Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Piala Dunia 2010, Profesional Total!


"MESKI faktor keberuntungan berperan 51% dalam olahraga, faktor profesionalitas tetap jadi kunci bagi usaha mencapai kemenangan!" ujar Umar. "Dalam Piala Dunia, profesionalitas bersifat total, dihadirkan dalam bentuk termatang dari segala dimensi teknis dan strategisnya!"
Dalam sepak bola, profesionalitas dimulai dari penguasaan teknis memainkan bola! Banyak sekali dimensinya, mulai menerima operan bola dalam berbagai posisi, merebut bola dengan semua cara yang dibenarkan, mengoper secara akurat, menggiring atau
mendrible bola sambil lari dan menerobos lawan, sampai variasi tendangan keras dan mengecoh!" timpal Amir. "Teknis berangkat dari teori-teori, dipelajari dasar-dasar geraknya, lalu diulang-ulang dalam latihan teratur sampai membiologis atau mendarah daging dalam kemampuan fisik yang reflektif! Semua ini terkait kemampuan teknis individual seorang pemain!"

"Namun, kemampuan teknis individual saja tak menjadikan seorang pemain bola bisa disebut profesional! Masih ada empat syarat lagi yang harus dipenuhinya!" tegas Umar. "Kemampuan bermain dalam tim, power atau ketahanan fisik mendukung kemauannya
bekerja keras, disiplin pada aturan main serta taktik dan strategi yang ditetapkan pelatih, serta mental juara!"


"Pada zaman modern, semua sendi profesionalitas itu bisa dibentuk lewat pelatihan sejak dini! Itu dilakukan negara-negara yang semula relatif tak mengenal sepak bola, sampai akhirnya selalu lolos kualifikasi Piala Dunia seperti Jepang dan Amerika
Serikat!" timpal Amir. "Namun lebih baik negara-negara yang punya pemain berbakat alam, usaha pembentukan profesionalitasnya--terutama dari segi kemampuan
individual--bisa lebih praktis!"

"Meski, hal itu tak terlepas dari iklim pembinaan, dan realitas lingkungan persepakbolaan tempat pergulatan mereka mematangkan diri!" sambut Umar. "Untuk
Indonesia, selain pembentukan profesionalitas pemain belum tertangani optimal, iklim pembinaan dan lingkungan pematangannya masih kurang mendukung! Mungkin itu penyebab, jangankan lolos kualifikasi Piala Dunia, di tataran ASEAN saja terus melorot jadi
underdog!"

"Untuk itulah, Piala Dunia sebagai ajang unjuk profesionalitas total, diharapkan menginspirasi bangsa ini untuk bangkit dari level underdog yang tak pada tempatnya bagi 'bangsa gandrung bola', gudang pemain berbakat alami!" tegas Umar. "Kesalahan pembinaan yang menjadi penyebab jebloknya persepakbolaan nasional harus diretas oleh pemerintahan negara, misalnya lewat plebisit untuk membubarkan kepengurusan PSSI,
guna diganti dengan yang lebih mumpuni!"

0 komentar: