hari itu juga bertambah 336 pasien. Dengan itu, jumlah pasien Covid yang meninggal jadi 28.468 orang.
Secara akumulasi pemerintah telah memeriksa 8.881.607 spesimen terhadap 5.931.637 orang yang diambil sampelnya. Satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.
Kasus Covid-19 kini sudah merebak di seluruh Indonesia, 34 provinsi, 510 kabupaten/kota. Dari semua itu, kasus aktif Covid-19 di seluruh Indonesia pada Senin (25/1) ada sebanyak 161.636 kasus.
Dari kasus aktif yang perlu fasilitas perawatan itu, di DKI Jakarta dilaporkan Pemprov pada 24 Januari 2021 data ketersediaan tempat tidur isolasi untuk pasien Covid-19 tersisa 14%. Dari 8.055 tempat tidur, terisi 6.954. ***




Selanjutnya.....

Kredit Perbankan Desember Minus 2,7%!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Kamis 28-01-2021
Kredit Perbankan Desember Minus 2,7%!
H. Bambang Eka Wijaya

KREDIT perbankan Indonesia Desember 2020 terkontraksi minus 2,7% (yoy), lebih dalam dari November --1,7%. Data Bank Indonesia (BI) mencatat terjadinya kontraksi empat bulan berturut sejak September.
"BI memandang penurunan kredit perbankan disebabkan oleh penurunan kredit kepada korporasi dan pelambatan kredit perorangan," demikian Data Analisa Uang Beredar BI, dikutip Infobank (22/1/2021).
Menurut data tersebut, kredit kepada korporasi turun lebih dalam, dari minus 3,4% (yoy) pada November 2020 menjadi minus 5,1% (yoy) pada Desember 2020.
Sementara penyaluran kredit pada debitur perorangan melambat dari 0,7% (yoy) pada November menjadi 0,5% (yoy) pada Desember.
Untuk jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja (KMK) paling jeblok, dari tumbuh negatif --3,8% (yoy) pada November, anjlok menjadi --4,9% (yoy) pada Desember.
KMK sektor industri pengolahan Desember 2020 tumbuh negatif --8,4% (yoy), lebih dalam dari Novermber --4% (yoy).
Sementara KMK sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan tumbuh negatif --9,3% (yoy), lebih dalam dari November --7,6% (yoy).
Sedangkan Kredit Investasi (KI), yang pada November masih tumbuh positif 0,2% (yoy), pada Desember terkontraksi menjadi minus --1,0% (yoy).
KI sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan terkontraksi sedalam --1,9% (yoy), dari bulan sebelumnya --0,5% (yoy).
Sementara Kredit Konsumsi (KK) Desember 2020 juga terkontraksi --0,7% (yoy), dari --0,2% bulan sebelumnya. Penyebabnya, ada penurunan kredit subsektor KPR dan KKB.
Agak mengejutkan kredit ke sektor UMKM yang dipromosikan habis-habisan untuk memajukannya, ternyata juga mencatat penurunan lebih dalam di skala usaha mikro menjadi --2,2% (yoy) pada Desember, dari --2,0% bulan sebelumnya.
Sementara di skala usaha kecil meningkat 3,5% (yoy) dari bulan sebelumnya 3,1% (yoy). Demikian pula pada skala usaha menengah meningkat dari 0,5% (yoy) pada Novemner menjadi 1,6% pada Desember 2020.
Tampak masih adanya kendala struktural dan administratif pada kredit untuk skala usaha mikro yang harus ditangani secara lebih serius, agar lapisan masyarakat survival ini bisa bangkit dari keterpurukan yang lebih parah akibat laten terkontraksi.
Di sisi lain, juga terkontraksinya kredit sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, yang menyangkut kehidupan mayoritas masyarakat, perlu mendapat perhatian khusus (bersamaan dengan subsektor usaha mikro), agar ketimpangan sosial tak semakin jomplang. ***



Selanjutnya.....

Airlangga dan Monardo pun Terinfeksi!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Rabu 27-01-2021
Airlangga dan Monardo pun Terinfeksi!
H. Bambamg Eka Wijaya

BELUM usai kehebohan Airlangga Hartarto menyumbangkan plasma Konvalesen sebagai pertanda ia telah sembuh dari infeksi Covid-19, Doni Monardo mengumumkan dirinya telah terinfeksi virus korona, Sabtu (23/1/2021).
Airlangga adalah Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Sedangkan Doni Monardo Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkst Pusat. Keduanya tokoh pada puncsk hirarki struktur penanggulangan bencana non-alam virus Covid-19. Mereka paling bertanggung jawab dalam mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19.
Kalau tokoh-tokoh yang paling bertanggung jawab dalam pencegahan penularan virus Covid-19 itu sendiri yang terinfeksi virus yang semestinya ia cegah menginfeksi warga di negeri ini, kepada siapa lagi rakyat harus berlindung dari serangan virus yang semakin ganas itu?
Berlindung kepada vaksin? Bupati Sleman Sri Purnomo baru beberapa hari usai divaksin juga mengumumkan dirinya telah terinfeksi virus korona. Lantas, para ahli menyebut, kalau baru sekali divaksin imunitas tubuh belum cukup.
Jelas, hanya kepada-Nya orang harus berserah diri minta perlindungan dari ancaman segala bentuk bencana. Tentu dengari berikhtiar menghindari ancaman itu. Dalam hal ini, mengamalkan dengan sebaik-baiknya protokol kesehatan, dengan vaksinasi yang lengkap agar tak mudah terpapar virus korona.
Artinya, jangan sekali-kali tergantung pada selain Dia. Alalagi setelah terbukti, orang yang berfungsi melindungi dirimu dari serangan virus korona, justru mereka sendiri tak bisa menghindarkan diri mereka sendiri dari virus yang semestinya mereka hentikan dan habisi penyebarannya.
Untuk itu, Anda harus selalu meyakinkan diri sendiri pada setiap langkah atau tindakan Anda aman dari paparan virus korona. Dari menghindari bersalaman dengan kepala menunduk diiringi isyarspat kedua telapak tangan, sampai untuk menghindari kerumunan tidak menghadiri undangan dan menggantinya dengan kiriman bunga atau ucapan selamat lewat pesan selular.
Kalau Airlangga Hartarto yang hidup dalam kawalan ajudan dan serba protokoler saja bisa terinfeksi, apalagi kita yang hidup di alam bebas. Harus sangat hati-hati, apalagi kini virusnya sudah bisa menular lewat udara.
Maksudnya, jika kebetulan daerah tempat tinggalnya masih zona hijau atau kuning, jangan paksakan diri keluyuran ke wilayah zona merah. Banyak kejadian, orang yang baru kembali dari zona merah ketahuan dirinya telah terpapar virus korona. ***







Selanjutnya.....

Bukti Denda Prokes Gagal Atasi Covid!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Selasa 26-01-2021
Bukti Denda Prokes Gagal Atasi Covid!
H. Bambang Eka Wijaya

PEMPROV DKI Jakarta Kamis (21/1/2021) mengumumkan penghapusan aturan denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan. Denda progresif itu terbukti gagal mengatasi Covid-19, di awal berlaku kasus harian 200-an, Rabu 20 Januari 2021 jadi 3.786 kasus.
Denda progresif itu diatur dalam Pergub No. 79 Tahun 2020. Pergub tersebut telah dibatalkan dan diganti dengan Pergub No. 3 Tahun 2021 bertanggal 7 Januari 2021. Dalam Pergub pengganti tak ada lagi denda progresif.
Adapun denda progresif yang sebelumnya tertuang dalam Pergub 79 yaitu:
1. Pelanggaran pemakaian masker. Pasal 5 Ayat 1 menyebut setiapmp orang yang menggunakan masker tidak sesuai sampai menutup hidung dan dagu diancam sanksi kerja sosial selama 60 menit atau denda administrasi Rp250 ribu.
Ayat 2 pasal itu mengenakan sanksi progresif dengan ancaman setiap pelanggar akan dikenakan sanksi dua kali lipat dengan maksimal waktu kerja sosial 240 menit dan sanksi denda maksimal Rp1 juta. 
2. Sanksi perkantoran dan tempat usaha, tertuang dalam Pasal 8 Ayat 5-6, yang melanggar ketentuan PSBB diancam sanksi  ditutup selama 3x24 jam. Apabila pelanngaran berulang sekali dikenakan denda Rp 50 juta. Denda dikenakan Rp100 juta jika berulang dua kali, Rp150 juta jika berulang tiga kali dan untu7k pelanggaran berikutnya. (Kompas.com, 21/1/2021).
Angka kumulatif pasien Covid-19 DKI Jakarta per Rabu (20/1) tercatat 236.075 kasus, teryinggi untuk tingkat provinsi di Indonesia. Tempat tidur dan ruang ICU di rumah sakit sudab kritis, termasuk tanah kuburan untuk korban Covid-19 sudah nyaris habis. Jumlah pasien Covid yang meninggal di Ibu Kota mencapai 3.868 orang.
Pasien Covid-19 di Jakarta membeludak. Gubernur Anies Baswedan angkat tangan. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria pun meminta pemerintah pusat mengordinasikan penanganan Covid-19 di Jabodetabek.
Riza mengatakan, Anies berharap pemerintah pusat bisa mengambil alih koordinasi penanganan Covid-19 di Jabodetabek.
Kepemimpinan pemerintah pusat, kata Riza, diharapkan bisa menumbuhkan fasilitas kesehatan di sekitar Jakarta agar faskes di DKI tidak penuh seperti saat ini.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menanggapi permintaan itu. Ia mengatakan pemerintah pusat melalui Kemenkes akan melakukan intervensi secara komprehensif untuk menangani Covid-19 di wilayah Jabodetabek.
"Bukan hanya sektor kesehatan, dari sisi penegakan hukumnya juga," ujar Nadia. ***








Selanjutnya.....

Biden Batalkan Kebijakan Aneh Trump!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Senin 25-01-2021
Biden Batalkan Kebijakan Aneh Trump!
H. Bambang Eka Wijaya

USAI dilantik menjadi Presiden AS, Joe Biden membuat perintah eksekutif membatalkan kebijakan aneh-aneh Trump. Dari mengatasi pandemi, larangan masuk AS warga negara berpenduduk mayoritas muslim, kembali ikut Perjanjian Iklim Paris, hingga join ke WHO lagi.
"Tak bisa membuang waktu jika menyangkut penanganan krisis yang kita hadapi," cuit Biden dalam perjalanan dari Capitol Hill menuju Gedung Putih usai pelantikannya.
Kalau Trump memberi contoh enggan memakai masker, langkah pertama Biden mengatasi pandemi dengan keharusan setiap warga  memakai masker selama 100 hari. Kewajiban memakai masker dan menjaga jarak di kantor-kantor federal.
Akibat gaya selengekan Trump menghadapi pandemi, Covid-19 telah merenggut 400 ribu nyawa warga AS dan menginfeksi 10 juta orang di negeri itu.
Bersamaan kembalinya AS menjadi anggota WHO, pakar virus Dr. Anthony Fauci yang selama ini diseterui Trump langsung bergabung dalam diskusi dewan pakar WHO.
Memusatkan penanganan Covid-19 secara nasional guna mengorganisasikan distribusi APD, vaksin dan tes.
Dalam keimigrasian, selain membatalkan kebijakan Trump anti-Islam dengan larangan masuk warga dari negara berpenduduk mayoritas muslim, juga dihentikan pembangunan tembok penghalang imigran sepanjang perbatasan AS-Meksiko.
Dalam penanganan perubahan iklim, selain kembali masuk Perjanjian Paris 2015 setelah dikeluarkan oleh Trump hanya karena iuran AS untuk pengendalian iklim dinilai paling besar, sesuai dengan pemilikan banyak dan besarnya cerobong asap pabrik, juga membatalkan jalur pipa Keystone XL yang merusak lingkungan pemukiman warga asli Amerika.
Seluruhnya ada 15 perintah eksekutif yang dibuat Biden untuk membatalkan kebijakan aneh-aneh Trump semasa berkuasa. Namun itu belum semua kebijakan kontroversial Trump.
Tak semua kebijakan kontroversial itu bisa dibatalkan lewat perintah eksekutif. Tapi ada yang harus lewat persetujuan Kongres dalam bentuk Undang-Undang. Misalnya menetapkan bantuan pada masa pandemi, pemberian kewarganegaraan terhadap migran yang tak berdokumen resmi, juga reformasi pelayanan kesehatan. (BBC-Ina/detiknews, 21/1/2021)
Namun untuk memprosesnya di Kongres pada era Biden ini diperkirakan akan lebih mudah. Sebab, suara Partai Dempkrat pendukung Biden dewasa ini posisinya mayoritas, baik di DPR maupun Senat.
Meski demikian Biden menolak untuk membuat keputusan eksekutif tentang pembatasan pinjaman mahasiswa, serta mencabut larangan perdagangan. ***



Selanjutnya.....

Tetap 3M, Divaksin Juga Masih Bisa Tertular Virus!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Minggu 24-01-2021
Tetap 3M, Divaksin Juga
Masih Bisa Terular Virus!
H. Bambang Eka Wijaya

TINGKAH Raffi Ahmad usai divaksin perdana bersama Presiden Jokowi malamnya ke pesta artis tanpa pakai masker, dikecam warganet. Bahkan dokter Tirta menyebut tindakan Raffi itu tamparan keras bagi pemerintah.
Pasalnya, meski sudah divaksin, orang harus tetap taat 3M--memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menjaga jarak--karena masih bisa tertular virus Covid-19.
Menjawab apakah vaksin Covid-19 menjamin 100% tidak akan terinfeksi, Prof. Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menjawab, "Saya rasa di dunia ini tak ada yang menjamin 100%."
Karena itu ia ingatkan setiap partisipan penerima vaksin, setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19 yang pertama, maka itu tidak langsung akan membuat antibodi tubuh Anda muncul dan meningkat drastis.
"Paling tidak setelah dua kali suntik, paling tidak 14 hari sampai satu bulan itu baru maksimal antibosinya," jelasnya.
"Di antara rentang itu orang masih rentan, maka masker tidak boleh lepas, apalagi belum seluruhnya (menerima vaksin), ada yang menolak segala, itu yang kemudian jadi tidak aman begitu, maka di sini harus bersama-sama kita imunisasi," kata Sri. (Kompas.com, 13/1)
Senada, Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Prof. Iris Rengganis mengatakan vaksin butuh dua kali penyuntikan dosis vaksin dan juga jeda waktu minimal 14 hari untuk membuat antibodi utuh dalam tubuh vaksin tersebut.
"Jadi waktu pembentukan antibodi pertama dari vaksin virus mati ini adalah membutuhkan dua kali suntik supaya antibodinya terbentuk," ujar Rengganis.
Dalam priode rentang pembentukan antibodi tubuh oleh vaksin Covid-19 Sinovac yang disuntikkan itu, warga haruslah tetap menjaga diri dengan sisiplin protokol kesehatan.
"Maka itu penyuluhan penting, jangan sampai orang sekali vaksin terus dia berpikir sudah aman, lantas 3M-nya tidak dia lakukan lagi, jadi sebelum vaksin kedua dia sudah tertular Covid-19," lanjut Rengganis.
Sementara itu, kolom Andree Surianta di Kompas.com (9/1) menyebut belum ada indikasi apakah antibodi dari vaksin bisa bertahan selama 15 bulan implementasi empat gelombang vaksinasi oleh Kemenkes.
Jadi, ada kemungkinan penerima vaksin gelombang pertama atau kedua sudah tak lagi kebal saat program selesai. Saat kekebalan memudar, hanya protokol kesehatan yang bisa menekan penularan.
Karena itu, penerima vaksin agar sadar dirinya tak sekebal pendekar silat dalam sinetron. ***


Selanjutnya.....

Pedagang Daging Jabodetabek Mogok!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 23-01-2021
Pedagang Daging Jabotabek Mogok!
H. Bambang Eka Wijaya

PARA pedagang daging sapi di Jabodetabek mogok jualan mulai Rabu (20/1/2021) sebagai protes atas melonjaknya harga daging sapi di rumah pemotongan hewan.
Tb Mufti Bangkit, Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI mengatakan, harga per kilogram karkas (daging sapi yang belum dipisah dari tulang dan kulitnya) Rp95.000. Harga tersebut terlalu tinggi untuk dijual kembali di pasar.
"Ditambah cost produksi dan ekspedisi total sudah Rp120.000 per kg. Belum karyawan, belum pelaku pemotong sendiri kan harus (memberi uang) anak istri di rumah," kata Mufti. (Kompas.com, 19/1)
Menurit Mufti  kenaikan harga daging itu merugikan pedagang. Pasalnya, kenaikan harga itu melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Akibatnya, masyarakat enggan untuk membeli daging sapi lagi.
"Kasihan masyarakat kalau kami naikkan terlalu tinggi, tidak ada yang beli," ujarnya.
Menurut Mufti, lonjakan harga daging sapi belakangan ini sudah dirasakan sejak dirasakan empat bulan terakhir. Kenaikan harga itu diprediksi akan terus terjadi hingga April 2021.
"Diprediksi akan naik terus sampai bulan Maret atau April  dengan harga tertinggi Rp105.000 per kg karkas. Sekarang harga per kg karkas masih Rp94.000," ujarnya.
Mogoknya pedagang daging Jabodetabek menyusul pedagang tahu-tempe setempat, masalahnya hampir sama, yakni akibat ketergantungan pada komoditas impor.
Dari penuturan  Mufti bisa disimpulkan penyebab kenaikan harga daging karena pasokan sapi bakalan maupun daging dari Australia menyusut. Masalahnya, Australia mengalihkan ekapornya ke Vietnam dan Thailand.
Saran Mufti, untuk menormalisasi harga daging adalah memperbaiki hubungan dan pasokan dari Australia.
Lonjakan pertama harga daging sapi terjadi dalam kurun 2009-2014. Waktu itu harga daging sapi tak jauh dari harga daging ayam potong, di kisaran Rp35.000-40.000.
Setelah menteri pertanian mencanangkan  swasembada daging sapi, impor sapi bakalan dari Australia dihentikan. Sapi lokal ternyata tak cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya sapi-sapi bunting pun disembelih. Harga daging waktu itu seketika melonjak jadi di atas Rp100.000/kg. Sejak itu pemerintah tak pernah berhasil menurunkan harga daging sapi kembali seperti sediakala.
Tapi kali ini mungkin ekses setelah 32 feedloter didenda ratusan miliar dengan dakwaan kartel pada 2016, feedloter cenderung membatasi impor menghindari denda. Malah terjadi kelangkaan.***





 
Selanjutnya.....

India Gunakan Vaksin Buatan Sendiri!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Jumat 22-01-2021
India Gunakan Vaksin Buatan Sendiri!
H. Bambang Eka Wijaya

MENARGETKAN vaksinasi 300 juta orang pada Juli 2021, India menggunakan vaksin buatan dalam negeri sendiri. Perdana Menteri Narendra Modi memprioritaskan petugas kebersihan dan pekerja garis depan mendapat vaksin perdana, politisi tidak masuk prioritas.
Melalui pidato virtual, Modi memulai program vaksinasi yang ia sebut "terbesar di dunia" itu Sabtu (16/1/2021).
"Biasanya, butuh waktu bertahun-tahun untuk membuat vaksin, tapi dalam rentang waktu yang singkat, tidak hanya satu, tapi dua vakain "Made in India" sudah siap," ujar Modi.
Kantor berita Jerman Deutch Welle yang menyaksikan pidato itu melaporkan cara Modi melancarkan progam vaksinasi yang satu putaran meliputi sebanyak penduduk Amerika Serikat itu. Penduduk India 1,3 miliar jiwa.
Pada hari pertama, tiap 100 orang dari 3.006 pusat pemerintahan di seluruh negeri divaksinasi. Setiap vaksinasi memakan waktu sekitar 30 menit.
Sekitar 30 juta tenaga kesehatan dan pekerja garis depan seperti petugas sanitasi dan keamanan, menjadi yang pertama menerima vaksin Covid-19.
Kelompok berikutnya orang berusia di atas 50 tahun atau yang dianggap sebagai individu berisiko tinggi karena kondisi medis yang sudah ada sebelumnya.
"Program vaksinasi ini didasarkan pada prinsip kelompok prioritas yang akan divaksinasi dan petugas kesehatan, baik sektor pemerintah maupun swasta, termasuk pekerja ICDS (Integrated Chlid Development Services/guru Paud yang menjalankan fungsi Posyandu), menerima vaksin tahap ini," rilis Satgas Covid negeri itu. (Kompas.com, 18/1)
Birokrasi pemerintah dan petugas terkait semua jenjang dari atas sampai bawah telah melakukan simulasi pelaksanaan program raksasa vaksinasi nasional tersebut untuk kelancaran dan tepat waktu distribusi hingga pelaksnaannya.
Vaksin harus selalu disimpan pada suhu rendah (dingin). Ini tantangan berat menjelang bulan-bulan musim panas yang semakin dekat.
India telah menyiapkan peralatan pendingin untuk penyimpanan vaksin di seantero negerinya. Termasuk 45.000 kulkas berlapis es, 41.000 peti pendingin, dan 300 lemari es bertenaga surya.
Negara itu juga meluncurkan Co-Win, platform digital online untuk melacak vaksin, penyimpanan, dan individu yang telah menerima vaksin, sebagai alat untuk memantau program ini.
Program itu sebanding dengan kondisi India, negara terburuk kedua setelah AS dalam bencana Covid-19, dengan total kasus 10,6 juta, sembuh 10,2 juta, dan meninggal 153 ribu jiwa pada Selasa (19/1/2021). ***

Selanjutnya.....

'Harta Karun' Baru Ekspor Indonesia!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Kamis 21-01-2021
'Harta Karun' Baru Ekspor Indonesia!
H. Bambang Eka Wijaya

INDONESIA menemukan 'harta karun' baru dalam ekspor Indonesia. Menteri Perdagangan M. Lutfi menyebut nilainya mencapai ratusan triliun rupiah. Komoditas tersebut adalah sarang burung walet.
"Kita ini penghasil, pengekspor, konon kabarnya 2.000 ton sarang burung walet, 110 ton di antaranya sudah terakreditasi dan dijual langsung ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Bisa dibayangkan dari 110 ton, 1 kg nilainya Rp25 juta," ujar Lutfi saat peluncuran Platform Digital Indonesia Store (IDNStore) di Jakarta pekan lalu.
"Sisanya kita lewati beberapa negara singgahan. Hong Kong, Vietnam, Malaysia dan ujungnya sampai juga ke RRT," lanjutnya. "Harga tersebut kita hitung, 2.000 ton saja dikali Rp25 juta, nilainya Rp500 triliun, artinya 3,5 miliar dolar AS." (CNBC-Ina, 14/1/2021)
Pemerintah Indonesia sudah mengajukan agar Pemerintah Tiongkok memberikan bimbingan teknis bagi perusahaan sarang burung walet Indonesia, sehingga bisa memenuhi ketentuan kapasitas dan syarat eksportasi ke Tiongkok.
Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara eksportir sarang burung walet ke Tiongkok dengan pangsa pasar sebesar 75,3%.
Nilai impor sarang burung walet Tiongkok dari Indonesia pada priode Januari-November 2020 mencapai 350,93 juta dolar AS. Meningkat 88,6% dari priode yang sama 2019 sebesar 186,07 juta dolar AS.
"Sarang burung walet ini sesuatu yang menaruk," ujar Lutfi. "Saya sudah lapor ke Bapak Presiden karena saya bilang, saya yakin pertumbuhan yang ditargetkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) akan tercapai oleh Kementerian Perdagangan."
Selama ini Indonesia mengandalkan banyak komoditas lain demi mengejar defisit neraca perdagangan, mulai dari lemak dan minyak hewan/nabati, mesin dan perlengkapan elektrik hingga kendaraan dan bagiannya. Sayang, defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) masih kerap terjadi tiap kuartalnya. Kali ini, sarang burung walet akan diangkat menjadi komoditas ekspor unggulan.
Lampung merupakan pusat produsen sarang burung walet di Indonesia. Di jalan dari Gedong Tataan menuju Pringsewu, di kanan jalan berjajar bangunan tinggi tanpa jendela, yang dering disebut WTC (bukan World Tade Center, tapi Walet Trade Center.
Karantina pertanian bandara Radin Inten II tempat sertifikasi produk walet untuk ekspor dan ke luar daerah, September lalu tercatat sebanyak 3.830l,3 kg. Tokopedia, salah satu pemasar aktif sarang burung walet Lampung di pasar online. ***




Selanjutnya.....

Kematian Covid-19 Semakin Cepat!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Rabu 20-01-2021
Kematian Covid-19 Semakin Cepat!
H. Bambang Eka Wijaya

KEMATIAN akibat Covid-19 di dunia semakin cepat. Menurut Reuter (16/1), pada tahap awal perlu waktu sedikitnya sembilan bulan untuk mencapai satu juta kematian. Tapi hanya dalam tiga bulan terakhir jumlah kematian sudah tembus dua juta jiwa.
Bahkan pada dua pekan pertama 2021 ini, laju angka fatalitas Covid-19 menjadi lebih pesat lagi. Sesuai perhitungan Reuter, rata-rata setiap hari terjadi 11.900 kematian, atau satu nyawa hilang setiap delapan detik.
Mengingat demikian pesat virus ini menyebar, karena varian baru yang lebih menular, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
"Kami akan memasuki tahun kedua pandemi. Bahkan bisa lebih sulit mengingat dinamika transmisi dan beberapa masalah yang kami lihat," kata Mike Ryan, pejabat tinggi darurat WHO, Rabu lalu.
Pusat pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat juga memperingatkan, varian baru virus corona bisa memperburuk pandemi. Varian virus baru yang pertama ditemukan di Inggris disebut dengan B.1.1.7 juga sudah ditemukan di sekitar selusin negara bagian AS.
Dilansir CNN, CDC mengatakan virus varian baeu lebih menular dari jenis lainnya. Artinya, AS harus menggandakan upaya untuk melindungi warganya.
Saat ini, menurut Worldometer, infeksi Covid-19 di AS telah mencapai lebih dari 24,1 juta kasus positif, dengan 401.856 kematian.
Tak hanya pada varian virus baru corona Inggris, CDC juga mengawasi varian yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan dan kini disebut B.1.351 ditambah satu varian virus yang ditemukan di antara empat pelancong asal Brasil saat mendarat di Jepang yang disebut B.1.1.28.
Varian-varian baru ini membawa konstelasi mutasi genetik," tulis CDC.
Munculnya varian-varian baru ini menimbulkan kekhawatiran, virus bisa berubah dengan cara yang akan membantunya lolos dari kekebalan yang dibuat oleh vaksinasi.
Vaksin Covid-19 dirancang agar cepat dan mudah sesuai dengan strain baru yang beredar, tetapi perubahan besar yang mungkin terjadi bisa membuat orang perlu divaksin ulang. (Kompas.com, 16/1)
Kemungkinan lain, beberapa perubahan bisa membuat virus lebih sulit dideteksi tes standar.
CDC juga khawatir jika virus berubah dengan cara demikian, varian baru virus vorona ini bisa menginfeksi kembali orang-orang yang sudah sembuh dari virus sebelumnya.
Peningkatan penularan di Indonesia juga signifikan. Dari sekitar 10.000 kasus per hari akhir 2020, Jumat (15/1/2021) menjadi 12.818 kasus.***




Selanjutnya.....

Survei BI, Penjualan Ritel Kian Ambles!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Selasa 19-01-2021
Survei BI, Penjualan Ritel Kian Ambles!
H. Bambang Eka Wijaya

HASIL survei Bank Indonesia (BI) dicerminkan Indeks Penjualan Riil (IPR) menunjukkan penjualan ritel 2020 anjlok sedalam 16,3% yoy pada November, lebih buruk dari bulan sebelumnya minus 14,9%.
Hal itu membuat penjualan ritel terus berada di zona kontraksi (pertumbuhan negatif) dalam 12 bulan beruntun. Bahkan sejak Oktober 2020 laju kontraksinya semakin parah.
Lebih menyedihkan lagi, penjualan ritel pada Desember 2020 diperkirakan semakin ambles. BI memprediksi IPR Desember 2020 tumbuh minus 20,7% yoy.
Dengan demikian, penjualan ritel sepanjang kuartal IV 2020 diperkirakan minus 17,3% yoy. Lebih dalam dari kuartal sebelumnya, minus 10,1% yoy. (CNBC-Ina, 12/1/2021)
Data BI ini mengkonfirmasikan bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih bermasalah. BI juga merilis hasil Survei Konsumen priode Desember 2020 yang hasilnya belum menggembirakan.
Pada Desember 2020 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat pada 96,5. Naik dibanding bulan sebelumnya, 92.
IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Jika masih di bawah 100, artinya konsumen belum sepenuhnya percaya diri mengarungi perekonomian saat ini dan beberapa bulan ke depan.
Sepasang data itu, IPR dan IKK, memberi gambaran konsumsi rumah tangga masih belum sehat. Padahal  konsumsi rumah tangga adalah penyumbang terbesar pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan kontribusi sebesar 57,3% pada kuartal III 2020.
Pada kuartal II 2020 konsumsi rumah tangga tumbuh minus 5,52% yoy, dan pada kuartal III 2020 minus 4,04% yoy. Melihat IPR dan IKK yang nyungsep, sukar untuk memprediksi kuartal IV 2020 komsumsi rumah tangga bisa berbalik arah menjadi tumbuh positif.
Kalau pada kuartal IV 2020 masih tumbuh negatif, harapan Indonesia untuk keluar dari resesi tinggal tergantung pada investasi (pembentukan modal tetap bruto/PMTB), surplus ekspor dari impor, konsumsi pemerintah, dan konsumsi lembaga nonpemerintah.
Pada kuartal III 2020 PMTB menyunbang PDB 31,12%, surplus ekspor dari impor sekitar 2,6%, dan konsumsi pemerintah 9,69%. Konsumsi pemerintah yang digenjot maksimal priode tersebut, menjadi harapan lolos dari resesi. Sayangnya, genjotan konsumsi pemerintah itu nilainya agak keropos, seperti bansos.
Untuk menghindari risiko keropos oleh korupsi, pemerintah mengubah bantuan dari sembako menjadi bantuan langsung tunai (BLT), weselnya dikirimkan ke alamat penerima melalui kantor pos.
Semoga upaya terakhir ini bisa mengangkat bangsa dari kubangan resesi. ***


Selanjutnya.....

Herd Immunity untuk Tak Main Paksa!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Senin 18-01-2021
Herd Immunity untuk Tak Main Paksa!
H. Bambang Eka Wijaya

SAAT mengumumkan vaksinasi Covid-19, Presiden Jokowi menyatakan tidak semua penduduk Indonesia yang 270 juta divaksin. Tapi, untuk mencapai herd immunity cukup 180 juta orang, atau 70% dari total penduduk.
Herd immunity artinya kelompok kebal dari suatu virus penyakit tertentu. Untuk membentuknya, cukup 60% - 70% dari suatu kelompok masyarakat yang mendapat vaksin.
Dengan itu, ketika ada virus memapar salah satu anggota kelompok, ia gagal menginfeksi. Penyebaran virus pun terputus pada orang yang telah dikebalkan tersebut. Maka seluruh warga kelompok kebal itu selamat dari paparan virus.
Pola herd immunity dibuat untuk menghindari adanya pemaksaan dalam proses vaksinasi. Karena, dalam setiap kelompok kebal selalu ada orang yang tersisa tidak divaksin.
Untuk itu, tidak perlu main paksa pada semua orang harus mau divaksin. Apalagi pakai paksaan dengan ancaman hukuman denda kalau menolak divaksin. Tindakan seperti itu tak perlu dilakukan, karena akan selalu ada yang tersisa tidak divaksin dalam setiap kelompok.
Pemaksaan juga bisa menghabiskan waktu sehingga program vaksinasi tak mencapai target herd immnunity tepat waktu.
Kebiasaan main paksa atau intimidatif yang lazim dilakukan penguasa kemaruk unjuk kekuasaan itu, tak perlu dilakukan dalam vaksinasi mengatasi pandemi.
Pola intimidatif biasa untuk menimbulkan efek jera. Khusuanya bagi perilaku jahat seperti mencuri, menipu, merampok, pengedar narkoba, dan sejenisnya.
Kalau untuk kepentingan bersama dalam kehidupan bermasyarakat, yang harus dibangun adalah kesadaran. Mediumnya partisipasi, bukan aturan intimidatif.
Dalam pola partisipatif orang merasa "diwongke", dihormati harkat-martabatnya, sehingga merasa dirinya lebih dihargai dan terhormat. Untuk kehormatan dirinya itu orang rela mengorbankan waktu, milik, bahkan dirinya demi kepentingan kebersamaan.
Itu jauh berbeda dengan pola intimidafif, di mana orang merasa direndahkan harkat dan martabatnya, disepelekan hingga layak dihukum dalam bentuk apa pun. Cara ini bisa membuat orang kesal. Alih-alih jadi jera, malah banyak yang ngadat melawan secara tertutup atau sembunyi-sembunyi.
Contohnya pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan dengan hukuman denda atau kerja paksa sebagai ganti kalau tak mampu bayar denda, sembilan bulan aturan itu bukan efek jera yang didapat, survei pemerintah yang diungkap Jokowi, disiplin masyarakat masih buruk. Akibatnya, penularan Covid cenderung meningkat terus. ***



Selanjutnya.....

Komnas HAM Paparkan Tragedi Tol Japek Km-50!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Minggu 17-01-2021
Komnas HAM Paparkan
Tragedi Tol Japek Km-50!
H. Bambang Eka Wijaya

KOMITE Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memaparkan hasil investigasi tragedi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km-50, tewasnya 4 orang laskar FPI saat dalam penguasaan petugas dinyatakan merupakan pelanggaran HAM. Rekomendasinya, diproses pidana.
"Terdapat 6 orang meninggal dunia dalam konteks peristiwa yang berbeda," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam jumpa pers, Jumat. (detiknews, 8/1/2020).
Konteks pertama terjadi di Jalan Internasional Karawang hingga diduga mencapau Km-48 Tol Cikampek. Komnas HAM menyebut, ada saling serang dan baku tembak antara laskar FPI dan polisi. Dua laskar FPI tewas pada momen ini.
"Substansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antarmobil dan saling serang antara petugas dan paskar FPI," jelas Anam.
Konteks peristiwa yang kedua terjadi setelah Km-50 Tol Cikampek. Sebanyak 4 orang laskar FPI yang masih hidup dibawa oleh polisi, dalam penguasaan petugas resmi negara ini, kemudian ditemukan tewas.
"Peristiwa tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia," ujar Anam. Tewasnya 4 laskar FPI pasca Km-50 merupakan peristiwa unlawfull killing.
"Penembakan sekaligus terhadap 4 orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari makin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikadikan adanya tindakan unlawfull killing terhadap 4 orang anggota laskar FPI," uangkap Anam.
Titik picu terjadinya tragedi ini menurut Komnas HAM karena mobil anggota laskar FPI sempat menunggu mobil yang dikendarai polisi. Padahal, mereka punya kesempatan untuk menjauh dan menghilang.
"Kedua mobil FPI tersebut berhasil membuat jarak dan memiliki kesempatan untuk kabur dan menjauh. Namun, mengambil tindakan untuk menunggu," ujar Anam. (Kompas.com, 8/1/2020)
Peristiwa bermula dari mobil rombongan Rizieq Shihab yang dibuntuti polisi sejak keluar kompleks perumahan Sentul. Enam mobil rombongan Rizieq melaju meninggalkan dua mobil pengawalnya yakni Toyota Avanza silver dan Chevrolet Spin.
Dua mobil pengawal yang ditinggal tersebut menjaga agar mobil yang membuntuti tak bisa mendekati rombongan Rizieq.
Setelah menunggu, akhirnya mobil laskar bertemu lagi dengan mobil polisi. Dua mobil laskar FPI melewati sejumlah ruas jalan kota Karawang dan diiukti tiga mobil pembuntut.
Kemudian, menurut Anam, terjadi kejar-kejaran yang nerujung pada baku tembak sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai Km-49 dan berakhir di Tol Jakarta-Cikampek Km-50. ***



Selanjutnya.....

Perbankan pun Disfungsi Intermediasi!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 16-01-2021
Perbankan pun Disfungsi Intermediasi!
H. Bambang Eka Wijaya

PERBANKAN Indonesia mengalami disfungsi intermediasi, penyaluran kredit terendah sejak krisis 1998/1999. Dengan dana perbankan yang tumbuh sekitar 10%-11% selama 2020, penyaluran kreditnya tak lebih dari 2%-3%. Bahkan pada November terjadi minus 0,49%.
Demikian catatan akhir tahun 2020 majalah Info Bank yang dirilis Pemimpin redaksinya Eko B. Suprityanto, Selasa (12/1/2020).
Dengan kenyataan itu, menurut Eko, bank telah kehilangan fungsinya. Bank justru menyembunyikan "bopeng" wajahnya dengan bedak restrukturisasi kredit.
Solek "menor" perbankan itu diperbolehkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Maret 2022. Maka para bankir pun melakukan buying time untuk cari aman sampai "the moment of truth" batas waktu harus berani mengambil risiko, tiba.
Sebelumnya, catat Info Bank, pada era 2014 pertumbuhan kredit paling tidak tiga sampai empat kali pertumbuhan ekojomi. Namun, sejak enam tahun lalu pertumbuhan kredit tidak lagi tiga kali pertumbuhan ekonomi. Artinya, kredit perbankan tidak (lagi) punya banyak kontribusi terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi.
Peran kredit perbankan makin rendah terhadap daya dorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, yang sekarang harus digenjot ialah bagaimana kred6it perbankan bisa kembali mengalir. Kredit perbankan paling tidak memberi dorongan terhadap sektor riil dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
Pertumbuhan kredit perbankan 2020 tercatat paling rendah, padahal suku bunga acuan BI (7 Day Revo-Rate) tercatat juga peling rendah sepanjang sejarah Indonesia. Masalahnya, kenapa permintaan kredit juga rendah padahal suku bunga sudah turun?
Boleh jadi, kata Eko, permintaan kredit tidak semata-mata dipengaruhi oleh suku bunga. Faktor suku bunga bukan menjadi hal utama bagi permintaan kredit.
Jika diperhatikan denyut sektor riil sekarang ini, telah terjadi penurunan aktivitas usaha. Dan yang utama adalah turunnya konsumsi masyarakat. Konsumsi rumah tangga juga berpengaruh penting dalam permintaan kredit. Tapi uang hanya berputar antarekening bahkan dalam bentuk simpanan masyarakat.
Sementara para bankir main aman saja, menyebut risiko kredit besar, sehingga bank perlu berhati-hati. Dana cadangan bank pun membengkak amat besar, terutama di bank milik negara (Himbata), sekalipun nonperforming loan (NPL) masih rendah
Lantas untuk apa dana publik ditimbun di lemari besi bank, ketika sektor riil lunglai amat membutuhkan energi dana? Inilah model ekonomi absurd! ***




Selanjutnya.....

Rekayasa Genetika Produksi Kedelai!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Jumat 15-01-2021
Rekayasa Genetika Produksi Kedelai!
H. Bambang Eka Wijaya

DI supermarket menemukan kedelai rebus diikat dengan gagangnya seperti "dekeman" di Jawa. Menarik, karena ini di supermarket kota besar Jepang. Ambil beberapa ikat masukkan kantong belanja. Di bus menuju stasiun dicicip.
"So big soybean," ucapku ke pria di sebelah yang melirik ke arahku.
Ia tersenyum sambil menyahut, "The hybrid soybean." Lantas nerocos dengan bahasa Inggris, yang saya tangkap maksudnya kira-kira, itu produk teknik rekayasa genetika, made in Jepang."
Terasa bangga ia menyebut 'made in Jepang'. Saya tak mau kalah menimpalinya, "Kami di Indonesia juga punya padi hibrida, kelapa hibrida, dan berbagai hibrida lainnya."
"Oh ya," giliran dia terkejut. "Berarti teknik rekayasa genetika dari Jepang sudah mendunia," lanjutnya.
"Hibrida kami asli Indonesia," tegasku. "Dan sudah berusia puluhan tahun."
"Tapi, kok aneh melihat kedelai hibrida? Berarti teknologinya masih di belakang Jepang," dia tak mau kalah. "Saya bisa menduga, padi hibrida dan kelapa hibrida kalian pasti tidak lebih besar-besar dibanding sebelumnya. Kedelai hibrida kau lihat sendiri, lebih besar dari induknya, lebih lagi dari neneknya."
Aku mati kutu.
"Kini si hibrida dikawinkan dengan genetika baru lagi, lahirlah anaknya kedelai transgenik," lanjutnya. "Sudah lebih canggih lagi. Bukan hanya kualitas produksinya yang terbaik karena bijinya besar-besar, kuantitas produksinya lebih dua kali lipat dari neneknya. Batang dan umurnya jadi lebih pendek, sekaligus lebih sakti dari hama udara (berbagai jenis belalang) dan hama akar (berbagai jenis ulat). Hasil panen petani jauh lebih terjamin kualitas dan kuantitasnya.
Aku jadi terdiam. Kebetulan sudah sampai stasiun KA, kami harus turun. Dalam hati aku bersyukur tak sempat buka rahasia, kedelai bahan pangan utama bangsa Indonesia, yang selama ini dicukupi dari impor.
Kedelai lokal produksinya rendah, buahnya lebih kecil-kecil, dan belum ada rekayasa  hingga banyak petani enggan menanam kedelai.
Kalau pada tanaman pangan lain sudah lama dilakukan rekayasa genetika untuk meningkatkan produksi dan ketahanannya dari hama, kenapa tidak dilakukan pada kedelai? Konon alasannya karena kedelai tanaman subtropis kurang cocok di daerah tropis seperti Indonesia.
Justru karena perlunya berbagai penyesuaian itulah, relevansi rekayasa genetika. Agar hal-hal yang kurang pas jadi pas.
Sekalian mendorong kemajuan teknologi rekayasa genetika, masak untuk vaksin saja kita harus impor ratusan juta unit. ***


Selanjutnya.....

Orang Kecil di Balik Musibah SJ-182!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Kamis 14-01-2021
Orang Kecil di Balik Musibah SJ-182!
H. Bambang Eka Wijaya

ADA orang-orang kecil di balik musibah Sriwijaya Air  SJ-182. Korban tiga warga Toto Makmur, Tulangbawang Barat, merupakan kuli bangunan yang berangkat mengadu nasib ke Pontianak. Juga ada nelayan bubu Pulau Laki yang melihat jatuhnya pesawat.
Cerita seorang nelayan bubu di tepi pantai Pulau Laki berteriak histeris melihat pesawat dengan kilatan api jatuh ke laut, menjadi berita pertama tentang lokasi jatuhnya pesawat. Kejadian itu dilaporkan warga nelayan ke orang kelurahan setempat yang kemudian melapor kepada Bupati Kepulauan Seribu Junaedi. Laporan sang bupati ini ke Jakarta yang dalam waktu tak terlalu lama dikutip media menjadi pemberitaan awal musibah.
Kisah nelayan histeris itu penting bagi penentuan titik lokasi jatuhnya pesawat, setidaknya membantu mempermudah tim SAR melakukan pencarian sehingga tak perlu waktu terlalu lama menemukannya.
Memang teknologi dewasa ini sudah canggih untuk kegiatan SAR, tapi pengalaman hilangnya pesawat Malaysia Airline MH-370 pada 8 Maret 2014, hingga kini belum ditemukan. Bahkan dalam pencarian MH-370 itu segala peranti ultra modern yang dimiliki dunia saat itu digunakan, namun jejak MH-370 tak terlacak juga.
Sayang, wartawan yang bertugas di lapangan  terlalu asyik mengikuti tim SAR menemukan dan mengumpulkan serpihan pesawat dan korban, tak ada yang mencari nelayan bubu itu, menggali pengakamannya yang luar biasa dan bakal tak terlupakan seumur hidupnya.
Padahal, orang ini juga perlu perhatian baik menyangkut pemulihan psikologisnya dari situasi shock yang luar biasa itu, sekaligus juga perbaikan nasib kaumnya.
Sementara itu, tiga warga Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Tulangbawang Barat, yang menjadi korban dalam  musibah SJ-182, Sugiono Effendy (37), Yohanes (27), dan Pipit Piyono (25) adalah rombongan kuli bangunan yang berangkat menuju Pontianak untuk mengadu nasib.
Sugiono adalah kepala tukang yang selama ini telah bekerja di Kalimantan Barat. Ia pulang kampung untuk mencari tenaga kuli bangunan yang bisa bekerja bersamanya di rantau. Jadi ketiga korban bukan satu keluarga, tapi hanya teman sekampung.
Namun tak disangka, perjalanan mereka telah ditakdirkan menjadi musafir yang sedang ikhtiar mencari nafkah, sehingga insya Allah dimuliakan derajatnya sebagai syuhada bersama para korban musibah SJ-182.
Doa bangsa dengan rasa duka yang mendalam diiringi keikhlasan keluarga korban menghantar arwah mereka ke tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. ***

Selanjutnya.....

SE Aturan Perjalanan Dalam Negeri!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Rabu 13-01-2021
SE Aturan Perjalanan Dalam Negeri!
H. Bambang Eka Wijaya

PUSAT kendali pandemi Covid-19 tegang. Larangan masuk semua WNA belum berakhir, Kamis (7/1) menetapkan PSBB Jawa-Bali. Jumat diganti jadi PPKM. Sabtu disusul SE Nomor 1/2021, Aturan Perjalanan Dalam Negeri mengatur hingga "setiap individu".
Melansir situs resmi Sekretariat Kabinet, keluarnya aturan tersebut dilatar belakangi oleh tingkat penyebaran virus di Indonesia yang tinggi. Selain tingginya positive rate nasional, penambahan kasus positif baru update sejak Jumat tembus 10.000 kasus, yakni 10.617 kasus baru (8/1) dan 10.046 kasus baru (9/1).
Perjalanan dimaksud berlaku bagi semua moda transportasi, termasuk mobil pribadi untuk pergerakan orang antardaerah, lintas provinsi, kabupaten/kota. Bahkan aturan keluar-masuk pulau tertentu punya aturan tertentu, sehingga aturan keluar-masuk Pulau Jawa beda dengan Bali, beda lagi pulau lain.
Aturannya terkait pengetatan protokol kesehatan pelaku perjalanan dalam negeri.
Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan pengetatan protokol kesehatan 3M dengan masker kain tiga lapis atau masker medis.
Tidak diperkenankan bicara satu arah maupun dua arah melalui telepon di semua moda angkutan umum.
Tidak diperkenankan makan dan minum sepanjang perjalanan, kecuali individu yang wajib minum obat.
Pelaku perjalanan ke Pulau Bali harus punya surat keterangan hasil tes RT-PCR sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.
Sedangkan untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa (antarprovinsi dan kabupaten/kota): 
Pelaku perjalanan moda transportasi umum jalur darat dilakukan tes acak antigen bila diperlukan Satgas setempat.
Pelaku perjalanan udara wajib tes RT-PCR. Lalu pelaku perjalanan kapal laut dan kereta api wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR.
Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid tes antigen yang sampelnya diambil maksimal 3 X 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.
Pengisian e-HAC Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, kecuali moda transportasi kereta api.
Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan tes RT-PCR maupun rapid tes antigen sebagai syarat perjalanan.
Untuk daerah lainnya, lewat udara dan laut wajib tes RT-PCR. Sedang transportasi umum darat dilakukan tes acak rapid tes antigen bila diperlukan Satgas setempat. Untuk mobil pribadi sama dengan di Jawa. ***



Selanjutnya.....

Kian Terpuruk, Trump pun Ngaku Kalah!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Selasa 12-01-2021
Kian Terpuruk, Trump pun Ngaku Kalah!
H. Bambang Eka Wijaya

SETELAH empat orang dari massa pendukung dirinya yang ia provokasi menyerang parlemen tewas, Trump sehari kemudian mengecamnya lewat video. Seolah ia sadar upayanya mempertahankan kekuasaan sudah kandas, dan itu hanya membuat dia kian terpuruk saja.
Plot drama kegilaannya tak henti menyebar kebohongan tentang kecurangan tanpa bukti pilpres AS, berubah jadi sok "negarawan" dengan mengakui kekalahan dirinya, dan kemenangan Biden. Sekaligus ia berjanji akan melakukan transfer kekuasaan secara damai 20 Januari.
Dalam serbuan massa pro-Trump ke gedung parlemen Rabu (6/1), selain empat orang massa penyerang, juga seorang polisi tewas. Saat itu, Kongres AS sedang membahas pengesahan sertifikat dewan elektoral yang memenangkan kandidat Partai Demokrat Joe Biden dalam pilpres.
Anggota Kongres terpaksa diungsikan karena massa yang jumlahnya jauh lebih banyak dari petugas keamanan gedung parlemen berhasil menerobos dan merusuh dalam gedung.
Unggahan video Trump ke Twitter dilakukan setelah akun miliknya12 jam diblokir Twitter karena dinilai menyulut kekerasan di Washington DC.
"Kini Kongres telah menyertifikasi hasil dari pemerintahan baru yang akan dilantik 20 Januari," ujar Trump. "Fokus saya kini adalah memastikan transisi kekuasaan secara nyaman dan tertib. Momen ini juga digunakan sebagai rekonsiliasi dan pemulihan."
Ia mengaku tim legalnya sudah menggunakan semua koridor resmi untuk menggugat hasil Pilpres AS 2020. Ini ia tujukan ke para pendukungnya, diiringi salamnya yang getir.
"Kepada seluruh pendukung saya yang tercinta, saya tahu kalian kecewa. Tapi, saya ingin kalian tahu perjalanan kita baru saja dimulai," ujarnya dikutip Kompas.com dari BBC. (8/1/2020)
Ia menuturkan, empat tahun menjadi Presiden AS adalah kehormatan seumur hidupnya.
Dia mengklaim sudah mengerahkan Garda Nasional untuk membantu penegak hukum memulihkan ketertiban. Klaimnya ini bertentangan dengan laporan media AS, yang mengulas bahwa sang presiden sempat tidak ingin memberantas kerusuhan.
Justru yang berinisiatif menelpon Garda adalah Wakil Presiden Mike Pence, meski dia tak punya otoritas untuk mengerahkannya.
Saat terjadi kerusuhan akibat serangan massa Trump ke parlemen, Washington Post menulis tajuk agar Trump diberhentikan dari jabatannya tak perlu menunggu sampai Joe Biden dilantik.
Presiden ini tak layak untuk tetap bertugas. Setiap detik ia jadi ancaman bagi ketertiban umum dan keamanan nasional, tulis tajuk itu. ***


Selanjutnya.....

Imbas PPKM Jawa-Bali ke Lampung!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Senin 11-01-2021
Imbas PPKM Jawa-Bali ke Lampung!
H. Bambang Eka Wijaya

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lanjutan PSBB wilayah Jawa-Bali 11-25 Januari 2021, tak bisa dihindari imbasnya ke kawasan satelitnya, terutama Lampung. Seperti PSBB di Jabodetabek pada kuartal II 2020, ekonomi Lampung terimbas kontraksi -5,3%.
Apalagi PPKM Jawa-Bali jauh lebih diperketat. Selain liburan sekolah diperpanjang, kantor-kantor dibatasi operasi karyawan 25%, sisanya kerja dari rumah, transportasi dibatasi jumlah kendaraan dan jumlah penumpangnya. Juga pembatasan pengunjung mall dan restoran hanya 25%, buka sampai jam 19.00.
Dilarang berkerumun dan berbagai kegiatan sosial budaya dibatasi. Termasuk semua perkumpulan, pertemuan politik, olah raga, hiburan, akademik, budaya. Acara keagamaan, tempat ibadah dibatasi maksimal 50% dengan menerapkan protokol kesehatan.
Berarti arus manusia dan barang timbal balik antara Lampung dan Jawa-Bali akan merosot drastis, yang dengan sendirinya berimbas pada berbagai bidang kehidupan di Lampung.
PPKKM Jawa-Bali ini tampaknya merupakan pengakuan pemerintah terhadap kenyataan semakin seriusnya ancaman Covid-19. Kepala Bidang Pelayanan Dinas kesehatan DKI Jakarta Weningtyas Purnomorini menyatakan penambahan kasus Covid-19 di Jakarta diprediksi akan jauh lebih cepat dibanding kemampuan penambahan tempat tidur ICU dan isolasi.
Penambahasan pasien baru positif terinfeksi Covid-19 di Tanah Air Rabu (6/1/2021) mencapai 8.584 kasus. Tingkat kematian akibat Covid-19 juga meningkat, pada priode 5-6 Janusti 2021 ada penambahan 187 pasien Covid-19 yang tutup usia. Total kematian Covid-19 di Indonesia menjadi 23.296 orang.
Dengan situasi pandemi yang tak kunjung membaik ini, Presiden Jokowi mengingatkan kemungkinan Indonesia melakukan lockdown.
Dalam rapat terbatas dengan menteri dan gubernur yang disiarkan di Instagram, Presiden mengungkap hasil survei yang dilakukan pemerintah. Survei menunjukkan, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan semakin menurun.
"Kaitannya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan itu turun. Sebab itu saya minta Komite dan Satgas agar ini diberikan tekanan lagi kepada komunikasi publik yang baik lewat televisi," ujar Jokowi.
Imbas situasi pandemi nasional itu penting diantisipasi Provins Lampung untuk menurunkan dari posisi update Covid-19 pada 6 Januari 2021 tercatat jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 6798 orang, 5201 selesai isolasi, dengan total kematian 364 orang. Kasus baru dilaporkan 87 orang. ***


Selanjutnya.....

Lampung Dapat Manfaat Fenomena Basah LaNina!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Minggu 10-01-2021
Lampung Dapat Manfaat
Fenomena Basah LaNina!
H. Bambang Eka Wijaya

ANOMALI cuaca dampak fenomena LaNina yang basah atau banyak hujan, puncaknya awal 2021 ini, bermanfaat bagi Lampung yang 250 ribu hektar sawahnya tadah hujan untuk memanen dan menyimpan air tanah, juga buat cadangan air 200 ribu hektar sawah irigasi.
Kesempatan memanen air dari fenomena LaNina bagi daerah yang perlu cadangan air setiap musim kering seperti Lampung, tersimpul dari penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang dampak positif fenomena LaNina, selain ancaman bencana hidrometeorologi yang acap mengiringinya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati berkata, fenomena LaNina telah lama dikenal memiliki dampak bersifat global.
Wilayah pertama terdampak peningkatan curah hujan yaitu wilayah Pasifik Barat meliputi Indonesia, sebagian Asia Tenggara, dan bagian utara Australia.
Wilayah lainnya di luar Pasifik Barat seperti Brasil bagian utara dan sebagian pantai Barat AS juga terdampak.
Sementara di wilayah lain lagi, fenomena LaNina menyebabkan pengurangan curah hujan, terjadi di sebagian pantai timuf Asia, bagian tengah Afrika dan sebagian tengah Amerika.
Sebagai bagian dari variabilitas sistem iklim glonal, LaNina dan ElNino terjadi berulang dan memiliki siklus 2-8 tahun.
Menurut Dwikorita, LaNina terakhir pada 2010, di mana untuk wilayah Indonesia dikenal sebagai tahun basah karena hampir tidak ada kemarau sepanjang tahun akibat curah hujan yang berlebih.
"LaNina lebih dipandang sisi negatifnya yang berdampak pada bencana hidrometeorologi," ujar Dwikorita dikutip Sains.Kompas (30/12/2020).
Padahal, dalam enam kali LaNina selama priode 30 tahun terakhir, telah terjadi surplus air tanah tahunan di Waeapo, Pulau Buru, sebesar 755 mm atau setara dengan 222% dari kondisi normalnya.
Oleh karena itu, sebenarnya kata Dwikorita, hal tersebut mengindikasikan bahwa dampak LaNina selain memiliki sisi ancaman, ternyata juga punya peluang positif yang dapat dimanfaatkan.
Adapun pemanfaatannya bisa berupa panen hujan dan surplus air tanah, peningkatan produktivitas pertanian yang memerlukan banyak air, dan pemanfaatan telaga yang muncul selama tahun basah untuk budidaya ikan air tawar semusim.
"Kita bisa mengambil berkah dan manfaat dari fenomena LaNina, sehingga para petani di wilayah yang terkenal selalu kekurangan air bisa melakukan pemanenan air," jelasnya.
Gagasan panen air untuk Lampung pernah dikemukakan Anshori Djausal dalam bukunya "Perjalanan Setitk Air" (Bumilada, 1999). ***


Selanjutnya.....

Guru Dikeluarkan dari Formasi CPNS!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 09-01-2021
Guru Dikeluarkan dari Formasi CPNS!
H. Bambang Eka Wijaya

KETIKA Jepang kalah Perang Dunia II, Kaisar Hirohito bertanya, "Masih ada guru?" Dijawab masih ada, ia bersabda, "Dengan guru kita bangun kembali Jepang". Berkat jasa guru, Jepang bangkit menjadi negara maju dengan budaya dan teknologi terdepan di dunia.
Di Indonesia sebaliknya. Profesi guru justru direndahkan oleh penguasa negerinya. Dalam penerimaan pegawai negeri tahun 2021, guru dikeluarkan dari formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS), dialihkan menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Dengan perjanjian kerja itu guru jadi sejenis pekerja kontrak seumur hidup.
Kabar buruk mendegradasi nasib dan masa depan guru itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana lewat konferensi pers virtual (29/12/2020). Hal itu, ujar Bima, sudah disetujui Menteri Penertiban PAN-RB Tjahjo Kumolo dan Mendikbud Nadiem Makarim.
"Pak Menpan, Mendikbud, dan kami sepakat bahwa untuk guru itu beralih ke PPPK, jadi bukan CPNS lagi. Ke depan kami tidak akan terima guru sebagai CPNS, tapi sebagai PPPK," kata Bima. (detiknews, 2/1/2021)
Degradasi status guru dari CPNS ke pekerja kontrak ini terkesan disesuaikan dengan UU Cipta Kerja yang menghapus pasal yang mewajibkan perusahaan mengangkat jadi karyawan tetap terhadap karyawan yang telah tiga tahun sebagai pekerja kontrak, sehingga peluangnya menjadi tenaga kontrak seumur hidup. Demikian pula tampaknya masa depan nasib guru.
Menanggapi gagasan konyol itu, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi lewat keterangan tertulis Jumat (1/1/2021) mengatakan, "Memohon agar Pemerintah (Menpan-RB, Mendikbud, BKN) mengkaji ulang kebijakan tersebut. Semestinya pemerintah tetap membuka dua jalur tekrutmen guru, yakni melalui CPNS dan PPPK karenamp, ditilik dari tujuannya PPPK dan CPNS memiliki sasaran yang berbeda."
Menurut Unifah, PPPK diperuntukkan bagi guru honorer yang usianya di ataa 35 tahun. Sedangkan CPNS guru berarti pemerintah memberikan kesempatan bagi guru honorer yang usianya masih di bawah 35 tahun.
PGRI menilai  penghapusan guru dari formasi CPNS membuat profesi guru tidak lagi dipandang sesuai fungsi dan perannya.
"Peran guru sangat strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, karena itu rencana keputusan pemerintah tentang perubahan status guru ini dipandang PGRI dapat membuat profesi guru kurang dipandang karena tidak ada kepastian status kepegawaian dan jenjang karir," ujar Unifah. ***







Selanjutnya.....

Swasembada Kedelai Seperti Keledai!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Jumat 08-01-2021
Swasembada Kedelai Seperti Keledai!
H. Bambang Eka Wijaya

PROGRAM swasembada kedelai ternyata mirip keledai, ditarik maju malah mundur. Bukannya swasembada yang tercapai, kedelai malah langka, harganya naik dari Rp6.000 jadi Rp9.500/kg. Perajin tahu-tempe Jabodetabek pun mogok produksi sejak tahun baru 2021.
Swasembada kedelai ditargetkan Presiden Joko Widodo pada priode pertama berkuasa untuk tercapai dalam tiga tahun. Kedelai masuk daftar komoditas pangan prioritas dalam Nawacita bersama dengan padi dan jagung atau Pajale.
Menurut berita Kompas.com 9 Desember 2014, Presiden Jokowi mengklaim tak segan-segan memecat Menteri Pertanian jika target tersebut tak bisa direalisasikan. Menteri Pertanian priode 2014-2019 dijabat oleh Amran Sulaiman.
"Saya sudah beri target menteri pertanian tiga tahun, tidak boleh lebih. Hati-hati, tiga tahun belum swasembada, saya ganti menterinya," tegas Jokowi saat memberi kuliah umum di Universitas Gadjah Mada akhir 2014.
Realitasnya, impor kedelai justru terus meningkat. Di tahun 2018 misalnya, impor kedelai mencapai 2,58 juta ton, pada 2019 naik menjafi 2,67 juta ton. Dan pada 2020, berdasar data BPS impor kedelai Januari-Oktober telah mencapai 2,11 juta ton.
Sementara kedelai produk domestik yang ditargetkan swasembada masih jauh dari mencukupi konsumsi nasional. Pada 2019, menurut data BPS total produksi kedelai domestik sebanyak 982.598 ton, tak mencapai 1 juta ton, padahal kebutuhan dalam negeri yang diisi oleh impor lebih dari 2,6 juta ton.
Mulyono, pejabat yang mengurusi kedelai di Kementerian Pertanian dikutip Kompas.com (4/1/2021) mengatakan, masih sulitnya Indonesia untuk swasembada kedelai karena semakin rendahnya minat petani untuk menanam kedelai.
Minat petani semakin rendah karena harga jual kedelai di tingkat petani sangat rendah, kata Mulyono.
Pemerintah melalui Permendag Nomor 7/2020 telah mebetapkan harga acuan pembelian kedelai di tingkat petani Rp8.500/kg. Tapi Mulyono menyayangkan, bleid itu tak terealisasi dengan baik. Akibatnya petani malah beralih ke komoditas lain.
Terombang-ambing akibat ketergantungan yang fatal terhadap kedelai impor agaknya tak segera berakhir. Sebab, menurut Mulyono, anggaran untuk mendorong peningkatan produksi kedelai domestik relatif terbatas. Untuk tahun 2021, anggaran untuk pengembangan kedelai dalam negeri hanya cukup untuk 125.000 hektar.
Padahal luas panenan kedelai di Amerika Serikat menurut Sumarno dari Badan Litbang Pertanian, mencapai lebih 28 juta hektar per tahun. ***



Selanjutnya.....

KPAI, PJJ Hanya Melayani Anak Kaya!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Kamis 07-01-2021
KPAI, PJJ Hanya Melayani Anak Kaya!
H. Bambang Eka Wijaya

KOMISIONER Komisi Perlindungam Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) hanya melayani anak-anak kaya.
Ia katakan itu dalam rapat virtual bersama Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) membahas pelaksanaan kembali proses belajar mengajar secara tatap muka, Minggu.
"Tapi yang lebih memilukan sebenarnya adalah PJJ ini hanya melayani anak-anak kaya, anak-anak keluarga menengah ke atas. Sementara mereka yang menengah ke bawah, yang tidak punya alat daring, yang mungkin kuota tidak punya. Dikasih kuota gratis tapi HP-nya masih jasul kok, enggak bisa juga," ujar Retno. (Kompas-tv, 3/1)
KPAI mendukung rencana dilaksanakannya kembali proses belajar mengajar secara tatap muka mulai bulan Januari ini.
Kegiatan belajar memgajar secara tatap muka bisa dilakukan dengan catatan dilaksanakan secara bertahap dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Menurut Retno, jika PJJ diteruskan maka anak akan lebih terdampak secara psikologis.
Namun ia mengingatkan agar belajar tatap muka dimulai perlahan, di wilayah yang sudah siap infrastrukturny,  dengan waktu belajar lebih singkat dan jumlah peserta didik maksimal 25%.
Hal ini sesuai hasil survei FSGI bersama KPAI yang menemukan lebih banyak guru setuju belajar tatap muka dibuka Januari 2021. Survei itu dengan responden sebanyak 6.000 orang guru. Alasannya, materi pelajaran selama ini sangat sulit disampaikan dengan metode PJJ.
Sementara di Lampung, berdasar klarifikasi Disdikbud Provinsi, hanya sekolah di Lampung Tengah yang lolos untuk menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka pada Januari ini.
"Dari 15 daerah hanya Lampung Tengah yang melampirkan rekomendasi wilayah dari Sinas Kesehatan setempat," ujar Sekretaris Disdikbud Lampung Tengah Tommy Efra. Meski untuk tiga kecamatan yakni Terbanggi Besar, Way Pengubuan, dan Terusannunyai belum diperbolehkan karena masih ada yang harus dibereskan.
Sementara Pemkab Lamtim menyusul Pemkot Bandar Lampung dan daerah lain menunda proses KBM tatap muka sampai waktu yang belum ditentukan.
Namun demikian, Lampung Barat sudah lebih dahulu melakukan KBM tetap muka mulai Senin (4/1). Menurut Ketua MKKS SD setempat, Darlin yang juga Kepsek SDN 1 Hanakau, persetujuan untuk KBM tatap muka itu dari Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 kabupatennya sudah diterima sekolah 30 Desember lalu.
Dari 15 kecamatan di Lambar,14 yang melakukan KBM. Kecamatan Belalau ditunda karena baru ada pesta. ***

Selanjutnya.....

Covid-19 Justru Kian Tak Terkendali!

Artikel Halaman 8. Lampung Post Rabu 06-01-2021
Covid-19 Justru Kian Tak Terkendali!
H. Bambang Eka Wijaya

PENULARAN Covid-19 di Indonesia kian tak terkendali. Rekor rasio kasus positif (positivity rate) Covid-19 dilansir Kompas.id (3/1/2021) mencapai 29,46% pada Jumat (1/1/2021). Itu berarti 1 dari setiap 3 orang yang diperiksa terkontaminasi Covid-19.
Angka positivity rate itu didapat dari jumlah penambahan kasus sebanyak 8.072 dari pemeriksaan terhadap 27.401 orang.
Adapun dalam sepekan terakhir dari rata-rata 34.164 orang yang diperiksa ditemukan 7.310 kasus positif yang menunjukkan rasio kasus positif sebesar 21,4%.
"Positivity rate (rasio kasus positif) idealnya di bawah 5%. Kalau lebih dari 10% artinya situasi pandemi tidak terkendali akibat tes, lacak, dan isolasi tidak memadai. Kalau lebih dari 20%, artinya selain penyebaran tidak terkendali juga dudah terjadi outbreak besar. Sangat serius," ujar epidemiolog Indonesia di Griffith University, Dicky Budiman.
Dicky mengatakan, saat ini banyak warga yang tertular, padahal sudah menerapkan protokol kesehatan dan tinggal di rumah. Situasi ini terjadi di banyak negara lain, seperti di New York, AS,  saat puncak gelombang pertama.
Studi epidemiologi yang dilakukan menunjukkan, penularan di dalam rumah bisa terjadi jika tingkat penularan sangat masif.
"Positivity rate di atas 20% berarti virusnya ada di mana-mana dan orang yang membawanya umumnya tidak menyadari telah terinfeksi," jelas Dicky. Kemungkinan penularan bisa berasal dari anggota keluarga yang sering keluar.
Kemungkinan lain berdasarkan penelitian, penularan bisa terjadi dalam ekevator walaupun di sana tidak ada orang lain. Juga ada penularan melalui kamar mandi dan saluran limbah.
Dengan tingkat penularan seperti saat ini, setiap orang harus beranggapan bahwa orang lain di luar rumah telah membawa virus.
Protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) amat penting, tetapinp itu tidak bisa memutus rantai penularan jika tidak didukung peningkatan tes, lacak, dan isolasi.
Gejala naiknya tingkat penularan juga terjadi di Lampung, yang dengan 115 kasus positif baru pada Sabtu (2/1/2021), provinsi ini masuk 10 daerah tertinggi penularan atau laju penambahan kasus Covid-19. Sebanyak 38 dari kasus baru di Lampung itu hasil tracing (pelacakan).
Sepuluh daerah penularan tertinggi itu terdiri dari: DKI Jakarta 1.894, Jawa Barat 1.167, Jawa Tengah 971, Jawa Timur 723, Sulawesi Selatan 590, Yogyakarta 291, Banten 246, Kalimantan Timur 213, Bali 165, dan Lampung 155 kasus. ***

Selanjutnya.....

2021, Tahun Pemulihan Demokrasi!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Selasa 05-01-2021
2021, Tahun Pemulihan Demokrasi!
H. Bambang Eka Wijaya

SELAIN pemulihan dari pandemi dan ekonomi, 2021 juga harus dijadikan tahun pemulihan demokrasi. 2020 sebagai lanjutan akhir 2019 yang represif dipuncaki insiden menewaskan 6 lasksr FPI dan pembubaran FPI, harus tutup buku diganti lembaran baru yang demokratis.
Kondisi represif yang cukup mencekam hingga 79,6% warga menyatakan takut menyatakan pendapat ditemukan dalam survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan 24-30 September 2020.
"Survei mejunjukkan meningkatnya ancaman terhadap kebebasan sipil. Mayoritas publik cenderung setuju atau sangat setuju bahwa saat ini warga makin takut menyatakan pendapat (79,6%)," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers. (Tempo.co, 25/10/2020)
"Survei itu juga menunjukkan mayoritas publik setuju, aparat makin bertindak semena-mena terhadap masyarakat yang berbeda pendapat.
"Aparat dinilai makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pendalat politik dengan penguasa, sebesar 57,7%. Publik menilai bahwa Indonesia makin tidak demokratis, semakin takut warga menyatakan pendapat, semakin sulit warga berdemonstrasi, dan aparat dinilai semakin semena-mena, maka kepuasan atas kinerja demokrasi semakin tertekan," ujar Burhanuddin.

Kondisi tekanan represif itu senada yang tercermin di variabel kebebasan berekspresi dan  menyatakan pendapat dalam Indeks HAM RI 2020. Dari nilai 1 terburuk dan 7 terbaik, variabel tersebut hanya mendapat nilai 1,7, merosot dari tahun sebelumnya 1,9.
Kondisi dan nilai seburuk itu dalam kinerja demokrasi, belum termasuk tewasnya 6 laskar dan pembubaram FPI. Oleh karena itu, pilihan terbaik adalah menutup buku 2020 tersebut dengan membuka lembaran yang sama sekali baru mulai 2021.
Seperti main layang-layang, benangnya harus diulur dan ditarik. Kalau terlalu ditarik terus, bisa terlalu tegang dan benangnya bisa putus atau layangnya koyak.
Maksudnya, supaya lembaran baru 2021 diisi suasana baru yang mengurangi pendekatan represif guna menurunkan kondisi ketegangan dalam masyarakat. Ibarat main layang, saatnya mengulur benang, demi layang terbang lebih tinggi lagi.
Lebih dari itu, kinerja demokrasi yang kondusif hingga partisipasi rakyat efektif dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa, menjadi prakondisi yang mutlak bagi mendukung pemulihan ekonomi. Sebaliknya jika kinerja demokrasi gagal sehingga ketegangan dan kegaduhan berlanjut dan meningkat. Konflik pun silih berganti, tak ada habisnya. ***
  

Selanjutnya.....

Polisi Maya, Berburu Mimpi Buruk!

Atikel Halaman 8, Lampung Post Senin 04-01-2021
Polisi Maya, Berburu Mimpi Buruk!
H. Bambang Eka Wijaya

MAYA  berasal dari bahasa Sansekerta artinya ilusi. Menurut Google, dalam bahasa India artinya kreatif. Lalu dalam bahasa Jawa berarti lembut. Dalam Bahasa Indonesia sama, juga berarti ulusi, bayangan, tak nyata atau tak tampak jelas.
Pokoknya, seperti arti lain maya dalam Bahasa Indonesia menurut Google, maya itu kondisi hidup tenang. Tapi dunia maya atau ilusi yang paripurna adalah alam mimpi. Maka itu, media siber di Indonesia yang disebut dunia maya, meskipun semestinya juga sebuah dunia ilusi yang tenang dan kreatif, seperti mimpi dia 
 liar dari impian indah sampai mimpi buruk.
Karena itu, jika pemerintah pada 2021 ini menurut Mahfud MD akan menghadirkan polisi siber, polisi maya, tak ayal lagi nantinya polisi-polisi itu akan gentayangan di alam mimpi, memelototi impian setiap orang untuk berburu mimpi buruk. Gambarannya dari Maffud kira-kira, barang siapa malamnya mimpi buruk, melihat pejabst yang hidungnya mancung jadi pesek, pagi harinya dia sudah ditangkap.
Selain fakta impiannya yang sudah direkam polisi sebagai bukti, saksi ahli juga dihadirkan apakah impian tersebut benar, bahwa pejabat yang diimpikan itu hidungnya pesek? Ketika oleh saksk ahli ditegaskan bahwa hidung pejabat dimaksud tidak pesek, maka si pemimpi kena pasal ujaran kebencian atau  jungto fitnah. Ia pun jadi tersangka dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.
Akibatnya kalau sekarang saja penjara sudah overkapasitas lebih 200%, nantinya kalau polisi maya sudah aktif berburu mimpi buruk, harus diprioritaskan proyek membangun gedung penjara baru.
Sekarang saja rakyat sudah takut bicara, apalagi mengeritik pejabat karena banyak yang sudah dijebloskan ke penjara dengan dakwaan ujaran kebencian atau fitnah karena pandangan atau pendapatnya berbeda dengan  penguasa. Indikatornya, skor komponen kebebasan mengemukakan pendapat dalam Indeks HAM RI 2020 yang hanya 1,7 dari nilai 1 terburuk dan 7 terbaik.
Dengan aktifnya polisi maya berburu mimpi buruk penduduk, Indeks HAM itu bisa lebih merosot lagi hingga ke skor minus, atau terjadi resesi mimpi. Pasalnya rakyat jadi tak bisa tidur, takut kalau tertidur mendapat mimpi buruk, padahal mimpi buruk itu liar, di luar kendali dirinya.
Konon lagi mimpi buruk itu bukan hanya yang liar di dunia ilusi, tapi lebih sukar dihindari lagi yang datang dari alam realitas hidup sehari-hari yang penuh kegetiran, terjebak serba kekurangan dan ketidakadilan, baik dalam hukum maupun sosial ekomomi. ***






Selanjutnya.....

Vaksin Baru Izin Darurat Virus Varian Baru Hadir!

Artikel Halaman 8, Lampung Post  Minggu 03-01-2021
Vaksin Baru Izin Darurat
Virus Varian Baru Hadir!
H. Bambang Eka Wijaya

SEJUMLAH vaksin Covid-19 baru mendapat izin penggunaan darurat dari WHO, virus Corona varian baru dikenal dengan B.1.1.7 yang 70% lebih cepat menular dibandingkan jenis sebelumnya hadir di Inggris dan kini merebak hingga Singapura dan Jepang.
Vaksin yang telah mendapatkan izin  penggunaan darurat dari Badan Kesehatan Dunia itu produk Pfizer-BioNTech, Sinovac, Moderna, dan AstraZeneca.
Dikutip Sains.Kompas dari ABC Kamis (24/12/2020), empat perusahaan yang telah membuat vaksin mengklaim produknya efektif terhadap varian baru virus Corona yang teridentifikasi di Inggris, yang lebih menular di kalangan anak-anak.
Direktur Eksekutif BioNTech Jerman, Ugur Sahin, mengatakan vaksin virus Corona yang dikembangkan bersama Pfizer AS akan tetap bisa bekerja menghadapi barian baru virus Corona.
"Secara keilmuan, besar kemungkinan respon imun yang dibuat oleh vaksin ini bisa juga mengatasi mutasi yang ada," kata Ugur.
Diperlukan waktu setidaknya dua minggu lagi, kata Ugur, hasil studi dan pengumpulan data untuk mendapatkan jawaban yang jelas.
Demikian pula vaksin Covid-19 CureVac yang dikembangkan Moderna dari Jerman dan AstraZeneca dari Inggris yang dikembangkan sebagai upaya perlindungan dari virus SARS-CoV-2 juga dinilai akan efektif terhadap varian baru virus yang sangat menular itu.
Meskipun, seperti dilansir Reuter, saat ini pebelitian sedang dilakukan untuk menyelidiki dampak mutasi dari munculnya varian baru virus Corona di Inggris.
Perwakilan AstraZeneca mengatakan, melalui vaksinasi dengan vaksin produknya, sistem kekebalan tubuh akan dilatih untuk mengenali berbagai protein spike. Saat terpapar oleh virus sisrem kekebalan bisa menghilangkan protein infeksinya.
Kekhawatiran mutasi virus corona akan lebih menular di kalangan anak-anak menimbulkan kekacauan di Inggris. Itu mendorong gelombang larangan perjalanan yang berdampak pada perdagangan dengan Eropa, serta negara pulau ini semakin terancam isolasi.
Seorang pelajar Singapura yang baru kembali dari Inggris ditemukan terpapar virus Corona varian baru.
Jumat (25/12) Menteri Kesehatan Jepang Norihisa Tamura, dikutip Richard Susilo dari Tribune News menyatakan salah seorang dari rombongan lima warganya yang baru kembali dari Inggris ditemukan terpapar virus Corona varian baru.
Pada hari sama, pengelola Bandara Soekarjoz-Hatta, Jakarta, menutup keluar-masuk pesawat dari Inggris, dan isolasi bagi pendatang dari Singapura dan Australia. ***
 







Selanjutnya.....

RI-Jepang Larang Masuk Semua WNA!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 02-01-2021
RI-Jepang Larang Masuk Semua WNA!
H. Bambang Eka Wijaya

INDONESIA menyusul Jepang melarang masuk semua warga negara asing (WNA) ke negaranya untuk mencegah penularan virus Corona varian (strain) baru yang menurut studi ilmiah 10 kali lebih ganas penularannya dari virus sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (28/12) mengatakan, larangan masuk WNA semua negara ke seluruh wilayah Republik Indonesia itu berlaku 1 - 14 Januari 2021. Pengecualian diberikan hanya kepada pejabat setingkat menteri ke atas.
Sedangkan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri, harus menunjukkan hasil tes PCR dari negara keberangkarannya paling lama dua hari sebelum berangkat.
Sampai di Tanah Air dites PCR kembali, kalau negatif harus menjalani karantina di tempat yang disiapkan pemerintah selama lima hari. Selesai itu dites PCR ulang, kalau tetap negatif boleh melanjutkan perjalanannya.
Sementara itu, wartawan Tribune News Richard Susilo dari Tokyo melaporkan  larangan masuk terhadap WNA semua negara ke Jepang telah diberlakukan sejak 28 Desember 2020, hingga akhir Januari 2021.
Pengecualian diberikan oleh pemerintah Jepang terhadap para pemilik Zairyu Card dan Visa Bisnis untuk 3 hari di Jepang yang diterima sebelum 28 Desember.
"Meskipun ada yang diperbolehkan masuk ke Jepang, apabila orang tersebut baru pulang dari Inggris 72 jam (3 hari sebelum kebarangkatan menuju Jepang) harus tes PCR khususnya tes terinfeksi atau tidak varian baru virus Corona, disertai dengan sertifikat hasil tes terbarunya," jelas otoritas kesehatan Jepang.
Penutupan segera Jepang dari pendatang WNA diberlakukan setelah Jumat (25/12) salah seorang dari rombongan lima orang yang baru datang dari Inggris dalam pemeriksaan kesehatan saat masuk ditemukan terpapar virus Corona varian baru.
Saat pertama kali mengumumkan varian baru virus Corona, otoritas kesehatan Inggris menjelaskan jenis Corona ini 70% lebih menular. Varian baru ini pertama kali muncul September dan pada November ada pada 28% kasus Covis-19 di London.
Pada Minggu 9 Desember dilaporkan, lebih dari 62% kasus Covid-19 London berasal dari varian baru.
Kepala penasihat ilmiah Inggris, Sir Patrick Vallance dikutip detikhealth mengatakan, "Jadi, yang diberitahukan di sini adalah bahwa varian baru ini tidak hanya  bergerak cepat, tapi juga bisa meningkatkan kemampuannya dalam menularkan dan menjadi varian yang dominan. Ini mengalahkan mutasi yang lain dalam hal penularan." ***




Selanjutnya.....