Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Semakin Tua Tambah Sengsara!


"SURVEI Indeks Kebahagiaan Indonesia Badan Pusat Statistik (BPS) 2013 yang hasilnya direlis Senin (2-6) menunjukkan, tambah tua orang di negeri kita hidupnya semakin sengsara!" ujar Umar. "Menurut survei itu, dari kelompok umur indeks kebahagiaan tertinggi dirasakan kelompok 17-24 tahun. Terendah adalah kelompok 65 tahun ke atas," (Kompas, 3-6) 

 "Indeks kebahagiaan itu jangan dianggap sepele, karena hal itu tak terlepas dari lemahnya pelayanan publik di Tanah Air buat warga lanjut usia!" timpal Amir. "Di angkutan umum, bis kota misalnya, di luar negeri (terutama Jepang) tersedia tempat duduk khusus buat lanjut usia! Di negeri kita, tak ada layanan khusus seperti itu!" "Artinya, perlu diperhatikan banyak hal terkait kehidupan warga lanjut usia, guna disesuaikan kebutuhan pelayanan publik buat mereka!" tegas Umar.

"Apalagi kalau indeks kebahagiaan warga desa ternyata lebih rendah dari warga kota, sekaligus mencerminkan kekurangadilan proses pembangunan nasional! Bahkan subsidi BBM yang tahun ini mendekati Rp400 triliun, sebagian besar habis dibakar percuma di kemacetan lalu lintas kota besar, sedangkan infrastruktur desa dibiarkan terlantar hancur!" 

 "Itu sekalian mencerminkan ketimpangan pembangunan antarwilayah, yang juga mencerminkan orang tua di desa jauh lebih sengsara lagi hidupnya!" tukas Amir. "Belum lagi dari kecenderungan umum orang tua di desa ditinggal merantau ke kota oleh anak-anaknya yang hanya dikunjungi setahun sekali saat Lebaran!" 

 "Dari faktor domestik kehidupan keluarga di rumah tangganya itu, dengan fasilitas yang jauh lebih terbatas dibanding warga kota, orang tua di desa memang lebih menderita!" timpal Umar. "Ketiadaan pasokan air bersih misalnya, selain mereka harus mandi dan mencuci di sungai, juga harus mengangkat air untuk memasak dari sungai ke rumah! 

Belum lagi untuk memasak mereka harus mencari kayu bakar, dibanding yang di kota tersedia peralatan serba elektronis!" "Perhatian terhadap warga usia lanjut itu perlu lebih komprehensif lagi, terutama karena juga terkait dengan program meninggkatkan angka Harapan Hiduo pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang masih amat rendah, yakni peringkat 118 dunia!" tegas Amir. 

 "Indeks Kebahagiaan BPS itu dengan demikian mengingatkan perlunya meningkatkan perhatian kita pada segala sesuatu terkait kurang bahagianya warga usia lanjut di masyarakat! Juga menyadarkan, kenapa peringkat IPM kita rendah sekali!" ***

0 komentar: