Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Darurat Iklim, Manusia Jadi 'Alien'!


"APAKAH alien--makhluk dari planet lain--memang seperti dalam film?" tanya anak. "Seperti manusia, tapi kaki dan tangannya kecil, perut buncit, kepala besar dengan mata bundar melotot?"

"Itu cuma gambaran Hollywood, terutama Steven Spielberg yang membuat film alien!" jawab ayah. "Gambar itu memperingatkan, jika pemanasan global tak dihentikan, temperatur jadi sangat tinggi, tubuh manusia dari generasi ke generasi akan menyusut akhirnya jadi seperti alien dari planet yang iklimnya lebih dahulu rusak itu!"

"Akibat pemanasan global manusia juga bisa jadi alien!" tukas anak.



"Asyik! Naik piring terbang keliling alam semesta dengan kecepatan cahaya!"

"Kendaraan ruang angkasa berkecepatan cahaya itu belum bisa dibuat manusia!" tegas ayah. "Manusia baru bisa membuat supersonik dengan dua atau tiga kali kecepatan suara! Kecepatan cahaya 10.000 km per detik, sedang kecepatan suara 1.800 km per jam!"

"Busyet!" entak anak. "Makhluk perutnya busung lapar begitu pintarnya bukan kepalang!"

"Dan itu mereka capai jutaan tahun lalu!" timpal ayah. "Planet mereka letaknya jutaan tahun cahaya dari bumi, kalau mereka terbang dengan kecepatan cahaya dan sampai di bumi sebagai UFO--unidentified flying object--abad ini, berarti berangkatnya jutaan tahun lalu!"

"Kalau begitu lama di perjalanan, makhluk yang terlihat seperti anak busung lapar itu bisa jadi hantunya!" tegas anak. "Juga makhluk di bumi, kalau temperaturnya sudah lebih 100 derajat Celsius, pasti manusia aslinya tewas dan yang gentayangan di bumi tinggal hantunya!"

"Itu tak boleh terjadi, sehingga PBB mengadakan Pertemuan Puncak Darurat Iklim di Kopenhagen, mencegah pemanasan global satu dekade ke depan ini tak melewati dua derajat Celsius!" tegas ayah. "Tapi negara-megara berkembang kecewa, karena usulan biaya yang mereka ajukan untuk merehabilitasi hutan tak dicantumkan dalam kesepakatan! Juga, tingkat penurunan buangan gas rumah kaca negara industri yang memicu pemanasan global, tak ditetapkan batasannya!"

"Berarti, kita bisa lebih cepat jadi alien!" tukas anak. "Sebab, jika setiap dekakde temperatur bumi tak terbendung naik dua derajat, satu abad naik 20 derajat, sudah tak betah lagi manusia pakai baju! Beberapa abad ke depan, manusia kembali ke zaman purba--tanpa busana!"

"Itu hanya terjadi pada rakyat negeri berkembang yang miskin, tak mampu hidup dalam kapsul berpendingin!" timpal ayah. "Warga negeri maju tetap nyaman dalam kapsul berpendingin, meski setiap keluar terpanggang! Jadi, negeri-negeri berkembang harus mandiri, jangan mengemis melulu, merehabilitasi sendiri hutannya agar lingkungannya tetap sejuk! Jika negeri maju terpanggang buangan gas rumah kacanya sendiri, pasti mereka turunkan juga!"

0 komentar: