Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Obama, Selamat Berpuasa!


"PRESIDEN Amerika Serikat Barack Obama, Sabtu (28/6), mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat muslim seluruh dunia!" ujar Umar. 

"Obama melukiskan Ramadan sebagai waktu bagi manusia untuk mengoreksi diri melalui ibadah puasa." (Kompas.com, 29/6) "Ramadan juga, lanjut Obama, menjadi kesempatan bagi umat muslim di seluruh dunia untuk mengokohkan komitmen dalam membantu orang yang kurang beruntung, termasuk mereka yang miskin dan tertindas!" ujar Amir. 

"Umat muslim, khususnya yang berada di AS, lanjut Obama, memiliki peran besar dalam pemberdayaan sosial masyarakat!"

"Obama dalam pernyataan resminya itu berterima kasih kepada banyak organisasi, bisnis, dan individu muslim karena mereka menciptakan kesempatan bagi semua orang dengan mengurangi ketimpangan pendapatan dan kemiskinan, tak hanya lewat gerakan amal, tapi juga upaya memberdayakan pelajar, pekerja, dan keluarga lewat pendidikan, keterampilan, dan layanan kesehatan!" tegas Umar. 

"Ia juga mengingatkan semua orang untuk saling berbagi tanggung jawab dalam memperlakukan setiap orang dengan setara dan mengikat semua orang dari berbagai kepercayaan untuk menciptakan perdamaian, keadilan, dan kesetaraan." 

"Pernyataan resmi Obama itu memberi isyarat telah berubahnya secara drastis sikap pemerintah AS terhadap umat muslim, terutama yang hidup di AS, dibanding era tragedi WTC 13 tahun lalu!" ujar Amir. "Pengakuan peran muslim di AS itu, dikemukakan Obama bukan hanya untuk menghibur muslim sedunia, melainkan mencerminkan reposisi politik luar negeri AS dalam komunitas muslim dunia!" 

 "Perubahan sikap AS terhadap muslim itu layak disambut positif, lebih-lebih saat banyak orang di dunia menderita akibat konflik dan kekerasan!" sambut Umar. "Kita diingatkan Obama tentang kewajiban bersama untuk menciptakan keadilan, perdamaian, dan menegakkan martabat umat manusia!" 

 "Artinya, sebagai bangsa dengan warga muslim terbesar di dunia, kita wajar untuk membina peran yang sebanding di kancah politik dunia, terutama dunia Islam agar tak lagi sekadar follower atau pemandu sorak di PBB!" tegas Amir. 

"Indonesia sebenarnya bukan kekurangan tokoh yang punya kapasitas untuk itu! Tapi sayang, inisiatif dan jaringan untuk berpartisipasi mengatasi konflik dan krisis di dunia muslim kurang memadai akibat mayoritas tokoh terlalu sibuk berebut lalu mengelus kursi jabatannya semata!" ***

0 komentar: