Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Lebih 500 Anak Terjerumus ke Dunia Prostitusi!


"HASIL survei dan pendampingan Lembaga Advokasi Anak (Lada) Lampung, lebih dari 500 anak usia 14—17 tahun di Bandar Lampung jadi korban eksploitasi seksual, terjerumus ke dunia prostitusi!" ujar Umar. "Lada yang bekerja sama dengan sejumlah lembaga pemerhati anak yang tergabung dalam Koalisi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (KP ESKA) menemukan kebutuhan ekonomi dan gaya hidup hedonis (konsumtif materialistik) sebagai penyebab anak-anak di bawah umur itu terjerat di dunia hitam!"

"Catatan para aktivis itu penting, agar anak-anak yang terjerumus itu diperlakukan sebagai korban, bukan pelaku!" sambut Amir. "Penanganannya bukan hanya dengan razia, tapi lebih tepat dengan bimbingan konseling serta dengan memenuhi kebutuhan dasar anak!"


"KP ESKA Lampung yang berhasil mendampingi lebih 100 anak usia 14—17 tahun di berbagai lokasi di Bandar Lampung menyatakan Pemprov dan Pemkot Bandar Lampung belum punya rencana kegiatan yang jelas untuk merehabilitasi anak-anak yang jadi korban itu!" tukas Umar. "Dinas Sosial hanya merazia, memanggil orang tuanya, dan dipulangkan! Kalau cuma begitu, kata aktivis, peluang mereka kembali ke dunia prostitusi sangat besar! Metode itulah yang harus diubah!"

"Harapan para aktivis agar Dinas Sosial Pemprov dan Pemkot-Pemkab di Lampung merespons hal memprihatinkan itu dengan program yang sesuai tantangannya wajar saja!" timpal Amir. "Karena Dinas Sosial sebagai lembaga public servant harus bisa menjadi andalan mengatasi bencana sosial seperti dialami anak-anak yang terjerumus itu! Namun, program rehabilitasi itu akan selalu kewalahan menampung korban baru, jika sumber bencananya dibiarkan tetap beroperasi!"

"Itu dia!" tegas Umar. "Meski Bandar Lampung tenang, ada perda melarang lokalisasi prostitusi, dari catatan para aktivis KP ESKA diketahui banyak lokasi yang masih beroperasi di mana anak-anak di bawah umur itu terjerat! Untuk itu, pihak yang berwajib bersama Dinas Sosial dan para aktivis sebaiknya bekerja sama—didukung Pol. PP—menutup dan menghentikan operasi lokasi-lokasi prostitusi yang diam-diam tetap jalan itu!"

"Memang, merehabilitasi para korbannya saja tak akan ada habisnya, jika sumber penyakitnya tak dihentikan!" timpal Amir. "Cuma aneh, meski ada perda yang melarang kegiatannya, dari waktu ke waktu operasi tempat-tempat seperti itu tetap nyaman saja! Tanpa kecuali korbannya anak-anak perempuan usia 14—17 tahun semakin masif!" ***

0 komentar: