Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

RRI Era Precision Journalism!


"RRI—Radio Republik Indonesia—membuat kejutan. Hasil quick count (hitung cepat)-nya pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 mirip atau amat dekat dengan hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)," ujar Umar. "Prestasi itu diulang pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014. 

Hasil hitung cepat RRI masuk kelompok lembaga survei yang rekam jejak reputasinya kredibel—tepercaya!" "Itu menunjukkan RRI telah memasuki era precision journalism—jurnalistik presisi—kegiatan jurnalistik yang mengandalkan ketelitian, kecermatan, dan kesaksamaan dengan pengumpulan fakta, terutama data yang terukur!" sambut Amir.

"Itu kegiatan jurnalistik yang amat bertanggung jawab dengan orientasi utama pada kebenaran fakta! Dalam hitung cepat, data dihimpun dari 2.000 TPS sampel di seluruh pelosok Tanah Air, setiap sampel diseleksi dan ditetapkan benar-benar mewakili kawasan sekitarnya, kesalahan (margin of erorr) toleransinya di bawah 1%!" 

"Jurnalistik presisi di Indonesia sudah tidak asing lagi! Litbang Kompas, misalnya, secara berkala melaporkan di korannya hasil survei terkait berbagai hal!" tegas Umar. "Untuk media asing, Wall Street Journal setiap hari memuat grafik tren berbagai dimensi ekonomi!" 

"Dalam hitung cepat pemilu di Indonesia, pertama dilakukan pada pilpres langsung pertama 2004 oleh Litbang Media Group, yang waktu itu dipimpin Saiful Mujani, ditayangkan langsung Metro TV," timpal Amir. 

"Bagi pers, termasuk media penyiaran seperti RRI, mengupayakan sendiri informasi tepercaya dalam berbagai hal bagi audiensinya amat penting, agar audiensi selalu mendapatkan informasi yang tepercaya kebenarannya! 

Hitung cepat pilpres yang tepercaya, jelas informasi yang audiensi butuhkan!" "RRI, sebagai media publik dengan audiensi tersebar luas di penjuru Tanah Air, memang harus mengikuti perkembangan jurnalistik mutakhir, seperti precision journalism!" tegas Umar. 

"Justru lucu kalau di era telekomunikasi dan informasi semaju sekarang, RRI tetap hidup sebagai tape recorder pemutar ulang rekaman ucapan sarat konflik para politikus yang membingungkan rakyat!" "Setelah berhasil mencapai prestasi yang memosisikan diri dalan kelompok kredibel dan tepercaya, RRI layak meningkatkan kiprahnya di dunia jurnalistik modern, sesuai tuntutan zaman!" ujar Amir. 

"Justru kalau berkutat di era baheula, RRI bisa ketinggalan zaman, siarannya seperti tape rusak, membingungkan rakyat!" ***

0 komentar: