Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Banyak WNI Tertipu ISIS di Raqqa!

RIBUAN orang berhasil meninggalkan Raqqa, ibu kota Daulah Islamiyah ISIS di Suriah Utara, yang digempur pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung militer Amerika Serikat (AS). Di antara mereka ada warga negara Indonesia (WNI), seperti 16 orang yang ditampung di kamp Ain Issa, 50 kilometer di utara Raqqa.
Mereka meninggalkan Indonesia dengan harapan bisa menikmati hidup sebenarnya sebagai muslim sejati di bawah kekuasaan Daulah Islamiyah, sebagaimana propaganda ISIS yang mereka akses di internet. Namun, sampai Raqqa mereka merasa tertipu, yang mereka saksikan tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya.
"Kami datang ke sini demi Islam, namun ketika berada di sini yang kami saksikan adalah pemenggalan, penyiksaan, dan perampokan," ujar Nora Joko, salah seorang WNI di kamp Ain Issa (BBC, 15/6/2017).
Nora mengatakan begitu kekhalifahan Islam diumumkan awal 2014, ia dan keluarganya memutuskan hijrah ke Suriah. Mereka masuk ke Raqqa melalui Turki. Namun, puluhan keluarga pendatang ingin meninggalkan Raqqa karena apa yang mereka lihat tak sesuai harapan. Begitu SDF masuk Raqqa, beberapa keluarga WNI menyerahkan diri.
Pemerintah Indonesia mengatakan saat ini sekitar 500—600 WNI ada di Suriah. Sekitar 500 orang lagi mencoba masuk, tetapi dideportasi sebelum tiba di kawasan yang dikuasai ISIS. Leefa dan Nur termasuk 16 WNI di kamp Ain Issa. Kisah keduanya mirip orang-orang yang datang ke Raqqa, ingin hidup sebagai muslim sejati di bawah Daulah Islamiyah. Namun, kenyataan di Raqqa sangat berbeda dengan gambaran indah di internet.
Leefa, perempuan berusia 38 tahun, selain ingin hidup di bawah Daulah Islamiyah itu, juga punya masalah kesehatan. "Saya perlu operasi di bagian leher, biayanya sangat mahal di Indonesia, tapi di daerah ISIS semuanya gratis," tutur Leefa.
Ia mengontak anggota ISIS melalui internet, yang mengatakan akan mengganti uang tiket. Dikatakan pula, Leefa akan bisa menikmati kehidupan di Raqqa. Namun, ketika tiba di Raqqa, kenyataan yang dia alami tak sesuai harapan. Operasi yang harus dia jalani tidak gratis dan mahal. Leefa pun tak bisa menjalani operasi.
Hampir semua WNI kecewa setelah melihat kenyataan Daulah Islamiyah di Raqqa, yang jauh dari gambaran indah di internet. "Yang saya tahu, mereka ini ditipu," kata Fayruz Khalil, pejabat kemanusiaan di kamp Ain Issa. Kebanyakan mereka tertipu sejauh itu, terjebak di medan perang, akibat sok pintar komunikasi dengan ISIS lewat internet. 
***

0 komentar: