Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Piala Dunia 2010, Tim Terbaik Dunia!


"FIFA 1994 membuat The FIFA World Cup All Time Team--Tim Piala Dunia FIFA sepanjang masa!" ujar Umar. "Wikipedia mencatat tim terbaik dunia itu, kiper Lev Yashin (Uni Soviet, 1964-1970), full back Djalma Santos (Brasil 1952-1968), Paul Breitner (Jerman 1971-1982), center back Franz Beckenbauer (Jerman 1965-1977), Bobby Moore (Inggris 1962-1973). Pemain tengah Johan Cruyff (Belanda 1966-1978), Michael Platini (Prancis 1976-1987), Bobby Charlton (Inggris 1958-1970). Penyerang, Garrincha (Brasil 1955-1966), Ferenc Puskas (Hungaria 1945-1958) dan Pele (Brasil 1956-1971)."

"Di antara mereka hadir di Piala Dunia 2010, Pele, Franz Beckenbauer, Michael Platini, Johan Cruyff!" sambut Amir. "Aneh, Cruyff tak terlalu yakin Belanda bisa jadi juara Piala Dunia 2010!"

"Alasannya apa?" potong Umar.


"Karena mayoritas timnya main di klub luar negeri! Sebagai tim permainannya kurang solid!" jelas Amir. "Untuk membuat tim solid perlu waktu panjang, tak mungkin dilakukan jika mereka tak di tempat! Untuk itu ia lihat Spanyol lebih baik, karena cuma sebagian kecil--Torres, Alonso dan Fabregas--yang main di luar, sisanya berkumpul di Barca, Real Madrid, dan Valencia! Dengan itu timnya bisa lebih solid!" (goal.com, [7-6])

"Nadanya mirip kritik Beckenbauer pada Prancis, yang tak layak main di Piala Dunia karena datang cuma seperti pemanasan!" timpal Umar. "Terbukti, Prancis jadi tim pertama angkat koper!"

"Kritik sama dilontar Cruyff pada juara bertahan Italia, sebelum menyusul tersingkir!" tegas Amir. "Italia masih unjuk the winning team serta gaya the winning game Piala Dunia 2006, padahal semua lawan telah tuntas mempelajarinya! Karena itu pula, Cruyff menyesalkan Inggris!"

"Ada apa dengan Inggris?" kejar Umar.

"Inggris memborong the winning game Italia itu, hingga kekhasan sepak bola Inggris hilang!" tegas Amir. "Inggris pasang mesin Italia, Carlo Ancelotti di Chelsea, Roberto Mancini di Manchester City, malah Fabio Capello di timnas! Sepak bola Inggris berubah jadi sepak bola Italia, dengan gaya yang out of date, pemilik ‘trade mark'-nya dilucuti tim-tim lemah! Juga klub-klub Inggris, meski juara di negerinya, terakhir semua gagal di level Eropa!"

"Analisis para megabintang pilihan FIFA itu terbukti!" timpal Umar. "Tampaknya untuk jadi pemain besar bukan cuma menguasai teknik individual, kerja sama tim, strategi permainan serta mampu mempraktekkan di lapangan, tapi juga menguasai filosofi bola sampai dasar dan akar pemikiran setiap subsistemnya! Kita langka kapasitas seperti itu pada kalangan pembina sepak bola!"

0 komentar: