Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Hamas Tolak Gencatan Senjata!


"HAMAS—Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah (Gerakan Pertahanan Islam)—yang berkuasa di Gaza sejak memenangi pemilu Palestina 2006, menolak gencatan senjata prakasa Mesir meski telah disetujui PM Israel Benjamin Netanyahu!" ujar Umar. "Penolakan itu, kata jubir Hamas Hamas Fawzi Barhoum, karena syarat agar blokade Israel atas Gaza dihentikan tidak disetujui Israel! Blokade dan serangan bersenjata sama-sama membunuh rakyat Palestina, tegas Fawzi!" (AFP, 16/7) 

"Untuk isyarat menolak gencatan senjata itu, sayap militer Hamas Izz ad-Din al-Qassam meluncurkan delapan roket ke pelabuhan Israel, Ashood," timpal Amir. "Polisi Israel membenarkan serangan roket mendarat di kota hunian 212 ribu jiwa itu! 'Karena kami tidak dilibatkan dalam konsultasi inisiatif gencatan senjata ini, kami tak memiliki kewajiban menaatinya,’ tegas Hamas!"

"Akibat serangan Israel ke Gaza, sampai Rabu pagi 193 warga sipil tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, lebih 1.100 orang luka-luka!" tegas Umar. "Badan PBB untuk Palestina (UNRWA) Selasa (15/7) menyatakan kehancuran akibat serangan udara Israel ke Gaza amat besar, lebih 560 rumah rata dengan tanah, ribuan bangunan lainnya rusak!" 

"Menurut jubir UNRWA Sami Mshasha, 47 fasilitas milik UNRWA di Gaza juga hancur oleh serangan udara Israel!" tambah Amir. "Sementara 17 ribu pengungsi memadati 20 sekolah yang dikelola badan PBB itu!" "Sedangkan Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan sistem pasokan air bersih Jalur Gaza hancur oleh serangan Israel!" lanjut Umar. 

"Kata Kepala ICRC untuk Palestina Jacques de Maio, ratusan ribu warga Gaza kini tak punya air bersih. Dalam beberapa hari ke depan, seluruh populasi Gaza kehabisan air bersih! Listrik juga terganggu akibat serangan Israel!" "Demikianlah kejamnya Israel! 

Fasilitas bantuan kemanusiaan milik PBB mereka hancurkan, suplai air bersih penopang kehidupan warga Gaza dari palang merah mereka hancurkan!" entak Umar. "Belum lagi jalur-jalur memenuhi kebutuhan hidup dan ekonomi lewat laut dan darat telah mereka blokade lebih lima tahun, hingga semua bantuan internasional—termasuk obat-obatan dan peralatan medis—tak bisa masuk Gaza!" 

 "Maka itu, gencatan senjata sekalipun, tanpa blokade Israel atas Gaza dibuka, rakyat Palestina akan mati juga akibat kehabisan pangan, air, dan obat-obatan!" tegas Amir. "Lantas, apa upaya konkret para pemimpin dunia Islam untuk menyelamatkan rakyat Palestina?" ***

0 komentar: