Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Menggali Akar Revolusi Harga!


"BERSAMAAN Ramadan dan Idul Fitri, dalam Juli 2014 ini juga terjadi kenaikan tarif listrik enam golongan pelanggan di atas 1300 watt, serta tahun ajaran baru anak sekolah!" ujar Umar. 

 "Berbagai pemicu kenaikan harga barang dan jasa itu datang sekaligus pada bulan yang sama. Tak bisa tidak, pemerintah dan masyarakat harus mampu menyiasatinya, agar kenaikan harga tak lepas kendali!"

"Itu saja belum cukup!" timpal Amir. "Inti pemicu kenaikan harga barang dan jasa itu pada daya beli masyarakat yang naik dengan dibayarnya Gaji ke-13 PNS dan THR karyawan swasta di bulan Juli! 

Sehingga, jika tanpa disiasati, terutama oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), lonjakan harga barang dan jasa bisa amat tinggi!" "Siasat pertama yang harus dilakukan sejak saat ini juga adalah memperlancar arus distribusi barang dari sentra-sentra produsen ke semua kawasan konsumen!" tegas Umar. 

 "Faktor ini yang di provinsi Lampung perlu upaya-upaya khusus, dari menjamin kelancaran angkutan barang dari Pulau Jawa, di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni yang belakangan ini waktu menunggu di parkir pelabuhan dan perjalanan feri molor jadi lebih lama berjam-jam! Apa pun alasannya, hal ini harus bisa dinormalkan kembali!" 

 "Belum lagi kerusakan jalan, baik jalan negara, jalan provinsi, jalan kabupaten, semua perlu penanganan secara tanggap darurat!" tukas Amir. "Selain perbaikan fisiknya, di semua jalan yang rusak itu perlu pula perbaikan sosialnya, yakni membersihkan pemalak dari kawasan jalanan berlubang maupun terhambat!" 

"Selanjutnya membantu warga kurang mampu, setelah 9 Juli (agar tidak terkontaminasi ekses pilpres) pemerintah kabupaten-kota dan provinsi mengadakan pasar murah!" saran Umar. "Pasar murah itu bukan hanya dibuat di kantor bupati atau walikota seperti sebelumnya, tapi disebar sampai tingkat desa, atau malah dibuat pasar murah keliling sehingga benar-benar menjangkau warga yang amat membutuhkan!" 

 "Selain itu perlu disimak hal-hal khusus terkait masalah yang spesifik khas suatu daerah, agar semua faktor umum dan khusus tak ada yang terlewatkan dari penanganannya sebagai pemicu inflasi!" tegas Amir. "Untuk itu jangan terpengaruh oleh segala prediksi yang menyebut inflasi Juli ini paling tinggi hanya satu persen! 

Dengan angka inflasi yang amat kecil itu seolah ringan eksesnya, padahal bagi rakyat kebanyakan beban akibat kenaikan harga barang dan jasa yang dipicu banyak faktor itu sangat berat untuk dipikul!" ***

0 komentar: