Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Piala Dunia 2010, Strategi Sun Tzu!


"TIM Korea Selatan (Korsel) di Piala Dunia 2010 amat memahami kelemahan umum individu pasukannya, sehingga menerapkan gaya khas permainan sepak bola yang mampu menutupi kelemahan tersebut!" ujar Umar. "Kelemahan itu, rata-rata lebih pendeknya postur tubuh pemain Korsel--Asia timur serta tenggara umumnya--dibanding rata-rata pemain belahan bumi lain!"

"Untuk itu permainan bola bawah, operan pendek cepat dengan formasi jaring laba-laba dinamis menjadi strategi dasar yang dibina secara dini lewat kemampuan teknis individual memainkan secara matang!" sambut Amir. "Kemampuan mendalami batas kemampuan serta kelemahan pasukan sendiri lalu sungguh-sungguh berusaha mengatasinya itu merupakan salah satu dimensi penting strategi perang Sun Tzu! Kemudian, mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan guna menetapkan fokus serangan pada titik-titik terlemahnya sehingga inti kekuatan lawan jadi mandul dan akhirnya terpecah membantu titik lemahnya--meski sering terlambat karena titik lemahnya terlanjur berantakan dan secara keseluruhan kekuatannya juga jadi buyar!"


"Itu terlihat ketika Korsel menaklukkan Yunani--salah satu juara Eropa antarnegara dekade ini!" tegas Umar. "Permainan cepat dengan operan pendek bola bawah yang terangkai dengan jaring-laba-laba dinamis itu secara nyata memandulkan kelebihan Yunani dengan postur tubuh pemain yang secara umum lebih tinggi hingga selalu lebih unggul dalam permainan bola atas! Sebaliknya, dengan bola bawah yang bergerak cepat dalam jaring laba-laba pemain Korsel, memaksa Yunani beradaptasi membendung permainan bola bawah yang belum jadi kebiasaannya secara strategis!"

"Namun demikian, permainan rapid football Korsel yang menuntut powerfull sepanjang masa tanding itu tak mudah ditiru tim lain di Asia timur dan tenggara, karena strategi itu harus dibangun di atas kemampuan teknis dan fisis individual semua pemain sejak awal!" timpal Amir. "Sistem yang berakar pada total football ajaran Guus Hiddink saat melatih tim Korsel untuk Piala Dunia 2002 itu, dipoles lagi dengan prioritas bola bawah dan jaring laba-laba dinamis lebih ketat! Sedang tim-tim Asia timur dan tenggara lainnya, untuk memainkan total football saja relatif kedodoran!"

"Untuk melawan Argentina dan Nigeria, dengan strategi Sun Tzu, tegantung kemampuan manajer tim Korsel menemukan titik lemah lawan!" tegas Umar. "Salah baca faktor tersebut, tim Korsel bisa kalang-kabut juga!"

0 komentar: