Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Piala Dunia 2010, Buku Filsafat Bola!


"MENYEMARAKKAN Piala Dunia 2010, buku Ted Richard (editor) Soccer and Philosophy; Beautiful Thoughts on the Beautiful Game, (Open Court, Chicago, 2010) diluncurkan 8 Juni lalu!" ujar Umar. "Cuplikan isinya ada di Amazon.com, luar biasa! Topik demi topik ditulis para akademisi jurusan filsafat yang gila bola atau pernah main bola dari seantero dunia! Ada yang sampai menyimpulkan, sepak bola itu soal hidup-mati!"

"Memang seru! Kubaca resensinya di The Wall Street Journal, ditulis John Heilperin (11-6-2010, hlm. W 15)," sambut Amir. "Sepak bola dianggap soal hidup-mati itu mengecewakan mantan manajer legendaris Liverpool, Bill Shankly! Dalam buku itu Bill dikutip menegaskan, 'Saya beri jaminan kepada mereka, lebih jauh dari itu!’"

"Maksudnya?" potong Umar.


"Sepak bola bukan sekadar soal hidup-mati!" jawab Amir. "Tapi seperti tema buku itu, sepak bola harus indah! Lebih jauh lagi, sepak bola manifestasi dari totalitas perjuangan hidup secara fisik dan mental, diaktualisasikan dengan nilai-nilai keutamaan manusia—disiplin, sportivitas, tanggung jawab, profesionalitas, dan kerja keras dengan semangat pantang menyerah, sampai memenuhi kapasitas makhluk sosial bekerja sama dalam tim maupun manajemen—hingga sebuah pentas bola bukan sekadar nasib sebuah tim, bahkan bisa menjadi drama takdir sebuah bangsa! Perilaku setiap aktor di lapangan juga tak terlepas sebagai cerminan moralitas bangsanya!"

"Soal perilaku terkait bola, Edward Winter dalam tulisannya di buku itu mengutip panduan prinsip Albert Camus—penulis novel eksistensialis yang bermain sebagai penjaga gawang saat remaja di Aljazair, yang menyatakan, 'Semua yang saya ketahui mengenai moralitas, saya pelajari dari sepak bola!’" timpal Umar. "Tulisan Jonathan Crowe mengingatkan bahwa filsuf eksistensialis Jean-Paul Sartre juga mahasiswa penggandrung sepak bola! Dalam karyanya Critique of Dialectical Reason, Sartre menggambarkan kehidupan seperti dalam pertandingan sepak bola, segalanya jadi rumit dengan kehadiran tim lain!"

"Pokoknya, dengan buku Soccer and Philosophy, segala segi sepak bola jadi pemikiran entusias dan serius, segalanya berorientasi pada satu tujuan bersama: gol!" tegas Amir. "Alhasil, buku ini bukan sebatas menyajikan filsafat bagi sepak bola, melainkan justru menjadikan sepak bola sebagai filsafat hidup—barang siapa disiplin dan sportif membina fisik dan mentalnya mencapai profesionalitas, dengan kemauan kerja keras pantang menyerah ia akan bisa mencetak gol, tercapai cita-citanya!" ***

0 komentar: