Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Impor Gilas 2 Pabrik Gula Tutup!


"TERGILAS impor gula rafinasi yang merajai pasar dua tahun terakhir, dua pabrik gula BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) di Karang Suwung dan Sindang Laut, Jawa Barat, segera ditutup!" ujar Umar. "Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan akibat serbuan gula impor yang harganya rendah, kedua pabrik tak mampu bersaing." (detikFinance, 14/7) 

"Jika kondisi dibiarkan berlarut-larut regulasi pemerintah tak berpihak kepada industri gula nasional, tegas Ismed, tahun berikutnya RNI akan menutup pabrik gula di Cirebon! Jadi tiga pabrik gula di Jabar yang tutup!" timpal Amir. "Kenaikan biaya produksi yang tak tertahan karena banyak faktor mengakibatkan gula lelang dari pabrik dan petani tak bisa dijual di bawah Rp8.500/kg, padahal di pasar ada gula impor yang dijual Rp7.800—Rp8.100/kg."

"Impor gula yang dua tahun terakhir memukul petani dan pabrik gula lokal itu, awal 2014 telah jadi perhatian Menteri BUMN Dahlan Iskan," tukas Umar. "Dahlan membawa hal itu ke regulator ekspor-impor, Menteri Perdagangan M. Lutfi, yang berjanji mengeluarkan strategi mengatasi luberan gula impor." (detik.com, 12/2) 

"Tapi sampai beberapa bulan kemudian, hingga sejumlah pabrik gula ditutup akibat tergilas gula impor, strategi Menteri Perdagangan itu belum keluar!" timpal Amir. "Apalagi usul Dahlan agar izin impor gula diberikan kepada pabrik gula agar keseimbangan pasar bisa lebih terjaga berorientasi kepentingan produsen gula nasional, hingga sekarang belum ada kabar realisasinya!" 

"Akibatnya impor gula tetap dikuasai oleh pihak-pihak nonpabrik gula!" tegas Umar. "Konsekuensinya, insentif dari impor hanya dinikmati pihak-pihak yang bukan mengabdi kepentingan gula nasional, sedang para pengabdinya bukan saja tak mendapat insentif, malah menjadi korban regulasi impor yang terbukti mematikan industri gula nasional!" 

"Tampak jelas apa tugas pemerintahan baru hasil Pemilu 2014 dalam mengatasi krisis gilasan gula impor terhadap industri gula nasional ini!" sambut Amir. "Kalau pemerintahan baru hanya melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya, karena komitmen politik saat kampanye pilpres misalnya, tinggal menghitung hari akan gulung tikarnya satu per satu pabrik gula di dalam negeri!" 

"Lain hal kalau pemerintahan baru tegas memutus semua mata rantai pemburu rente impor beraneka produk pertanian!" tegas Umar. "Pokoknya regulator tegas dalam tindakan, bukan cuma tegas sebatas retorika seperti selama ini!" ***

0 komentar: