Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Grafik Rupiah-IHSG Berbalik Naik!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Selasa 31-03-2020
Grafik Rupiah, IHSG, Barbalik Naik!
H. Bambang Eka Wijaya

DI balik tekanan berat dampak virus Corona terhadap ekonomi nasional, luncur penurunan grafik kurs rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu dari dasar berbalik arah naik membentuk huruf "V".
Pada penutupan Jumat (27/3) rupiah menguat 135 poin (0,83%) menjadi Rp16.170 per dolar AS, dibanding penutupan Kamis Rp16.305.
Demikian pula IHSG, Jumat sore ditutup pada level 4.545,57, naik 4,7% atau 206,66 poin dibanding penutupan Kamis pada 4.338.9.
Berbalik arahnya grafik kurs rupiah dan IHSG dari tren negatif menjadi positif itu mengikuti tren global berakhirnya pesimisme bahwa dampak Corona terhadap ekonomi sukar diatasi. Tren baru yang muncul dan berbalik menjadi tren positif bertolak dari keyakinan bahwa dampak Corona terhadap ekonomi akan bisa diatasi masyarakat dunia.
Optimisme tersebut tumbuh didorong kenyataan banyak negara yang jor-joran mengalokasikan dana untuk melawan Corona. Khususnya dana menanggulangi dampaknya terhadap ekonomi.
Kongres AS menyetujui pengucuran dana melawan virus Corona sebesar 2 triliun dolar atau sekitar Rp32.000 triliun, dan bisa ditingkatkan hingga 6 triliun dolar. Dengan dana sebanyak itu, jaring pengaman sosial disiapkan untuk setiap keluarga sebesar 3.000 dolar atau sekitar Rp48 juta.
Dengan jor-joran dana dari banyak negara tersebut, pasar optimis dampak Corona terhadap perekonomian bisa diatasi. Setidaknya ancaman rush di pasar kebutuhan pokok bisa dicegah. Sebab, daya beli rakyat lapisan kritis sudah diamankan oleh beragam jaring pengaman sosial.
Untuk Indonesia misalnya, berbagai bantuan ditungkatkan baik jumlah maupun frekuensi penyalurannya. Menurut Mensos Juliari Batubara di Metro TV Kamis malam, BPNT yang sebelumnya Rp150 ribu setiap keluarga per bulan, ditingkatkan jadi Rp200 ribu. PKH yang sebelumnya disalurkan per triwulan, mulai April jadi setiap bulan.
Penerima bantuannya, selain yang telah terdaftar selama ini, akan diperluas pada komunitas-komunitas lain yang terdampak, seperti driver Ojol, pedagang kaki lima dan sektor informal lainnya. Bahkan dana Kartu Pra Kerja Rp10 triliun yang semula untuk latihan kerja dan sejenisnya, juga dialihkan ke jaring pengaman sosial.
Namun demikian, optimisme pasar itu tak sepenuhnya terlepas dari tren penanggulangan krisis virus Corona itu sendiri. Kalau proses penanganannya oleh pemerimtah terkesan  kurang efektif, optimisme tersebut juga cukup sensitif untuk mudah berbalik jadi pesimis. ***


Selanjutnya.....

Corona, Menang Tanpa Menyerang?

Artikel Halaman 8, Lampung Post Senin 30-03-2020
Corona, Menang tanpa Menyerang?
H. Bambang Eka Wijaya

DIRJEN Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) Tedros Gebreyesus saat bersama Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino meresmikan kampanye FIFA melawan virus Corona menyatakan, perang melawan Covid-19 tak mungkin menang kalau hanya bertahan terus, tanpa menyerang.
Asumsi Tedros itu mengadopsi permainan sepak bola. Kalau tanpa menyerang, kecil kemungkinan untuk bisa menang. Bahkan Italia, juara Piala Dunia sepak bola yang terkenal dengan sistem pertahanan grendel itu, ketika hanya bertahan melawan virus Corona kebobolan hampir 7.000 gol: jika disamakan satu kematian korban sebagai sebuah gol.
Pertahanan grendel Italia kocar-kacir dibuat Covid-19, karena para pemainnya-warga Italia-tidak disiplin dalam bermain, sekalipun sudah ditetapkan lockdown.
Demikian pula Spanyol, lemahnya dalam fisiplin bermain itu mengakibatkan teknik permainan 'tiki-taka' ambyar dibuat tim Corona, yang di negeri matador berarti mahkota. Kematian akibat Covid-19 (Kamis 36/3) di Spanyol tercatat 3.434 orang, lebih tinggi dari Tiongkok 3.285, dan kedua setelah Italia, 6.820.
Di negeri Paman Sam yang sepak bolanya (rugby) main tubruk lawan yang menguasai bola, ternyata hanya bisa menubruk angin ketika lawan Corona. Akibatnya, 53 ribu lebih kasus terkonfirmasi positif, dengan kematian mencapai lebih 600 orang.
Tak kepalang, New York di-lockdown. Juga California yang berpenduduk 40 juta. Trump yang menggelontorkan dana perang melawan Corona satu triliun dolar (Rp16.000 triliun), dipetkuat Kongres menjadi dua triliun dolar, yakin bisa membuka lockdown negerinya pada hari Paskah (10 April 2020). Tapi pengamat meragukan perang AS melawan Corona hari itu selesai, karena ujung grafik serangan hingga Kamis lalu belum melengkung berbalik arah.
Negara-negara maju itu ditaklukkan Corona karena mereka sejak awal bertanding hanya bertahan. Setelah kedodoran baru mencari cara untuk menyerang. Sebab, awalnya Corona dianggap enteng, tak diobati pun sembuh sendiri. Tak tahunya malah jadi pencabut nyawa yang efektif.
Karena itu, Tedros dengam WHO dan FIFA menyarankan permainan menyerang dengan longshot football. Yakni dengan strategi segi tiga: tes massal, pelacakan kontak maksimal, dan menjaga jarak aman.
Ia tegaskan, "supaya menang, kita perlu menyerang virus dengan taktik yang agresif dan tepat sasaran. Memeriksa semua orang dengan pengawasan (ODP), mengisolasi semua kasus positif, dan mengkarantina orang yang berkontak dekat." ***




Selanjutnya.....

Virus Corona Zoonosis, 1937 Disolasi Ilmuwan!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Minggu 29-03-2020
Virus Corona Zoonosis,
1937 Diisolasi Ilmuwan!
H. Bambang Eka Wijaya

VIRUS Corona (CoV) adalah keluarga besar virus zoonisis, yang bisa menular menginfeksi antara hewan dan manusia. Menurut WHO, virus ini menyebabkan penyakit dari flu ringan hingga infeksi pernapasan yang lebih parah seperti MERS-Cov dan SARS-Cov.
Para ilmuwan pertama kali mengisolasi virus Corona pada tahun 1937 ketika menyebabkan penyakit bronchitis menular pada unggas. Pada 1965 Tyrell dan Bynoe menemukan bukti virus Corona pada manusia yang sedang flu biasa, dalam penelitian melalui kultur organ trakea embrionik yang diperoleh dari saluran pernapasan penderita flu tersebut.
Tyrell kemudian memimpin tim ahli virolog meneliti strain virus pada manusia dan hewan. Termasuk virus infeksi bronchitis, virus hepatitis tikus, dan virus gastroenteritis babi yang bisa ditularkan, yang semuanya secara morfologis menunjukkan sama seperti yang terlihat melalui mikroskop elektron. Kelompok virus baru yang bernama Corona ini sejak itu secara resmi diterima sebagai genus virus baru.
Dokter mengenali tujuh jenis virus Corona. Dua di antaranya menyebabkan komplikasi yang lebih parah. Yakni, Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) yang menginfeksi lewat onta di Saudi Arabia (2012), 'dan Korea Selatan 2015. Kedua, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) yang menjadi pandemi 2002-2003, yang mengunfeksi lebih 8.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan hampir 800 orang. Penyebarannya juga berawal dari Tiongkok, yakni Provinsi Guangdong (2002).
Desember 2019 di kota Wuhan, Tiongkok muncul SARS-Cov jenis baru lagi, yang oleh WHO kemudian diberi nama Covid-19. Dua bulan sejak ditemukan, Covid-19 menginfeksi lebih 165 negara di dunia. WHO menetapkan serangan Covid-19 sebagai Pandemi Global.
Setelah asal virus di Wuhan ditelusuri, ternyata beberapa orang yang terinfeksi memiliki riwayat yang sama, mengunjungi pasar basah makanan laut dan hewan lokal.
Dilansir Merdeka.com (18/3/2020) dari The New York Times, pasar kemudian ditutup dan didesinfeksi, sehingga hampir tidak mungkin untuk menyelidiki hewan mana yang mungkin asal mula virus yang tepat. Kelelawar dianggap sebagai sumber yang memungkinkan, karena telah ber-evolusi untuk hidup berdampingan dengan banyak virus, dan ditemukan sebagai titik awal SARS.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa virus ini memiliki urutan sekuens genetik yang 88% mirip dengan virus Corona dari kelelawar. Hal itu menjadi dugaan sementara dari mana virus Corona muncul. ***




Selanjutnya.....

Corona, Makhluk Kecil dan Lemah!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 27-03-2020
Corona, Makhluk Kecil dan Lemah!
H. Bambang Eka Wijaya

VIRUS Corona itu makhluk kecil dan lemah. Kecil, hanya 150 Nano: 1 meter satu juta Nano. Lemah, ia mati pada suhu 27 derajat Celcius. Namun, kehadirannya mengingatkan para penguasa, yang kecil dan lemah itu jangan diremehkan. Karena bisa merepotkan, penguasa bisa dibuat jadi pecundang.
Apalagi virus Corona yang oleh WHO diberi nama Covid-19. Seperti diunggah Hermansyah, Ketua PWI Sumut ke WAG Warga PWI (24/3), si kecil Corona bisa mengalahkan tujuh miliar manusia di bumi yang luasnya ratusan juta hektar.
Corona menutup bar, klub malam, rumah bordil, kasino, tempat orang berbuat maksiat.
Corona membawa keluarga kembali ke dalam rumah dan tinggal di rumah, melakukan aktivitas bersama di rumah, serta hidup sederhana. Sekaligus nengajari kita agar tidak jajan dan makan sembarangan di luar.
Corona membawa manusia banyak berdoa dan berharap pada-Nya, dan tidak semata-mata mengabdalkan sains dan teknologi.
Corona memberi kesempatan kepada kita untuk menyadari bahwa kematian itu nyata dan dekat dengan kita. Corona membangunkan kita pada kenyataan untuk meminta pengampunan dan pertolongan-Nya.
Corona menurunkan suku bunga bank yang mencekik. Corona memindahkan alokasi anggaran militer menjadi anggaran perawatan kesehatan.
Corona mengecundangi para diktator dunia yang selama ini sombong luar biasa. Corona juga membungkam kesombongan negara yang menganggap dirinya paling hebat tak terkalahkan. Corona pun memaksa negara memperhatikan rakyatnya.
Corona mengajarkan kita cara bersin, menguap, dan batuk yang baik dan benar.
Corona menyadarkan kita bahwa apa yang kita miliki adalah milik Tuhan yang bisa diambil kapan saja.
Setiap peristiwa membawa hikmah, pelajaran penting bagi setiap kita untuk berbenah, menyadari kekurangan dan kelemahan diri, serta berusaha untuk memperbaikinya secara terus-menerus. Berusaha, agar hari esok lebih baik dari hari ini.
Maksudnya, episoda Covid-19 merupakan kawah Candradimuka membakar semua sifat dan tabiat buruk manusia. Seperti sifat penguasa yang kejam, penindas rakyat. Lalu menggantinya dengan yang baik, menjadi perhatian dan sayang rakyat. Membuat aturan bukan mengurangi hak-hak rakyat semata demi menyenangkan kapitalis. Tapi sebaliknya, membuat aturan yang melindungi rakyat dari nafsu serakah para kapitalis dan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat sesuai amanat konstitusi.
Dengan berpikir positif begitu, Covid-19 hadir sebagai hikmah yang membawa maslahat bagi bangsa. ***






Selanjutnya.....

Akhirnya, APD Datang dan Dibagi!


Artikel Halaman 8, Lampung Post Jumat 27-03-2020
Akhirnya, APD Datang dan Dibagi!
H. Bambang Eka Wijaya

SETELAH Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Minggu (22/3/2020) mengumumkan kematian enam orang dokter anggotanya di garda terdepan melawan serangan Covid-19, Senin esoknya Presiden Jokowi mengumumkan pembagian 105 ribu alat pelindung diri (APD) tenaga medis dalam menangani pasien Corona.
Demikian pula alat kesehatan, termasuk APD, bantuan yang diminta Menhan Prabowo Subianto dari Menhan RRT. Bantuan itu juga baru tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma Senin, pukul 10.45 WIB.
Semua itu membuat kita bersyukur. Akhirnya, semua bantuan alat kesehatan, utamanya APD, dari negara-negara sahabat itu datang dan dibagi. Ini membantu keamanan para petugas medis di lapangan dalam menangani pasien Covid-19. Ke depan, masyarakat bisa lebih tenang karena yakin para petugas medis di garda terdepan melawan Covid-19 relatif lebih terlindungi dibanding sebelumnya.
Soal kecenderungan bantuan APD tersebut terlambat. Sehingga, lebih dahulu banyak dokter dan tenaga medis jadi korban baru datang bantuan APD berlimpah-limpah. Dengan bersyukur akhirnya bantuan itu datang, keterlambatan itu tidaklah terlalu disesalkan. Apalagi dihujat.
Sebab, dengan bersyukur itu masyarakat secara umum bisa memaklumi kemampuan negara kita yang amat terbatas untuk memenuhi semua kebutuhan itu dalam waktu yang amat singkat. Apalagi, barang yang dibutuhkan itu amat spesifik, tak mudah didapat di pasar. Juga tengah diperlukan oleh semua negara yang menghadapi serangan serupa.
Lebih bersyukur lagi, masih ada negara yang mau membantu kebutuhan alat kesehatan yang amat kita butuhkan.
Dan yang harus disyukuri dalam hal ini, adalah bangsa ini punya pemimpin yang tidak segan apalagi malu untuk meminta-minta bantuan kepada negara-negara lain. Demi keselamatan rakyatnya dari pandemi Covid-19.
Bayangkan kalau pemimpin bangsa ini seperti Bung Karno, yang kebanggaan nasionalnya tinggi sekali, hingga tak segan berseru kepada negara asing yang mau meberikan bantun, "Go to hell with your aids!"
Dengan rajinnya pemimpin mencari dan meminta bantuan kepada negara-negara sahabat, anggaran negara untuk pengadaan alat kesehatan, APD, maupun obat-obatan bisa dihemat. Penghematan ini penting, agar dananya bisa disalurkan kepada warga masyarakat kurang mampu, yang menjadi lebih sulit penghidupannya akibat serangan Covid-19.
Dengan susah payah upaya pemerintah menyelamatkan rakyat dari serangan Covid-19, diharapkan rakyat mematuhi kebiijakan memutus rantai penularan Covid'19. ***

Selanjutnya.....

Corona, Salus Populi Suprema Lex!


Artikel Halaman 8, Lampung Post, Kamis 26-03-2020
Corona, Salus Populi Suprema Lex!
H. Bambang Eka Wijaya

IMBAS terburuk serangan Covid-19 mungkin ekonomi. Namun, dengan prinsip Salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat hukum tertinggi), pemerintah wajib mengutamakan perintah konstitusi "melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia".
Artinya, pemerintah harus all out mengerahkan segala kemampuan fokus menyelamatkan hidup setiap orang rakyat dari serangan Covid-19. Untuk itu semua kekuatan ekonomi dan keuangan negara termasuk yang harus diakomodasi dalam memerangi Covid-19.
Bukan sebaliknya, kekuatan keuangan negara diambil sedikit saja untuk perang melawan Covid-19, agar usai perang nanti ekonomi tetap kuat untuk bangkit. Akibatnya, alat pelindung diri (APD) para pejuang di garis depan malah compang-camping, hingga banyak dokter dan tenaga medis tewas dirasuki virus Covid-19.
Pengerahan kemampuan keuangan negara untuk perang melawan Covid-19, sebagai bandingan, Presiden Trump mengucurkan 1 triliun dolar AS (setara 15.000 triliun rupiah). Sedangkan Indonesia membagi stimulus untuk pariwisata (supaya penerbangan ramai dan lancar) serta sektor manufaktur, semua kepentingan ekonomi, bukan prioritas untuk front melawan Covid-19.
Berikutnya, kekuatan terpenting negara ini ada pada rakyatnya yang berjumlah 270 juta orang. Perang semesta rakyat harus digerakkan melawan Covid-19, bukan dengan "satu kata". Sebab kalau "satu kata", bisa lain kata dengan perbuatan, atau lain di mulut lain di hati.
Justru kecenderungan lain kata dengan perbuatan dan lain di mulut lain di hati itulah penyebab bangsa kita kedodoran melawan Covid-19. Kalangan elite berkata kita bersatu melawan Covid-19, tapi otaknya berpikir bagaimana bisa lebih cepat menindas dan memeras rakyat lewat Omnibus Law. Sedang rakyat, terutama buruh, berpikir bagaimana bisa mogok nasional menolak Omnibus Law.
Jadi yang lebih penting dalam perang semesta rakyat melawan Covid-19 adalah segenap komponen bangsa, dari elite hingga jelata, "satu hati".
Untuk bisa bersatu-padu dalam "satu hati", tentu apa yang menjadi antagonisme membelah "hati" elite dan jelata dalam pertentangan, harus disingkirkan jauh-jauh. Dalam hal ini jelas, hentikan dulu pembahasan Omnibus Law, lebih baik lagi kalau pemerintah menariknya dari DPR, agar elite dan  rakyat jelata bisa berpadu dalam "satu hati".
Nanti setelah Covid-19 takluk, dibahas bersama sistem apa yang terbaik untuk mengundang investor, bukan sistem homo homini lupus: si kuat memangsa si lemah. ***




Selanjutnya.....

Corona, KPAI Keluhkan Kemdikbud!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Selasa 24-03-2020
Corona, KPAI Keluhkan Kemdikbud!
H. Bambang Eka Wijaya

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengeluhkan Kemdikbud dan Dinas-Dinas Pendidikan yang tidak mengedukasi terlebih dahulu para guru dan sekolah sebelum membuat kebijakan belajar di rumah, sehingga anak-anak jadi kelelahan diberi PR bertumpuk.
"Semestinya ada petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) seperti apa belajar di rumah dengan metode daring," tulis KPAI dalam press release yang ditandatangani Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti, pekan lalu.
"Kalau sudah ada persiapan maka semestinya tidak terjadi penumpukan tugas yang justru memberatkan anak-anak," ujarnya.
KPAI menerima pengaduan sejumlah orangtua siswa yang mengeluhkan anak-anak mereka malah stress karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari para gurunya.
Kemungkinan besar para guru memahami home learning adalah dengan memberikan tugas-tugas secara online, dan pengumpulannya pun online. Alhasil para siswa dan orangtua mengeluh.
Seiring dengan 14 hari belajar di rumah, ternyata tugas yang harus dikerjakan anak-anak mereka di rumah malah sangat banyak, karena semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari satu jam. Akibatnya tugas semakin menumpuk-numpuk, anak-anak jadi kelelahan.
Padahal, maksud belajar dari rumah sesungguhnya adalah memberikan aktivitas belajar rutin kepada para siswa agar tetap terbiasa belajar menjaga keteraturan. Karena, keteraturan itu penting bagi anak-anak agar ketika masuk sekolah kembali semangat belajarnya tidak padam dan materi pelajaran tidak tertinggal.
Jadi, ritmenya bisa diatur, bukan malah membuat anak tertekan, perasaan tertekan dan kelelahan justru bisa berdampak pada penurunan imunitas pada tubuh anak.
Atas semua itu, KPAI merekomendasikan, pertama, dalam memberikan tugas kepada siswa harus terukur dikerjakan maksimal 30 menit, tidak boleh lebih. Jadi kalau dalam bentuk soal, guru bisa mengukur berapa soal diberikan.
Kedua, tugas diberikan tidak secara berbarengan, tapi rumpun mata pelajaran bersepakat menentukan hari pemberian tugas agar para siswa tidak kewalahan.
Ketiga, guru harus kreatif dalam memberikan penugasan, tidak melulu dalam bentuk soal. Bisa tugas yang menyenangkan, misal membaca novel atau cerita tertentu tiga hari, kemudian menuliskan sinopsisnya. Atau diminta merawat suatu tanaman, lalu menceritakan dalam tulisan mengenai tanaman tersebut, dari bentuk dan warna daunnya, spesiesnya, manfaat atau nilai ekonomisnya. ***

Selanjutnya.....

Harga Minyak Terjun Jadi 24 Dolar!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Senin 23-03-2020
Harga Minyak Terjun Jadi 24 Dolar!
H. Bambang Eka Wijaya

HARGA minyak mentah dunia kembali terjun menjadi 24,28 dolar AS per barel dipicu oleh perang harga dalam peningkatan produksi Arab Saudi dan Rusia di tengah melemahnya permintaan akibat Pandemi Covid-19. Arab Saudi menaikkan produksi dari 9,7 juta barel menjadi 12,3 juta barel per hari.
Berdasar data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (18/3/2020) hingga pukul 20.03 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak April 2020 di bursa Nymex anjlok 9,91% ke level 24,28 dolar AS per barel. Harga minyak Brent untuk kontrak Mei 2020 di bursa ICE bergerak melemah 4,98% ke level 27,3 dolar AS per barel.
Pandemi Covid-19 mengurangi permintaan minyak cukup signifikan. Selain karena sejumlah negara melakukan lockdown, banyak negara juga membatasi pejalanan turis maupun warganya. AS misalnya, membatasi masuknya penerbangan dari 28 negara Eropa.
Goldman Sachs Inc. mengatakan konsumsi minyak bisa turun 8 juta barel per hari dan memangkas perkiraan minyak Brent untuk kuartal kedua menjadi ke level 20 dolar AS per barel. Demikian pula Standard Chartered Plc. memprediksi harga minyak akan jatuh lebih dalam dari 20 dolar AS per barel pada kuartal berikutnya.
Ahli strategi pasar Asia Pasifik AxiCorp, Stephen Innes, mengatakan bahwa situasi saat ini belum mencapai puncaknya sehingga mungkin akan bergerak lebih buruk lagi.
"Harga minyqk akan turun menjadi 18-20 dolar AS per barel, jika kasus Covid-19 meningkat secara eksponensial, terutama di AS. Itu akan membuat para pedagang minyak ketakutan," ujar Stephen dikutip Bisnis.com (18/3/2020) dari Bloomberg.
Penurunan permintaan itu bertepatan dengan membanjirnya pasokan karena Arab Saudi dan Rusia terlibat dalam perang harga. Mizuho Securities Llc. memperingatkan harga minyak mentah bisa menjadi negatif jika pertengkaran dua negara itu akan membanjiri pasar dengan pasokan.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan saat ini harga minyak mentah sudah mendekati bawah 24 dolar AS per barel. Ada kemungkinan harga akan kembali terjun bebas.
"Ada kemungkinan harga menuju 19 dolar AS per barel," ujarnya.
Menurut dia, level support dan resistan WTI saat ini adalah 22-25 dolar AS per barel. Jika level itu tertembus, maka support dan resistan akan berada di kisaran 20-24 dolar AS per barel.
Sentimen positif yang bisa membuat harga minyak berbalik menguat, menurut Ibrahim saat ini belum ada. Pasalnya, permintaan terus menurun mengikuti penyebaran Corona. ***



Selanjutnya.....

86% Infeksi Covid-19 tak Terdeteksi!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 21-03-2020
86% Infeksi Covid-19 tak Terdeteksi!
H. Bambang Eka Wijaya

STUDI terbaru mengungkap temuan para ahli, sekitar 86% orang yang terinfeksi SARS-Cov-2 (Covid-19) tak terdeteksi. Hal itu menurut jurnal Science (16/3/2020) memicu penyebaran wabah makin cepat. Sampai hari itu, Pandemi Covid-19 telah menyebar ke lebih dari 160 negara dan menginfeksi lebih dari 189.000.
Sementara itu, Live Science melansir Rabu (18/3/2020), orang dengan Covid-19 yang tidak terdiagnosis kemungkinan karena mereka tidak merasa sakit.
Studi menemukan, para pasien yang tak terdiagnosis justru menjadi sumber penyebaran terhadap dua per tiga dari kasus Covid-19 yang tercatat di Tiongkok pada minggu-minggu awal kemunculan wabah. Enam dari tujub kasus positif Covid-19 tak teridentifikasi di Tiongkok sebelum ada aturan isolasi negara.
"Infeksi yang menyerang tidak diketahui (tidak memiliki gejala) sehingga mendorong penyebaran wabah," kata rekan penulis studi Jeffrey Shaman dari Columbia University. (Kompas.com, 18/3/2020)
"Sebagian besar infeksi dalam fase ringan  hanya sedikit gejala yang muncul, bahkan tidak ada. Banyak orang tidak sadar telah terinfeksi SAR-Cov-2, kebanyakan mengira hanya flu ringan," ujar Shaman.
Infeksi yang tidak teridentifikasi ini disebabkan oleh orang yang positif Covid-19 tidak batuk dan bersin, apalagi demam.
Menurut para peneliti, fenomena "hantu" ini bisa menularkan penyakit lebih parah untuk orang lain.
Studi yang dilakukan dengan pemodelan komputer ini melacak infeksi sebelum dan sesudah penerapan lockdown di kota Wuhan, Tiongkok.
Para peneliti mengembangkan model komputer untuk mensimulasikan penyebaran SARS-Cov-2, virus yang menyebabkan Covid-19, di antara 375 kota di Tiongkok, termasuk Wuhan, di mana wabah dimulai.
Untuk model mereka menggabungkan data tentang infeksi yang dilaporkan dengan informasi tentang pergerakan orang (didapat dari data ponsel).
Ahli memperkirakan, sebelum Wuhan ditutup atau lockdown pada 23 Januari 2020, sekitar 86% dari semua infeksi tidak terdeteksi.
Dengan kata lain, untuk setiap kasus Cobid-19 yang dikonfirmasi, ada enam kasus yang tidak terdeteksi, menurut The Washington Post. Kasus-kasus yang tidak terdeteksi ini bertanggung jawab atas sebagian besar penyakit yang menyebar sebelum lockdown, kata para peneliti.
Temuan ini punya implikasi untuk penyebaran Covid-19 di seluruh dunia, karena banyak negara tertinggal dalam pengujian untuk penyakit ini. Indonesia baru heboh setelah tingkat kematian Covid-19 di peringkat dua dunia. ***



Selanjutnya.....

Dibatasi, Pembelian Bahan Pokok!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Jumat 20-03-2020
Dibatasi, Pembelian Bahan Pokok!
H. Bambang Eka Wijaya

BADAN Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri lewat surat Nomor B/1872/III/Res.2.1/2020 tentang pengawasan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), meminta pengusaha ritel di Indonesia membatasi pembelian bapokting di pasar swalayan.
Pembelian bapokting secara berlebihan di pasar swalayan Jakarta dan sekitarnya terjadi awal Maret 2020. Itu seusai Presiden Jokowi kali pertama mengumumkan adanya pasien Covid-19 di Indonesia. Waktu itu Wuhan, asal Coronavirus, telah di-lock down, mungkin orang-orang yang memborong bapokting itu berasumsi Jakarta juga segera mengalami hal serupa.
Surat Polri yang ditujukan kepada Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) itu menyebutkan sejumlah bahan yang dibatasi pembeliannya. Yakni, beras dengan maksimal 10 kg, gula maksimal 2 kg, minyak goreng maksimal 4 liter, mie instan maksinal 2 dus.
"Untuk menjamin ketersediaan bapokting dan komoditas pangan lainnya, diminta kepada Ketua untuk melakukan pembatasan setiap transaksi pembelian untuk kepentingan pribadi," tulis surat itu dikutip detik.com (18/3).
Polri juga meminta para peritel melakukan koordinasi lebih lanjut, khususnya bila ada informasi tindakan spekulan. Bila pengusaha melihat ada tindakan spekulan diminta langsung menghubungi Satgas Pangan Polri.
"Agar mengantisipasi tindakan spekulan dan untuk koordinasi lebih lanjut alamat e-mail satgaspanganpolri@gmail.com," tulis surat Mabes Polri.
Terkait surat Bareskrim Polri itu, Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menyatakan pihaknya patuh atas permintaan tersebut. Namun dia menukas, kebijakan tersebut bukan dikarenakan stok menipis.
"Saya kira itu untuk berjaga-jaga saja. Saya kira ada baiknya. Tetapi dalam imbauan itu bukan berarti kita kekurangan stok. Stok tidak kurang," ujarnya.
Dia memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat dalam kondisi aman, baik di tingkat peritel maupun di tingkat produsen. Imbauan itu ditujukan agar masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli dalam jumlah berlebihan.
Pembatasan pembelian bapokting oleh kalangan mampu itu justru amat penting bagi menentramkan warga kurang mampu agar tidak cemas kehabisan stok ketika dengan kemampuan terbatas mereka hanya membeli kebutuhan pokok sedikit hari demi hari.
Sebaliknya, menumbuhkan solidaritas sosial di kalangan mampu, bersikap tenggang rasa bahwa masih banyak warga kurang mampu yang juga membutuhkan bahan pokok untuk bertahan hidup. ***


Selanjutnya.....

Rupiah Tembus 15.000/dolar AS!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Kamis 19-03-2020
Rupiah Tembus 15.000/Dolar AS!
H. Bambang Eka Wijaya

PERJUANGAN menahan laju pelemahan kurs rupiah dari tekanan Covid-19 dengan kebijakan BI telah sampai ke garis psikologis, rupiah tembus 15.000 per dolar AS, Selasa (17/3). Juga IHSG di Bursa Efek Indonesia, merosot sempat meninggalkan level 4.500.
Selasa sore, rupiah di pasar spot valas ditutup pada Rp15.077,50 per dolar AS, melemah 1,18% dibanding penutupan Senin pada 14.900/dolar AS.
Posisi tersebut merupakan level terendah sejak 26 Oktober 2018. Ketika itu, menurut Kompas.com (17/3) rupiah berada di level Rp15.217 per dolar AS.
Selama sepekan ini rupiah mengalami penurunan sebesar 4,66%, atau merosot 9,8% dalam sebulan.
Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen wabah virus Corona masih mendominasi sehingga membuat aset berisiko tertekan.
"Kelihatannya sentimen belum membaik. Semalam Wall Street jatuh dalam, lebih 12%," kata Ariston.
Kejatuhan Wall Street hari Senin dampaknya 'kagak ketulungan' terhadap rupiah, dan menyeret IHSG hingga merosot sempat meninggalkan level 4.500 pada Selasa (17/3).
Wall Street sendiri babak belur. Indeks Dow Jones Industrial terperosok 2.997,20 poin atau 12,93%. Khusus sektor real estat merosot hingga 16,55% hanya dalam sehari. Indeks-indeks utama dunia jatuh telak Senin waktu AS (dinihari Selasa WIB) setelah Presiden Donald Trump mengatakan, wabah Covid-19 bisa berlangsung berbulan-bulan dan ekonomi AS bisa menuju ke resesi.
Aksi penjualan brutal tak tertahankan usai ucapan Trump itu. Tak lama, sirkuit self rejection putus pertanda meluncurnya penurunan indeks melampaui garis terendah. Sirene melengking, pertanda perdagangan saat itu harus dihentikan (halt trade) selama 15 menit. Ini penghentian perdagangan ketiga di Wall Steet sejak pekan sebelumnya.
AS saja demikian, Indonesia bisa apa? Pekan lalu BEI juga dua kali menghentikan perdagangan selama 30 menit akibat IHSG merorot lebih 5% dalam sehari. Selasa (17/3) pukul 15.02 WiB kembali terjadi, perdagangan dihentikan 30 menit ketika IHSG merosot lebih 5%, dan sempat meninggalkan level 4.500. Penghentian ini membantu IHSG kembali membaik hingga ditutup pada level 4.456,74, turun 233,9 poin atau 4,9% dibanding penutupan Senin 4.690,65.
Dari realisasi pasar rupiah terlihat trisula intervensi BI dan seperangkat kebijakan mengamankan rupiah masih perlu dipertajam. Demikian pula kebijakan OJK dan BEI menahan kemerosotan IHSG, kebijakan buy back saham cenderung sebatas wacana. ***


Selanjutnya.....

Tetap Rasional Melawan Covid-19!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Rabu 18-03-2020
Tetap Rasional Melawan Covid-19!
H. Bambang Eka Wijaya

PRESIDEN Jokowi menegaskan untuk tetap rasional dalam melawan Covid-19 tanpa harus menggembok (lockdown) semua pintu keluar-masuk negara ini. Guna memperlambat dan memutus rantai penyebaran virusnya, ia anjurkan agar masyarakat bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah.
Setelah penegasan presiden itu, Kemendilbud pun resmi meliburkan sekolah selama dua minggu mulai Senin 16 Maret 2020. Ini diikuti banyak kepala daerah yang langsung mengumumkan libur sekolah dan ASN boleh bekerja di rumah.
Meski terkesan terlambat, baru diposting medsos di Lampung Senin (16/3/2020) siang, Gubernur Lampung juga tak mau ketinggalan. Ia keluarkan instruksi pencegahan virus Corona dengan meliburkan ASN dan sekolah.
Instruksi gubernur itu ditujukan kepada bupati dan walikota se-provinsi Lampung, kepala instansi vertikal, rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, dan OPD Pemprov di Lampung. Instruksi gubernur yang datang menyusul ini lebih menentramkan hati pimpinan instansi yang sebenarnya telah mendahului gubernur dalam meliburkan pegawai atau sekolah.
Mamun semua itu tak masalah. Namanya juga sedang menghadapi serangan virus yang tak terlihat secara kasat mata. Wajar orang jadi gugup, kalut, bahkan panik. Tapi semua itu teredam dan teratasi oleh ketenangan bawaan gaya Presiden Jokowi secara nasional, maupun gaya Gubernur Arinal Djunaidi dalam lingkup daerah Lampung.
Juga ketenangan seperti Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menolak penerapan status KLB Corona untuk provinsinya. Memang ada seorang pasien positif Covid-19 di DIY, tapi dia sudah diisolasi sedang kondisi Yogya secara keseluruhan masih kondusif. Jadi belum perlu KLB, yang malah menyusahkan pedagang cilik dan warga kurang mampu mencari makan, ujarnya.
Terpenting dari liburan sekolah dan ASN itu adalah mematuhi aturan diam di rumah dan melakukan kegiatan tugas atau sekolahnya. Dilengkapi olah raga ringan menjaga kondisi fisik agar tetap bugar hingga tidak rentan terserang Corona.
Kepatuhan menahan diri di rumah itu juga diperlukan untuk menurunkan death rate (tingkat kematian) akibat covid-19 di Indonesia. Akibat kecenderungan kalangan pemerintah meremehkan covid-19 di masa awal, tingkat kematian covid-19 di Indonesia peringkat dua dunia dengan 5,20%, atau 5 kematian dari 96 pasien positif covid-19. Peringkat pertama Italia dengan 7,169%.
Andai pun pasien positif bertambah, dengan jumlah kematian tetap, death rate-nya akan turun. ***


Selanjutnya.....

Indonesia Negara Serba Charitas!


Artikel Halaman 8, Lampung Post Selasa 17-03-2020
Indonesia Negara Serba Charitas!
H. Bambang Eka Wijaya

MENGHADAPI krisis tiga dimensi--perang dagang, pandemi Covid-19, dan perang harga minyak--yang belum jelas seberapa parah dampak akhirnya, Pemerintah Indonesia membagi-bagikan berbagai charitas (bantuan bersifat amal) untuk meredam goncangan perekonomian nasional.
Charitas adalah bantuan yang diberikan tanpa menuntut balasan atau pengembalian. Charitas terakhir adalah bebas PPh 21 pekerja industri pengolahan dengan gaji sampai Rp16 juta per bulan. Lalu PPh 22 impor untuk 19 sektor industri pengolahan. Kemudian relaksasi PPh 25 dengan pengurangan pajak korporasi 30% untuk industri pengolahan. Semua itu pajaknya ditanggung pemerintah.
Tujuannya supaya masyarakat kelas menengah sektor industri dengan dana charitas itu banyak belanja. Dengan kelompok berduit banyak belanja, ekonomi bergerak melewati krisis multidimensi.
Sebelumnya untuk pariwisata diberi stimulus buat maskapai penerbangan, diskon hingga 50% untuk tiket domestik ke DTW yang ditentukan, dan insentif 50 dolar untuk tiket turis asing. Kemudian kepada influencer disiapkan dana Rp72 miliar untuk kampanye pariwisata melalui medsos di luar negeri.
Mengatasi krisis multidimensi dengan penyebaran dana charitas itu mungkin khas Indonesia. Amerika Serikat saja, ketika krisis keuangam global 2008, yang dibagikan pemerintah kepada bank-bank terkemuka negerinya adalah dana talangan,  yang harus dikembalikan oleh bank penerima setelah ekonomi normal.
Dana charitas, tanpa menuntut penerimanya untuk melakukan sesuatu sebagai imbal baliknya, memang cenderung menjadi tradisi pemerintahan rezim ini untuk mengatasi masalah sosial ekonomi yang kronis. Terakhir ada Kartu Pra Kerja, semacam ATM yang akan dibagikan kepada penganggur.
Berbagai bantuan kepada warga miskin, dari PKH, BPNT, dan bansos-bansos lain nyaris semuanya didistribusikan sebagai charitas--tidak menuntut apa pun sebagai imbal baliknya. Dari semua itu terlihat Indonesia sebagai negara charitas. New Deal AS saja, waktu depresi berat 1930-an, orang harus bekerja di proyek pekerjaan umum untuk mendapatkan bantuan tunai.
Masalahnya, dari mana uang untuk semua charitas itu, ketika ekonomi global gonjang-ganjing, penerimaan negara tersendat? Menurut Menkeu Sri Mulyani, khusus untuk stimulus ekonomi terkait virus korona terakhir adalah tambahan defisit APBN sebesar Rp125 triliun. Sebelum itu, defisit dalam APBN 2020 sebesar Rp307,2 triliun--sebagian besar untuk beragam charitas sepanjang tahun. ***

Selanjutnya.....

Lebih Mumet, UN Diganti Jadi AKM!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Senin 16-03-2020
Lebih Mumet, UN Diganti Jadi AKM!
H. Bambang Eka Wijaya

KELEGAAN dihapusnya Ujian Nasional (UN) usai. Ternyata UN bukannya dihapus, tapi diganti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang bisa lebih mumet. Soal-soalnya menuntut jawaban solutif berbentuk esai maupun nalar matematis, bukan jawaban standar seperti UN.
AKM merupakan gebrakan Mendikbud Nadiem Makarim. "Tahun 2021 UN akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter," papar Nadiem.
Menurut Nadiem, AKM dapat menjadi penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan minimal siswa. AKM akan berisi materi yang meliputi tes kemampuan literasi, numerasi dan pendidikan karakter.
Plt Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno memperjelas, soal AKM akan sangat berbeda dengan soal UN sehingga siswa maupun guru perlu lebih menyiapkan diri.
"Di UN jarang dikenal soal (AKM) ini. Jadi kira-kira, soal AKM yang berbeda dengan UN lebih kepada pemahaman," jelas Totok dikutip Kompas.com (12/3/2020).
Menurut Totok, soal numerasi pada AKM bukan lagi soal matematika yang identik dengan angka-angka dan rumus. Melainkan, bagaimana menyelesaikan persoalan dengan nalar matematika.
"Misalnya, persoalan kapan sampah itu bisa terurai agar tidak mencemari lingkungan. Kehidupan sehari-hari akan kita angkat dalam soal supaya anak juga kenal dengan persoalan hidup sekaligus bisa menjawab soal ujian," kata Totok.
Contoh soal numerasi yang disajikan Kemendikbud terbagi atas beberapa level, yakni level Pemahaman Konsep, level Aplikasi Konsep, dan level Penalaran Konsep. Sedangkan literasi terbagi atas level Mencari Informasi dalam Teks, level Memahami Teks, dan level Mengavaluasi dan Merefleksi Teks.
Contoh-contoh soal AKM tersebut kini sudah cukup banyak diunggah di YouTube, mulai dati simulasi AKM untuk Guru, Soal Numerasi, Soal Literasi, dan untuk semua tingkat sekolah.
Kalau rajin dan cermat membolak-balik contoh yang ada, mungkin bisa membantu untuk mempermudah mengikuti dan menghadapi pelaksanaanya kelak. Lebih-lebih dengan bimbingan guru. Juga ada Bimbingan Test Online kalau butuh.
Meski demikian, tetap terasa kurangnya panduan teknis dari kementerian dalam mendorong proses perubahan dalam banyak hal di pendidikan nasional ini. Apalagi, salah satu dimensi penting dalam perubahan tersebut adalah penguatan pendidikan karakter, di lapangan terkesan masih kurang "bunyi". Gemuruh perubahan yang digaungkan pun belum merubah banyak rutinitas di sementara sekolah. ***

Selanjutnya.....

Cuaca Ektrem Indonesia Diprediksi Hingga 2040!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Minggu 15-03-2020
Cuaca Ekstrem Indonesia
Diprediksi Hingga 2040!
H. Bambang Eka Wijaya

FENONENA cuaca ekstrem yang melanda Indonesia, berdasar data BMKG dalam 30 tahun terakhir semakin sering terjadi dengan intensitas yang semakin tinggi.
"Kondisi ekstrem ini kejadiannya semakin sering sejak 30 tahun terakhir dengan jangka tahunnya semakin pendek. Hari ini adalah bagian dari fenomena (cuaca ekstrem) yang panjang tadi," kata Kepala BMKG Dwikora Karnawati. Proyeksi perubahan iklim, menurut BMKG, masih akan berlangsung hingga priode tahun 2040. (Kompas.com, 28/2)
Cuaca ekstrem berkaitan dari waktu ke waktu, seperti dampak dari El Nino dan Dipole Mode 2019, menjadi curah hujan lebih deras 2020.
El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Untuk wilayah Indonesia, dampak El Nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.
Sedangkan Dipole Mode, merupakan fenomena mirip El Nino, tapi kejadiannya di Samudera Hindia. Femomena ini mengakibatkan perairan di sekitar Indonesia jauh lebih dingin dari biasanya dan menyebabkan tidak ada penguapan.
Menurut pakar meteorologi ITB, Zadrach Ledoufij Dupe, Dipole Mode menyebabkan Indonesia tidak memiliki pertumbuhan awan, curah hujan minim, dan udara kering bergerak sampai Australia yang menyebabkan kebakaran parah hutannya.
"Jadi seolah-olah musim penghujan kita kemarin mengalami stres. Angin yang membawa uap air ke Indonesia ditahan oleh El Nino dan Dipole Mode, kemudian saat Al Nino dan Dipole Mode pergi, udara lembab masuk Indonesia dan curah hujan yang sebelumnya tertahan langsung bles aja," jelas Zadrach.
Sementara Kepala Organisasi Meteorologi Dunia (MMO) Petteri Taalas menyatakan, 2019 meninggalkan serangkaian peristiwa kondisi cuaca dan iklim ke tahun 2020. Penyebabnya, karena tingginya tingkar gas rumah kaca yang membuat panas terperangkap di atmorfer. Hal itu menyulut pemanasan global dengan salah satu dampaknya naiknya suhu di lautan dunia, khususnya pada 2019. Menurut studi dalam Advances in Atmopheric Sciences, dari data 1950-2019 suhu rata-rata lautan dunia pada 2019 lebih tinggi 0,075 derajat Celcius.
Meski angkanya tak terlihat signifikan, ternyata dibutuhkan panas sebesar 228 sextilion Joules untuk mencapainya. Jika dikonversi dengan bom atom Hirosima pada 1945, jumlah panas yang kita tambahkan ke lautan selama 25 tahun terakhir setara dengan 3,6 miliar ledakan bom atom Hirosima.
Akhirnya, 2040 itu jadwal sukses target global menurunkan emisi gas rumah kaca. ***





Selanjutnya.....

BPJS Kesehatan Korban Perpres!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 14-03-2020
BPJS Kesehatan Korban Perpres!
H. Bambang Eka Wijaya

MENAIKAN 100% Iuran BPJS Kesehatan batal. Mahkamsh Agung mengabulkan sebagian uji materi terhadap Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Permohonan uji materi diajukan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang keberatan dengan naiknya iuran BPJS Kesehatan.
Menurut putusan MA, pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) dari Perpres tersebut bertentangan dengan sejumlah ketentuan di atasnya, antara lain UUD 1945, UU Nomor 40/2004 tentang SJSN, dan UU No.36/2009 tentang Kesehatan.
Pasal tersebut menjelaskan tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100%.
Dengan putusan MA sebagai stardar hukum, maka nyata terbukti jajaran penyusun hukum di belakang Presiden Jokowi yang kurang solid. Hal itu juga terlihat pada banyak RUU yang diajukan pemerintah mendapat penolakan dari segala penjuru. Itu sejak RUU KUHP sampai Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang "menabrak" kian kemari.
Seyogianya, dengan serangkai penolakan berantai itu Presiden layak mengevaluasi jajaran penyusun hukum di belakangnya itu. Karena, dengan kelemahan tim hukum tersebut mengelaborasi masalah krusial dalam bahasa Undang-Undang yang betul-betul akseptabel, ujung-ujungnya selalu menonjolkan RUU yang kontroversial, kemudian menghadapkan Presiden saling bertentangan dengan rakyat.
Kondisi seperti pada penolakan terhadap RUU KUHP dan Revisi UU KPK yang hingga mengorbankan jiwa kaum muda mahasiswa dan pelajar harapan masa depan bangsa tak perlunp terjadi hanya sebagai akibat kekonyolan penyusun bahasa aturan hukum di belakang Presiden.
Terkait dengan BPJS Keseharan misalnya, betapa konyolnya pemerintah harus terus menambah biaya jaminan kesehatan yang setiap kali defisitnya terus membengkak, hanya karena penyusun bahasa Perpres yang isinya bertentangan dengan UUD 1945 dan UU SJSN dan kesehatan.
Itu terjadi hanya akibat gagal mengelaborasi realitas bahwa pemerintah telah membayar iuran BPJS Kesehatan warga kurang mampu sebanyak 134 juta jiwa. Sedang warga yang kena iuran langsung itu adalah mereka yang tak terjaring survei warga kurang mampu oleh Kenensos maupun peserta Jamkesda. Artinya pembayar iuran langsung itu banyak yang tidak masuk kelompok kurang mampu, hingga enggan mendaftarkan diri masuk penerima bantuan iuran (PBI).
Kegagalan menyusun bahasa hukum yang akseptabel akan berkelanjutan menyulut penolakan luas publik terhadap setiap RUU. Lebih celaka lagi, setiap RUU menyulut konflik luas, tanpa kecuali berisiko korban jiwa. ***



Selanjutnya.....

Kemerosotan IHSG Berhasil Diatasi!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Jumat 13-03-2020
Kemerosotan IHSG Berhasil Diatasi!
H. Bambang Eka Wijaya

SETELAH kemerosotan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia Senin (9/3) mencapai 6,58% menjadi 5.136,80, mulai Selasa (10/3) BEI menerapkan kebijakan auto-rejection 10% pada batas bawah dan 25-35% batas atas. Kebijakan ini terbukti berhasil mengatasi kemerosotan IHSG.
Hal itu terlihat pada perdagangan Selasa (10/3) IHSG dibuka menghijau dan pada sesi  awal pukul 12.00 ditutup pada 5.255,18, atau naik 2,3% dari penutupan Senin.
Bagaimana kebijakan auto-rejection bisa mengatasi kemerosotan IHSG? Pertama, auto-rejection itu mengandung ancaman halus, jika saham sebuah emiten merosot lebih 10%, maka penjualan sahamnya di-suspend. Dengan di-suspend, eksesnya pada penurunan indeks lehih dalam tertahan.
Pada Senin (9/3), sejumlah emiten melemah lebih 10%, utamanya saham emiten otomotif: PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 11,45% ke posisi Rp5.025 per saham. Juga PT Indomobil Sukses Intenational Tbk (IMAS) terkoreksi 11,76% ke level Rp600 per saham.
Kedua, untuk menjauhi jarak dari auto-reject 10%, emiten bisa menjaga stabilitas harga sahamnya dengan buy back. Dengan buy back, sentimen negatif penjualan saham oleh investor bisa diredam.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberi izin kepada emiten untuk melakukan buy back tanpa lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Dengan adanya peluang untuk mengendalikan harga saham oleh emiten ini, Menteri BUMN Erick Tohir memerintahkan 12 perusahaan BUMN yang go public agar melakukan buy back. Erick menyebutkan tahap pertama buy back BUMN bisa sebesar Rp8 triliun.
Pada penutupan pasar Selasa sore, IHSG bertahan pada posisi 5.220,83. Artinya, untuk sementara bauran kehijakan BEI dan OJK untuk menahan kemerosotan IHSG agar tidak bablas ke bawah angka 5.000 cukup berhasil.
Begitupun, OJK Selasa (10/3) petang mengeluarkan lagi kebijakan tambahan untuk menahan penurunan IHSG. Melalui surat nomor S-274/PM.21/2020, OJK memerintahkan kepada BEI untuk menghentikan kegiatan perdagangan saham bila IHSG berada dalam tekanan.
Rinciannya, bila IHSG turun 5% dalam sehari, BEI dipetintahkan mengehentikan perdagangan selama 30 menit. Aturan ini mulai berlaku pada perdagangan Rabu (12/3/2020) sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Aturan terakhir ini untuk keseluruhan IHSG, sedang auto-rejection untuk per emiten.
Jika IHSG turun hingga 10% atau lebih 15%, BEI menerapkan protokol krisis sesuai SK Direksi tentang Panduan Penanganan Kondisi Darurat. ***






Selanjutnya.....

Harga Minyak Dunia Anjlok 30%!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Kamis 12-03-2020
Harga Minyak Dunia Anjlok 30%!
H. Bambang Eka Wijaya

HARGA minyak mentah dunia anjlok 30% dipicu kegagalan OPEC mencapai kesepakatan mengenai pengurangan produksi. Dalam pertemuan OPEC dan Rusia di Wina pekan lalu, Arab Saudi dan Rusia bersikeras menolak pengurangan produksi sesuai dampak Corona.
Arab Saudi dilaporkan justru memangkas harga dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi minyaknya dari 9,7 juta barel menjadi 12,5 juta barel per hari (bph). Sikap keras kedua negara penghasil minyak utama dunia--Saudi-Rusia--itu memicu perang harga.
Menurut CNBC Senin (9/3/2020), harga minyak mentah berjangka Brent anjlok 30% menjadi 31,02 dolar AS per barel, terendah sejak Februari 2016.
Sementara harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 27% menjadi 30 US dolar per barel, juga terendah sejak Februari 2016. Harga minyak WTI pada jalur terburuk harian sejak Januari 1991 selama Perang Teluk.
Sabtu lalu Arab Saudi mengumumkan diskon besar-besaran harga jual minyaknya untuk April. Saudi kini memompa produksi 9,7 juta barel per hari, dengan terus meningkatkan mencapai kapasitas produksinya hingga 12,5 juta barel per hari.
"Kami melihat perang harga minyak OPEC dan Rusia dimulai akhir pekan lalu, ketika Arab Saudi secara agresif memotong harga di mana ia menjual minyak mentahnya paling banyak dalam setidaknya 20 tahun," kata analis Goldman Sachs, Damien Courvalin dalam catatannya.
"Prognosis untuk pasar minyak bahkan lebih mengerikan daripada November 2014, ketika perang harga seperti itu dimulai. Kejatuhan permintaan minyak juga karena Virus Coona," tambahnya.
Goldman memangkas prediksi harga minyak Brent pada kuartal kedua dan ketiga menjadi 30 dolar AS per barel, dan harga bisa turun ke posisi 20-an dolar AS per barel. (Liputan-6, 9/3)
Dalam pertemuan Wina pekan lalu OPEC merekomendasikan pengurangan produksi tambahan 1,5 juta barel per hari mulai bulan April dan berlanjut hingga akhir tahun. Tapi Rusia menolak pemotongan tambahan rekomendasi OPEC itu.
"Mulai 1 April kami mulai bekerja tanpa mempedulikan kuota atau pengurangan yang sudah ada sebelumnya," ujar Menteri Energi Rusia, Alexander.
"Minyak berada pada posisi 20 dolar AS pada tahun 2020 mungkin akan terjadi," kata Ali Khedery, mantan penasihat senior Timur Tengah, Exxon.
Ini pendekatan drastis dari Arab Saudi, khususnya untuk mengatasi kelebihan produksi yang kronis," ujar John Kilduff dari Capital Again.
Namun Grup Eurasia percaya, Saudi dan Rusia akhirnya akan mencapai kesepakatan. ***

Selanjutnya.....

Giliran New York Darurat Cirona!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Rabu 11-03-2020
Giliran New York Darurat Corona!
H. Bambang Eka Wijaya

GUBERNUR New York Andrew Cuomo Sabtu (7/3/2020) mengumumkan Keadaan Darurat Corona di wilayahnya. Kondisi darurat atau outbreak itu ditetapkan ketika Coronavirus baru menyebar di negara bagian itu dengan 21 kasus baru.
"Sebanyak 76 orang sejauh ini dinyatakan positif mengidap virus tersebut," ujar Cuomo kepada wartawan. Sepuluh dari mereka yang terdampak telah dirawat di rumah sakit.
Menurut Cuomo, 57 orang dari mereka yang terinfeksi memiliki hubungan dengan komunitas Yahudi Ortodoks di New Rochelle, sebuah kota di Westchester County, 20 mil (32 kilometer) barat laut New York.
"Westchester adalah masalah yang jelas. Kami bicara tentang penularan dalam kelompok. Kelokpok cenderung menginfeksi lebih banyak orang," ujar Cuomo dikutip detiknews dari AFP, Minggu (8/3/2020).
Dalam upaya memperlambat penyebaran virus, rumah dan fasilitas perawatan di daerah New Rochelle dinyatakan tertutup, melarang kunjungan oleh orang luar.
"Kami sangat berhati-hati," kata Cuomo. Dia mengatakan priode karantina 14 hari untuk orang yang terinfeksi mungkin diperpanjang.
Gubermur juga memperingatkan para pengusaha toko agar tidak mengekaploitasi situasi dengan menaikkan harga produk-produk terkait virus. "Kami memiliki laporan toko yang menjual pembersih tangan seharga 80 dolar per botol. Itu tidak sepadan dengan pemilik toko," tegas Cuomo.
Amerika Serikat telah menemukan lebih dari 200 kasus virus Corona baru, ternasuk 19 kematian, menurut penghitungan resmi yang dikumpulkan oleh AFP. Enam belas kematian dilaitkan dengan rumah pensiun Washington, di sudut barat laut negara itu.
Tertekan serangan virus Corona yang terlambat dicegahnya, Presiden Trump menyalahkan mantan Presiden Obama, yang ditudingnya menciptakan prosedur terlalu lama pengujian di laboratorium.
Namun kalangan Partai Republik sendiri menyatakan klaim Trump tidak akurat. Taylor Haulsee, asisten senator Lamar Alexander, mengatakan Pemerintahan Obama memang sempat mengajukan proposal 'pengawasan lebih' untuk Food ang Drug Administration (FDA) pada pengujian diagnostik. Tapi proposal itu tidak pernah berlaku.
Di sisi lain, Gedung Putih memberlakukan protokol jauh lebih ketat untuk melindungi Presiden Trump dari virus Corona dengan memperketat peraturan pengunjung. Para tamu harus mengungkap semua negara yang dikunjunginya dalam 30 hari terakhir.
Langkah lebih lanjut ditetapkan kelompok yang dipimpin wakil kepala staf Gedung Putih untuk operasional, Tony Ornato. ***

Selanjutnya.....

Corona Perlonggar Ekonomi Global!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Selasa 10-03-2020
Corona Perlonggar Ekonomi Global!
H. Bambang Eka Wijaya

COVID-19 telah berhasil memutus rantai pasok industri global. Ekonomi global yang sudah sesak napas oleh tekanan perang dagang dan proteksionisme, semakin megap. Bank-Bank Sentral pun, dari BI hingga The Fed buru-buru memperlonggar moneter agar perekonomian terhindar dari resesi.
BI setelah 20 Februari 2020 memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4%, dilanjutkan awal Maret dengan kebijakan lima jurus mengatasi dampak Corona, salah satunya triple intervensi: di pasar spot, DNDF dan pembelian SBN.
Sementara itu, Bank Sentral AS atau lazim disebut The Fed, yang seharusnya Rapat Dewan Gubernur 17-18 Maret, pada Selasa (3/3/2020) tiba-tiba memangkas suku bunga acuannya 50 basis poin (bps) menjadi 1-1,25%.
Pemangkasan agresif tersebut merupakan yang pertama sejak Desember 2008 atau saat krisis finansial terjadi. Kala itu The Fed memangkas suku bunga sebesar 75 bps.
Dalam konferensi pers setelah pengumuman tersebut, pimpinan The Fed Jerome Powell mengatakan, keputusan pemangkasan suku bunga diambil setelah para anggota dewan The Fed melihat wabah virus corona mempengaruhi outlook perekonomian.
"Besarnya efek virus corona terhadap perekonomian AS masih sangat tidak menentu dan berubah-ubah. Melihat latar belakang tersebut, anggota dewan menilai risiko terhadap outlook perekonomian telah berubah secara material. Merespon hal tersebut, kami telah melonggarkan kebijakan moneter untuk memberikan lebih banyak support ke perekonokian," kata Powell. (CNBC-Indonesia, 4/3/2020)
Demikianlah realitas virus corona lewat memotong rantai pasok industri, secara tidak langsung mendorong pelonggaran kebijakan moneter dunia, menyelamatkan ekonomi dari resesi. Namun sejauh mana virus corona bisa meredakan perang dagang dan mengakhiri proteksionisme, tergantung sejauh mana krisis ekonomi global yang diakibatkan perang dagang dan proteksionisme itu sendiri akan terus memburuk.
Berdasar kemungkinan krisis yang masih akan terus memburuk, ekonom Goldman Sachs memprediksi pemangkasam suku bunga The Fed masih belum berakhir. Goldman memperkirakan akan ada pemangkasan lagi sehingga total di tahun ini suku bunga The Fed dipangkas 100 bps menjadi 0,5-0,75%.
Di Indonesia lain lagi ceritanya. Sekalipun BI heboh membuat berbagai kebijakan dan memangkas suku bunga acuan untuk melonggarkan moneter, suku bunga kredit bank selalu enggan beringsut turun. Untung saja, kebijakan BI selalu berhasil menahan laju pelemahan rupiah. ***

Selanjutnya.....

Arab Saudi Stop.Umrah Setahun!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Senin 09-03-2020
Arab Saudi Stop Umrah Setahun!
H. Bambang Eka Wijaya

KERAJAAN Arab Saudi mengumumkan untuk menangguhkan pelaksanaan ibadah umrah sepanjang tahun 2020. Ini berlaku untuk semua negara, termasuk bagi warga negara atau penduduk Arab Saudi sendiri.
Keputusan tersebut diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona. Terutama di kota dan situs suci umat Islam yang ada di Arab Saudi.
Pembatasan Umrah terhadap peziarah asal warga Arab Saudi bahkan dibuatkan pengumuman khusus. "Untuk menangguhkan sementara Umrah bagi warga dan penduduk di kerajaan," tulis pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dari Saudi Press Agency, dikutip dari Channelnewsasia.com via Kompas.com, Kamis (5/3/2020).
Tweet dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga melarang kunjungan ke Masjid Nabawi di Madinah.
Sementara hingga kini belum jelas apakah keputusan ini juga berpengaruh pada ibadah haji yang rencananya dimulai pada akhir Juli 2020. Sebelumnya, pekan lalu, Arab Saudi menangguhkan visa umrah dari beberapa negara, termasuk Indonesia.
Kemudian pada Senin (2/3/2020), pemerintah Arab Saudi mengumumkan kasus positif pertama virus Corona. Kasus ini berasal dari seseorang yang melakukan perjalanan dari Iran melalui Bahrain.
Pada 2018, data resmi Pemerintah Arab Saudi mencatat ada 18,3 juta orang yang menunaikan ibadah umrah. Dua per tiga dari jumlah tersebut adalah pendusuk Arab Saudi yang ikut menunaikan ibadan umrah.
Adapun jumlah jemaah umrah asal Indonesia ke Arab Saudi tahun kalender 1439 Hijriyah atau 2018-2019 menurut databoks.co.id tercatat sebanyak 974,7 ribu orang.
Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi, menyebut rata-rata per hari ada 5.000 hingga 10.000 jemaah umrah yang diberangkatkan sesuai  jadwalnya. Dalam sebulannya bisa mencapai 110 ribu jemaah.
Per orangnya, ia perkirakan harus menanggung Rp20 juta, sebagai biaya perjalanan. "Kalau rata-rata Rp20 juta dikali 50 ribu orang saja sudah Rp1 triliun untuk dua pekan," kata Syam dalam keterangan tertulis ke tirto.id (27/2/2020).
Rp20 juta itu, terdiri dari biaya visa sampai akomodasi maskapai penerbangan dan hotel. Ia berharap maskapai atau pihak hotel bisa mengerti, agar deposit yang sudah dibayarkan biro tidak dihanguskan. Sebab, jemaah sudah terlanjur membayar.
Namun, bisnis multitriliun itu harus istirahat sepanjang 2020. Terpenting, selama umrah jeda, hak-hak jemaah yang sudah beres siap berangkat, tetap terjaga sampai jadwal keberangkatannya tiba. Pemerintah harus menjamin itu. ***

Selanjutnya.....

Letusan Supergunung Toba Sisakan Populasi Manusia!

Artikel Balaman 8, Lampung Post Minggu 08-03-2020
Letusan Supergunung Toba
Sisakan Populasi Manusia!
H. Bambang Eka Wijaya

LETUSAN Supergunung Toba 74.000 tahun lalu terdahsyat sepanjang sejarah, bekas kawahnya menjadi Danau Toba. Usai letusan, materialnya menyelimuti atmosfir, menyulut musim dingin vulkanik enam sampai 10 tahun, dan pendinginan permukaan bumi 1.000 tahun.
Dahsyatnya letusan Supergunung Toba menimbulkan bencana besar, termasuk menghancurkan populasi hominin dan mamalia di Asia. Namun timbul pertanyaan para ilmuwan, bagaimana populasi manusia bisa selamat dan bertahan?
Masalahnya, letusan itu terjadi pada priode migrasi manusia awal dari Afrika ke Asia, seperti dilansir Kompas.com dari Phys (27/2/2020). Ilmuwan memperkirakan, letusan itu hampir memusnahkan manusia yang sedang bermigrasi, membuat mereka tertahan di Afrika Timur dan India.
Beberapa ahli mengatakan peristiwa itu mendorong spesies kita ke jurang kepunahan. Namun perkiraaan para ilmuwan itu meleset. Itu diungkapkan sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Nature Commuications.
Studi ini mengungkap manusia purba justru bisa melewati peristiwa letusan gunung berapi supervulkanik yang terjadi 74.000 tahun lalu itu. Temuan tersebut berdasar penelitian yang dilakukan oleh University of Queensland, Australia, terhadap alat-alat batu di situs Dhaba, Middle Son River Valley, India Tengah.
Hasilnya menunjukkan manusia pertama kali tiba di situs tersebut pada 80.000 tahun yang lalu, dan tetap berada di situ sampai setidaknya 48.000 tahun yang lalu.
Selain itu, tidak ditemukan gangguan dalam produksi alat batu. Bentuknya tidak berubah secara drastis ataupun menghilang dalam priode tertentu. Artinya, situs tersebut terus ditempati dan menunjukkan jika letusan Gunung Toba tak mengganggu migrasi manusia purba saat meninggalkan Afrika.
Peneliti menilai temuan ini tidak mendukung teori, populasi hominin punah karena letusan super-volcano Toba. Sebaliknya, bukti arkeologis menunjukkan manusia selamat dari salah satu peristiwa vulkanik terbesar dalam sejarah manusia.
Meski demikian, studi terakhir ini juga tetap meninggalkan tanda tanya. Menurut Kira Westaway, peneliti dadpri Macquarie University, Australia, yang tak terlibat dalam penelitian mempertanyakan bagaimana manusia purba bisa selamat. Apakah ini berarti letusan Gunung Toba tidak sebesar dan sedahsyat yang dibayangkan, ataukah memang manusia lebih bisa beradaptasi dalam menghadapi bencana besar.
Faktanya, spesies manusia selalu mampu beradaptasi melewati bencana yang menerpanya. ***


Selanjutnya.....

Omnibus, Re-Sentralisasi Kekuasaan!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 07-03-2020
Omnibus, Re-Sentralisasi Kekuasaan!
H. Bambang Eka Wijaya

SAAT reformasi, kekuasaan yang sentralistis pada Orde baru di-desentralisasi lewat otonomi daerah dan kekuasaan otonom civil society berbagai komisi independen (dari Komnas HAM, KPU, KPK, sampai KPAI dan lainnya), hingga komunitas pers dengan self regulator, maka lewat Omnibus Law arusnya dibalik menjadi Re-Sentralisasi kekuasaan.
Kata kuncinya pada Pasal 249 RUU Cipta Kerja, Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada), tak boleh bertentangan dengan Kebijakan Pemerintah Pusat, selain bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, kepentingan umum dan kesusilaan.
Dijelaskan, Kebijakan Pemerintah Pusat dimaksud yang berkaitan dengan: 1. pelaksanaan program pembangunan. 2. perizinan dan kemudahan berusaha. 3. pelayanan, dan atau 4. pembebanan biaya pelayanan.
Kebijakan Pemerintah Pusat adalah kebijakan Presiden yang diputuskan dalam sidang kabinet atau rapat terbatas atau pelaksanaan dari Instruksi Presiden.
Bila Perda bertentangan dengan rambu-rambu di atas, maka pasal selanjutnya menegaskan bisa dicabut oleh Pemerintah Pusat (dengan Peraturan Presiden).
Sebelumnya, pemerintah sempat membuat regulasi menteri dalam negeri berwenang menghapus perda yang bertentangan dengan UU. Tapi, peraturan itu dibatalkan MK, maka pencabutan perda harus kembali lewat uji materi di MA.
Saat mencanangkan Omnibus Law Presiden Jokowi menyebut ada 42 ribu regulasi yang menghambat ketika ia akan melakukan suatu keputusan. Tampak bakal seperti apa re-sentralisasi terhadap segala aturan produk otonomi daerah.
Proses re-sentralisasi, arus balik dari reformasi yang men-de-sentralisasi kekuasaan, juga mulai terlihat pada komisi independen, lewat pola piece meal engineering--sedikit demi sedikit. Pertama pada KPK, melalui revisi UU KPK, sifat independensinya berupa self regulator telah diakhiri, menjadi diletakkan di bawah kekuasaan Presiden dan Dewas.
Pola piece meal engineering itu juga dicoba lewat Omnibus Law untuk menembus self regulator komunitas pers yang diatur UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Upaya ini bahkan dilakukan lewat "umpan jebakan tikus", yaitu iming-iming lewat Peraturan Pemetintah melakukan tindakan yang lebih tegas terhadap pengganggu kehidupan pers.
Kalau komunitas pers tergiur oleh umpan itu lantas menggigitnya, maka kemerdekaan pers dengan self regulatornya berakhir. Karena, jadi ada peraturan pemerintah yang ikut mengatur pers, kembali seperti di era Orde Baru. ***

Selanjutnya.....

Indonesia Lawan Serangan Covid-19!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Jumat 06-03-2020
Indonesia Lawan Serangan Covid-19!
H. Bambang Eka Wijaya

SETELAH mendapat nomor urut 65 negara yang kena serangan Coronavirus (Covid-19) Senin (2/3/2020), Pemerintah Indonesia tetap melawan dengan berbagai kebijakan, terutama untuk menjaga dampak negatifnya ke ekonomi.
Kalau Arab Saudi menutup semua bandaranya dari masuknya warga asing, termasuk jemaah umroh, Indonesia justru memberi insentif 50 dolar AS (Rp710.000/kurs 14.200) pada setiap tiket pesawat warga asing yang berkunjung ke Indonesia. Ini untuk menarik turis asing ke Indonesia, akibat serangan Covid-19 setiap bulan kehilangan pemasukan 500 juta dolar AS di sektor pariwisata.
Tak hanya itu, untuk para buzzer dikoordinir influencer yang merayu para turis agar berkunjung ke Indonesia, disiapkan dana Rp72 miliar. Bahkan untuk turis lokal pun, ke daerah tujuan wisata yang telah ditentukan, harga tiket pesawatnya mendapat potongan hingga 50%.
Untuk menangkal dampak virus Corona ke ekonomi, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan Iima jurus. Pertama, BI meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan.
"Triple intervention agar nilai tukar rupiah bergerak stabil sesuai fundamental dan mengikuti pasar. Ketiga ujung trisula strtategi intervensi tersebut yakni di pasar spot, di domestic non-delivery forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.
Intensitas intervensi ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan pasar karena BI akan selalu berada di pasar untuk menjaga dan mengawasi pasar.
Kedua, BI menurunkan rasio giro wajib minimum (GWM) valuta asing bank-bank umum konvensional yang sebelumnya 8% dari DPK sekarang menjadi 4% dari DPK. Ini meningkatkan lukiditas valuta di perbankan sebesar 3,2 miliar dolar AS, memperkuat nilai tukar rupiah. Ini berlaku mulai 16 Maret 2020.
Ketiga, BI menurunkan GWM rupiah 50 basis poin untuk mempermudah eksportir/importir. Ini berlaku 1 April 2020 untuk masa 9 bulan.
Keempat, BI memperluas jenis dan cakupan underlying  transaksi bagi investor asing dalam melakukan lindung nilai, termasuk DNDF.
Kelima, investor global bisa menggunakan bank kustodian, baik global maupun domestik, dalam melakukan investasi di Indonesia.
Kondisi pasar keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dari kapitalisasi pasar akhir tahun 2019 sebesar Rp7.265 triliun, pada 28 Februari 2020 menjadi Rp6.304 triliun (InvestorDaily, 29/2/2020), sehingga year to date tergerus Covid-19 sebesar Rp961 triliun.
Semoga segala kebijakan pemerintah dan BI belum terlambat. ***

Selanjutnya.....

KUI VII, Bubarkan BPIP, Tolak Omni!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Kamis 05-03-2020
KUI VII, Bubarkan BPIP, Tolak Omni!
H. Bambang Eka Wijaya

KONGRES Umat Islam Indonesia (KUI) VII di Pangkalpinang, Bangka-Belitung 26-29 Februari 2020 merekomendasikan pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), menolak Omnibus Law Cipta Kerja dan sejumlah RUU kontroversial lainnya.
Anggota Komisi Fatwa MUI Abdurrahman Dahlan saat membacakan rekomendasi hasil KUI-VII di Novotel Bangka menyoroti penafsiran Pancasila yang belakangan menimbulkan polemik, hingga mereka menilai BPIP tak diperlukan dan sebaiknya dibubarkan.
Menurut catatan (detik.news, 12/2/2020), Kepala BPIP membuat pernyataan musuh utama Pansila adalah agama. Ini menyulut polemik luas, hingga jadi rekomendasi KUI VII untuk membubarkan BPIP.
"Mengembalikan kewenangan penafsiran Pancasila kepada MPR sebagaimana yang diamanatkan oleh sila keempat Pancasila. Karena itu, keberadaan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) tidak diperlukan, dan mendesak Presiden untuk membubarkan BPIP," tegas Dahlan. (Kumparan, 29/2/2020)
Mengenai hubungan agama dan Pancasila, KUI VII tegas dalam Deklarasi Bangka-Belitung;
"Menyeru segenap warga bangsa, khususnya para pemimpin negara, untuk tidak mempertentangkan pola pikir kebangsaan dengan pola pikir keagamaan. Hal itu merupakan bentuk pengingkaran atas kesepakatan nasional (al-mitsaq al-wathoni) yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD Negara Republik Indonesia 1945 sebagai landasan konstitusi negara.
"Umat Islam Indonesia meyakini, dasar negara tersebut sesuai dan sejalan dengan ajaran agama Islam. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai agama yang ada di Indonesia.
"Karena itu, dalam konteks berbangsa dan bernegara, ajaran agama harus diposisikan sebagai sumber hukum, sumber inspirasi, landasan berfikir, dan kaedah penuntun dalam penyusunan peraturan perundang-undangan serta kebijakan negara dan pemerintahan."
Sementara rekomendasi KUI VII menolak Omnibus Law Cipta Kerja dan RUU Ketahanan Keluarga karena tidak berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa. Masalah juga dinilai terdapat pada RUU lainnya, yaitu RUU Minuman Beralkohol, RUU PKS, serta revisi UU KUHP.
"Mendorong legislator agar menolak dengan tegas RUU Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja, RUU Minuman Beralkohol, RUU PKS, RUU Ketahanan Keluarga, revisi UU KUHP, dan semua RUU yang tidak berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa," tegas Dahlan.
Demikian banyak RUU ditolak, terkesan KUI VII tak mau kecolongan lagi seperti revisi UU KPK. ***

Selanjutnya.....

Muhyiddin Yassin PM Malaysia!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Rabu 04-03-2020
Muhyiddin Yassin, PM Malaysia!
H. Bambang Eka Wijaya

MINGGU (1/3/2020) Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah melantik Tan Sri Muhyiddin Mohamad Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia menggantikan Mahathir Mohamad yang mengundurkan diri. Muhyiddin lahir di Muar, Johor, Malaysia 15 Mei 1947, dari ayah berdarah Bugis dan ibunya keturunan Jawa.
Muhyiddin semula politisi UMNO sampai 2015. Sejak 2015 ia menjadi Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM/Bersatu), yang berkoalisi dalam Pakatan Baru pimpinan Mahathir Mohamad, di dalamnya juga ada Partai Anwar Ibrahim, Parai Keadilan Rakyat (PKR).
Sebelumnya, Sabtu 29/2/2020 Sultan Abdullah menggelar pertemuan dengan semua anggota Parlemen membahas kekosongan kursi PM setelah ditinggalkan Mahathir. Akhirnya hari itu juga ditunjuk politisi senior Muhyiddin yang pada kabinet terakhir ini menjabat menteri pertanian.
Melalui awak media, Muhyiddin mengucapkan terima kasih kepada segenap pendukungnya. "Saya ingin berterima kasih kepada semua yang memberi dukungan moral, dan saya harap publik Malaysia menerima keputusan yang diumumkan," katanya.
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam masyarakat, Presiden PKR Anwar Ibrahim menyampaikan dukungan atas pengangkatan Muhyiddin sebagai PM. Anwar mengantarkan langsung surat dukungannya kepada Sultan Abdullah.
"Sudah waktunya untuk melakukan hal benar bagi masyarakat dan negara kami yang tercinta ini," tutur Anwar di Twitter dikutip Kompas.com dari AFP.
Sepanjang karir politiknya di UMNO, 1992-1995 ia terpilih sebagai Menteri Besar Johor. Maret 2004-Maret 2008 menjadi Menteri Pertanian Malaysia. Maret 2008-April 2009 menjadi Meneri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia. April 2009-Juli 2015 sebagai Menteri Pendidikan Malaysia, merangkap Wakil Perdana Menteri. Sejak 2015 sampai terpilih menjadi PM, menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani.
Perubahan cepat dimulai Senin (24/2/2020) saat Mahathir mengumumkan telah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Sultan Andullah.
Itu terjadi setelah malam sebelumnya diketahui Partai Bersatu mengadakan pertemuan dengan oposisi, UMNO dan Partai Islam Malaysia (PAS). Secara terbuka Mahathir mengatakan, ia harus mundur karena dia tak ingin bekerja sama dengan UMNO yang dia sebut korup.
UMNO atau Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) juga disebut Barisan Nasional, dahulunya partai Mahathir. Namun sejak masa akhir kekuasaan Najib Razak, UMNO menjadi target utama kampanye Mahathir dan berhasil dia kalahkan. ***



Selanjutnya.....

IHSG 5.300, Rupiah 14.200/dolar!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Selasa 03-03-2020
IHSG 5.300, Rupiah 14.200/dolar AS!
H. Bambang Eka Wijaya

JUMAT (28/2) Coronavirus (Covid-19) 'memapar' Indeks Harga Saham Gubungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga merosot ke level 5.311,96. Sementara Rupiah pada kurs referensi Bank Indonesia (Jakarta Inrerbank spot dollar rate/Jisdor) berada di posisi Rp14.234 per dolar AS.
Data Bloomberg, IHSG pada 31 Desember 2019 ditutup di level 6.229,54. Sehingga, year to date (ytd) IHSG merosot 917,58 poin atau 14,73%. Sedangkan kurs rupiah akhir tahun itu ditutup pada 13.840/dolar AS, ytd merosot 394 poin atau 2,85%. Penting dicatat, pada medio Januari 2020 rupiah sempat menguat pesat ke 13.600/dolar AS, hingga Presiden Jokowi khawatir bisa mengganggu ekspor.
Tampak, sengatan Covid-19 ke IHSG telak. Kalau tak ada kebijakan efektif yang bisa mengatasinya, IHSG bisa terus melorot ke level di bawah 5.000. Sementara rupiah, sekalipun persentase kemerosotannya terlihat kecil, namun telah melampaui batas psikologis Rp14.000/dolar AS. Ini yang membuat kemerosotan rupiah terasa lebih menyesak.
Kebijakan terkait kurs rupiah, mungkin bisa diambil BI dengan berbagai cara, antara lain intervensi pasar. Namun, bagaimana dengan IHSG, pelaku pasar yang berpengaruh dalam pergerakan indeksnya lebih ditentukan oleh investor asing. Justru mereka yang terlalu khawatir dengan Covid-19.
Investor asing itu sendiri semakin tertekan oleh kondisi global yang juga semakin memburuk kekhawatirannya terhadap virus Corona. Menurut Bank of America Global Research, pukulan wabah virus Corona ke Tiongkok menjadi pemberat utama pertumbuhan ekonomi global untuk pertama sejak krisis 2008-2009 tidak mencapai angka 3%.
Para ekonom Bank of America menyatakan, perang dagang AS-Tiongkok, ketidakpastian politik, serta pelemahan ekonomi Jepang dan beberapa negara Amerika Selatan juga memberi dampak pada lemahnya pertumbuhan ekonomi global.
"Berlanjutnya disrupsi di Tiongkok akan melukai rantai pasok global. Lemahnya pergerakan turis akan menjadi faktor buruk lainnya bagi Asia," kata ekonom Bank of America Aditya Bhave. (Kpmpas.com, 28/2)
Menurut Bhave, penyebaran virus Vorona secara terbatas di Italia dan negara-negara lainnya, memaksa karantina lebih meluas. Akhirnya, keyakinan terhadap pertumbuhan ekonomi global semakin redup.
Bank of America juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok mencapai 5,2% pada 2020, dibandingkan 5,9% pada 2019. Pertumbuhan ekonomi global termasuk Tiongkok diproyeksi hanya 2,2%, terendah sejak krisis global. ***

Selanjutnya.....

Blunder Erick Tohir, Telkom Rontok!

Artikel Halamam 8, Lampung Post Senin 02-03-2020
Blunder Erick Tohir, Telkom Rontok!
H. Bambang Eka Wijaya

ANGGOTA Komisi VI DPR Mufti Anam meminta Menteri BUMN Erick Tohir lebih berhati-hati dalam mengomunikasikan perbaikan ke BUMN yang go public. Akibat Erick sebut kuno model bisnis Telkom (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk), kapitalisasi pasar saham TLKM rontok Rp30,7 triliun.
Pada penutupan bursa saham Rabu (26/2), menurut Kontan.co.id saham TLKM turun 80 poin atau 2,23% dan berakhir di level Rp3.510 per saham. Jika dihitung sejak disentil Erick Tohir pada 12 Februari 2020 hingga Rabu (26/2), harga saham TLKM turun 8,1%.
Berarti pada priode itu saham TLKM kehilangan nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp30,7 triliun. Pada 12 Februari 2020, saham TLKM memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp378,1 triliun, pada Rabu (26/2) longsor menjadi Rp347,71 triliun.
Sejak disentil Erick, investor asing mulai menjual saham TLKM. Menurut data RTI, asing mencatatkan penjualan bersih saham TLKM senilai Rp99,44 miliar pada perdagangan saham Rabu (26/2) saja.
Sebelumnya, menurut Kompas.com, Erick Tohir mengeritik gaya bisnis Telkom yang dianggapnya belum mengikuti perkembangan zaman. Menurut Erick, pendapatan dan dividen Telkom mayoritas disokong oleh anak usahanya yang bergerak di bisnis seluler, yakni PT Telkomsel.
Erick mengungkapkan, selama ini Telkomsel menopang sekitar 70% pendapatan TLKM. Besarnya ketergantungan TLKM terhadap Telkomsel itulah yang dipertanyakan Erick.
"Mendingan enggak ada Telkom. Langsung saja Telkomsel ke BUMN. Dividennya jelas," ujar Erick.
Menurut Erick seharusnya saat ini Telkom mulai serius menggarap potensi bisnis di ranah big data. Sebab, bisnis tersebut kini masih dikuasai oleh perusahaan asing.
Sementara itu, anggota DPR Mufti Anam menyatakan ia salut gebrakan Erick Tohir, akan tetapi juga harus sensitif pasar, serta pola komunikasinya diperbaiki.
"Misalnya, soal heboh Telkom kemarin. Yang kemudian di pasar itu seolah-olah ada framing bahwa Telkom akan dibubarkan, karena ada kutipan Pak Erick, "Mendingan enggak ada Telkom," ujar Mufti saat rapat kerja dengan Erick Tohir di DPR. (GenPI.co, 21/2)
Menurut Mufti, pernyataan Erick itu direaksi negatif pasar modal. Harga saham Telkom langsung rontok. Padahal di situ ada saham Indonesia 52%.
"Belum lagi dana investor publik seperti Dana Pensiun BUMN yang ditempatkan di saham Telkom. Juga ada investasi ritel rakyat yang menjerit karena harga saham Telkom yang dimilikinya jatuh," tegas Mufti. Alangkah baik jika perbaikan digenjot di internal BUMN. ***

Selanjutnya.....

Pelajar Tersambar Petir Main Ponsel Saat Dicas!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Minggu 01-03-2020
Pelajar Tersambar Petir
Main Ponsel Saat Dicas!
H. Bambang Eka Wijaya

SEORANG pelajar di Imogiri, Bantul, Yogyakarta, tersambar petir saat bermain ponsel yang sedang dicas (diisi daya) dalam rumahnya. Korban pelajar SMAN Wukirsari, Muhammad Farhan Alhalwani (18), dirawat di RS Panembahan Senopati, Bantul, mengalami luka sambaran petir, Kamis (20/2/2020).
Saat itu hujan lebat disertai petir mengguyur wilayah Singosaren. Farhan yang tengah berada dalam rumah bermain ponsel dengan menggunakan headset.
Asyik bermain ponsel saat hujan disertai petir, pelajar ini kemudian tersambar petir lewat ponsel yang dimainkannya. Headset dan ponselnya rusak parah, sedang alat pengisi daya masih tertancap. (Kompas.com, 21/2)
Terkait kejadian ini, peneliti petir dan Guru Besar Institut Teknolohi Bandung (ITB) Prof. Reynaldo Zoro mengungkapkan, petir yang menyambar itu datang akibat mengalir di kawat listrik di luar rumah.
"Kawat-kawat listrik PLN akan mendapatkan induksi (penghantar listrik) dari sambaran petir di dekatnya," jelas Reynaldo.
Saat pomsel diisi daya atau dicas, petir mengalir dari luar. Petir ini akan masuk ponsel melalui kabel listrik tersebut.
Bahkan, lanjutnya, bisa merusak atau mengalir ke perangkat elektronik di rumah, seperti televisi, kulkas, dan lain sebagainya. Pada intinya, petir akan merusak ponsel kalau kengalir melalui kabel, bahkan tanpa merusak kabel.
"Petir akan menyambar tempat, orang atau struktur tertinggi yang paling dekat dengan awan petirnya," ujar Reynaldo.
Saat hujan disertai petir, potensi tersambar petir akan dapat terjadi. Untuk itu, Reynaldo mengimbau perlunya setiap rumah memiliki alat proteksi petir, yakni arrester.
Alat ini bisa dipasang di panel listrik yang ada di rumah. Nantinya, arrester akan memotong gelombang impuls petir yang melalui kabel listrik.
"Petir yang mengalir melalui konduksi yang datang dari luar rumah melalui kabel listrik akan dipotong arrester dan dibuang ke tanah atau sistem grounding," jelas Reynaldo.
Peranti antipetir yang dipasang di panel listrik dengan berbagai merk dan harga kini sudah dijual bebas di tempat belanja online, seperti shopee.co.id dengan harga antara Rp286 ribu sampai Rp706 ribu. Dari contoh produk yang dipajang, bentuknya sederhana hanya berupa colokan listrik antipetir.
Pengetahuan lebih luas tentang petir dibutuhkan di musim cuaca ekstrem, karena bahaya petir selalu mengintai bersamaan datangnya hujan. Lebih-lebih mereka yang berada di jalanan, banjir juga bisa menghantarkan listrik. ***


Selanjutnya.....

Dibotaki, Guru Tersangka SMP Turi!

Artikel Halaman 8, Lampung Post Sabtu 29-02-2020
Dibotaki, Guru Tersangka SMP Turi!
H. Bambang Eka Wijaya

FOTO jepretan Wihdan Hidayat di Harian Republika (26/2) gambar tiga orang guru SMPN 1 Turi Sleman, Yogyakarta, tersangka kasus "susur sungai" dibotaki kepalanya. Ketua Pengurus Besar PGRI Dudung Nurullah Koswara marah, "Guru bukan begal motor!" entaknya.
"Masalah kelalaian dan keteledoran bukan kriminal. Apabila benar guru yang lalai dalam kasus viral "Susur Sungai" yang menyebabkan korban para siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta dibotakin, sungguh tuna adab. Mengapa saya katakan tuna adab? Memang benar-benar tuna adab!" tulis Dudung viral di medsos.
Si pelaku pembotakan terhadap guru atau yang memberi perintah pasti sosok "setengah manusia", lanjut Dudung. Mengapa saya katakan demikian? Entah terbuat dari apa tangan, isi otak, dan isi hati seorang pemberi perintah atau pelaku pembotakan terhadap guru-guru yang lalai dan khilaf dalam kasus susur sungai.
Seorang pendidik dan penulis buku, Ade Chairil Anwar mengatakan, "Sebagai manusia, tentu khilaf dan lupa mereka perlu kita maafkan, kita akui ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi memperlakukan mereka (baca; pendidik) tak ubahnya seperti maling, sungguh tak manusiawi."
Nzank Kartiwa, guru muda utusan Disdik Jabar berlajar ke Australia mengatakan, giru tersebut silahkan untuk diadili sesuai pelanggarannya tapi akan terlihat berbudaya dan beretika tatkala guru itu tidak digunduli seperti itu.
Dudung melanjutkan, Cecep Taufik Mubarak Yusuf seorang guru milenial menyatakan sebelum ada vonis bersalah dari pengadilan siapa pun termasuk penyidik tidak bisa menentukan seseorang bersalah atau tidak bersalah dan tidak bersalah adalah otoritas hakim di pengadilan. Baginya pembotakan para guru itu sungguh melanggar etika.
Sejumlah komentar sangat menyayangkan dugaan tindakan "pembotakan" terhadap guru mulai viral, tulis Dudung. Oknum jenis apa yang tega membotakin para guru? Adakah oknum penegak hukum yang tak punya etika memperlakukan seorang guru yang khilaf dan lalai sama persis dengan pelaku kriminal sekelas begal?
Dudung mengimbau, mari seluruh guru Indonesia memberikan dukungan moral pada guru yang diperlakukan bagai begal, pencuri motor dan pemerkosa. Di mana pun dan kapan pun warga negara bahkan guru yang lalai dan melakukan kebodohan tidak harus diperlakukan tidak terhormat. Ia manusia yang lalai dan tak berniat jahat.
Bangsa biadab adalah bangsa yang memuliakan koruptor namun membotaki guru yang lalai karena sebuah kegiatan yang niatnya baik. ***

Selanjutnya.....