Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

JSS Vs Terminal Feri Baru!

“DI balik berita pembangunan jembatan Selat Sunda (JSS) yang kian sayup, Kementerian Perhubungan justru segera menawarkan proyek terminal feri Margagiri (Banten)—Ketapang (Lampung) sesuai dengan hasil studi tuntas Bank Pembangunan Asia 2007!” ujar Umar. 

“Itu terungkap dalam tulisan Haryo Darmodono dan Dwi A.S. Setianingsih di rubrik Fokus, Kompas (14-12). Diharapkan, investor swasta turut membangun, menyediakan feri, sekaligus terminal penyeberangan!”

“Ketapang itu tak jauh di utara Bakauheni, Lampung Selatan!” sambut Amir. “Dari tahun studinya tampak itu solusi lama mengatasi krisis angkutan feri Merak—Bakauheni, sedang studi komprehensif untuk pembangunan JSS sampai sekarang malah belum dilelang guna menjaring pelaksananya!” 

“Tapi, mengingat keterbatasan dana, apakah tak lebih baik dipilih prioritasnya mana yang harus dibangun?” kejar Umar. “Dalam Fokus Kompas itu dibandingkan, biaya membangun JSS Rp120 triliun bisa dipakai membeli 240 feri baru berbobot mati 4.000 ton muat ribuan penumpang, dibandingkan sekarang negeri kita secara keseluruhan cuma punya 228 feri yang melayani sampai pulau-pulau terpencil! 

Maksudnya, pembelian banyak feri baru lebih signifikan artinya bagi masyarakat nusantara dalam membangun kesatuan kawasan ekonomi maritim! Bandingannya Jembatan Suramadu yang tak efektif memikat investor!” “Jauh beda Jembatan Suramadu yang di satu sisinya cuma ada empat kabupaten, dengan JSS yang menghubungkan Jawa dengan setidaknya berkaitan dengan pengembangan kawasan delapan provinsi di daratan Sumatera!” tegas Amir. 

“Artinya, pembangunan terminal feri dengan kapal-kapal feri barunya dipersilakan, pembangunan JSS jalan terus, penambahan feri baru sebanyak mungkin guna meningkatkan jaringan transportasi maritim nasional mutlak harus dilakukan!” 

“Berarti rencana pembangunan terminal feri Margagiri—Ketapang harus didukung demi meningkatkan pelayanan penyeberangan Jawa—Sumatera, bukan hanya mencukupkan dari kekurangan kapasitasnya hingga sering terjadi antrean berhari-hari di Merak dan Bakauheni, melainkan juga peningkatan keselamatan dan kenyamanan penumpang!” timpal Umar. “Pelayanan feri jelas masih perlu peningkatan kapasitas, kenyamanan, dan keamanannya agar bencana KMP Bahuga Jaya tak terulang!” ***

0 komentar: