Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Soal Utang dan Indonesia 2050!

SAAT pihak tertentu menebar ketakutan atas utang Indonesia, Liputan6.com (7/1/2018) menyajikan daftar 10 negara di dunia dengan utang terbanyak. Jumlah utang negara-negara tersebut bisa jadi bandingan utang Indonesia yang hampir Rp4.000 triliun, dengan kurs Rp13.700/dolar AS setara 292 miliar dolar AS. Dengan jumlah utang seluruh negara di dunia 63 triliun dolar AS, nilai utang Indonesia yang di bawah 0,5%-nya itu relatif kecil. Dibanding dengan pengutang terendah dari 10 pengutang terbesar, yakni Kanada yang penduduknya 35,85 juta (2015) dengan utang 893 miliar dolar AS, utang Indonesia yang berpenduduk 260 juta cuma sepertiganya. Utang Indonesia relatif aman dibandingkan dengan urutan, utang India 1.103 miliar dolar AS, Brasil 1.501 miliar dolar AS, Inggris 2.343 miliar dolar AS, Prancis 2.375 miliar dolar AS, Italia 2.454 miliar dolar, Jerman 2.491 miliar dolar AS, Tiongkok 4.976 miliar dolar AS, Jepang 11.813 miliar dolar AS, dan Amerika Serikat 19.947 miliar dolar AS atau 31,8% dari total utang seluruh negara di dunia. Dengan utang Indonesia yang demikian “imut-imut” dilihat dari skala dunia, lima lembaga pemeringkat utang dunia (S&P, Moodys, Fitch, JCR, dan R&I) serempak melabeli Indonesia Investment Grade (layak investasi). Indonesia sekaligus mendapat peringkat kedua sebagai negara tujuan investasi dunia, setelah Filipina. Berdasar pada kondisi objektif saat ini, antara lain penggunaan utang fokus ke pembangunan terutama infrastruktur, utang yang diperoleh bank-bank milik pemerintah digunakan untuk membiayai kredit usaha rakyat (KUR) yang bunganya tinggal 7% per tahun, Pricewaterhouse Coopers (PWC) dalam prediksi jangka panjangnya menempatkan ekonomi Indonesia yang sekarang berada di tingkat 16 dunia, pada 2050 menjadi peringkat 4 dunia dengan produk domestik bruto (PDB) sebesar 7,3 triliun dolar AS. Indonesia naik ke lima besar perekonomian dunia, di bawah peringkat pertama Tiongkok dengan PDB 50 triliun dolar AS, menggeser AS ke tempat kedua dengan PDB 34 triliun dolar AS, dan India di peringkat ketiga dengan PDB 28 triliun dolar AS. Dahsyatnya hasil kajian PWC itu, Indonesia menggeser Jepang ke posisi kelima dengan PDB 6,8 triliun dolar AS, disusul Brasil (6,5 triliun), Jerman (6,1 triliun), Meksiko (5,6 triliun), Inggris (5,4 triliun), dan peringkat 10 Rusia (5,1 triliun). Lembaga-lembaga internasional kini melihat Indonesia demikian seksi, membuat pihak tertentu kehabisan akal sehat. ***http://www.lampost.co/berita-soal-utang-dan-indonesia-2050

0 komentar: