Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Trump Membungkam Jurnalis CNN!

USAI mengucapkan terima kasih kepada organisasi media di AS, Presiden terpilih AS Donald Trump dalam konferensi pers pertamanya membungkam dua jurnalis, salah satunya Jim Acosta dari CNN. Terima kasih itu terkait tak dilanjutkannya pemberitaan mengenai kecurigaan soal keterlibatan Trump dalam polemik AS dan Rusia.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada organisasi media, yang beberapa di antaranya dulu selama bertahun-tahun, khususnya dua tahun belakangan, tak memperlakukan saya dengan baik," kata Trump. "Mengejutkan, saat ini mereka muncul dengan tegas melawan berita-berita bohong."
"Saya sangat menghormati media, saya pun menghargai kebebasan pers dan hal-hal yang terkait dengan itu," lanjutnya. "Saya pun ingin mengatakan, ada sejumlah organisasi media yang bekerja sangat profesional."
Namun, kemudian, seperti dikutip Kompas.com (12/1/2017) dari laman CBS News, Trump secara jelas mengungkap, media BuzzFed, yang mengunggah sebuah dokumen, yang disebut berkas informasi Rusia, tak lebih dari tumpukan sampah tak berguna. Dengan tegas pula Trump mengkritik CNN karena menayangkan itu Selasa (10/1/2017) lalu.
Suasana konferensi pers di Trump Tower Kamis (12/1/2917) WIB pun memanas ketika jurnalis CNN, Jim Acosta, berusaha memberikan pertanyaan lanjutan terkait pernyataan itu.
Trump memerintahkan Acosta untuk bungkam. "Bukan kamu, bukan kamu, organisasimu parah, diam, diam...," kata Trump sambil menunjuk ke Acosta yang duduk bersama jajaran jurnalis.
Namun, Acosta terus berusaha melanjutkan pertanyaannya dan tak menghiraukan perintah Trump. "Jangan kasar, jangan kasar, saya tak akan memberikan kesempatan kepada Anda, media Anda palsu," ujar Trump mengacungkan jarinya menyuruh Acosta diam.
Selain Acosta, ada satu jurnalis lain yang juga tak mendapat kesempatan untuk bicara. "Bukan Anda, bukan Anda," kata Trump sambil menunjuk kedua wartawan yang dimaksud.
Akibat waktu konferensi persnya habis untuk mengelak dari tuduhan dan kecaman pada sejumlah media di AS yang memberitakan keterlibatan mata-mata Rusia dalam kemenangannya, ia tak mengklarifikasi kebijakan ekonomi propertumbuhan, dolar jatuh di kisaran 114,24 yen, terendah sejak 9 November 2016. Padahal, indeks dolar pekan lalu naik ke level tertinggi sejak 2002, didorong naiknya taruhan investor bahwa Trump akan melanjutkan ekspansi fiskal dan pemangkasan pajak.
Semua itu mengisyaratkan, Trump sukar mengubah gaya kontroversialnya meski telah dilantik sebagai presiden nanti. ***

0 komentar: