Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Pilih Sesuai Hati Nurani!


"HARI H pemilihan presiden pun tiba! Ini hari istimewa, setiap warga negara dewasa berhak memberikan suara untuk memilih presiden dan wakil presiden bagi bangsa Indonesia lima tahun ke depan!" ujar Umar. "Pemilihan sebagai amalan hak pilih warga negara ini mengekspresikan kedaulatan rakyat!" 

"Sebagai pengamalan kedaulatan rakyat itu tentu harus dilakukan benar-benar berdasar kedaulatan individu setiap warga negara, pilihan sepenuhnya dilakukan sesuai hati nurani masing-masing!" timpal Amir. "Dengan pilihan dilakukan hati nurani setiap warga negara, hasil pemilu secara universal disebut vox populi vox Dei—suara rakyat suara Tuhan!"

"Itu karena hati nurani—dalam idiom Emotion Spititual Quotiens (ESQ) disebut sebagai 'God-Spot'--'titik Ilahiah' yang senantiasa transenden (terhubung) dengan Maha Pencipta yang membimbing manusia ke jalan yang benar!" tegas Umar. 

"Tapi hati nurani manusia tak lagi sesuci atau seputih saat dilahirkan! Banyak yang berkarat oleh pencemaran sepanjang hidup sehingga arahan Ilahiah lewat hati nurani bisa terganggu oleh kotoran yang bahkan telah merusak hati nurani—baik esensial maupun fungsionalnya!" 

"Akibatnya, pilihan tidak lagi dilakukan dengan hati nurani yang bersih, tapi lebih diarahkan oleh nafsu-nafsi yang telah menguasai hati nurani dengan prinsip yang keliru, tanpa kecuali tujuan bersifat jahat!" tambah Amir. 

"Hati nurani yang telanjur didominasi nafsu-nafsi bahkan terbiasa bermain fitnah untuk mencapai tujuan, terus semakin jauh menyimpang dari jalan yang dibenarkan-Nya!" "Bagi bangsa yang beruntung dalam arti diberkati perlindungan dan pertolongan Allah, arahan hati nurani yang putih akan menjadi wujud vox populi vox Dei!" tukas Umar. 

"Tapi bagi bangsa yang mungkin dianggap terlalu jauh menyimpang dari jalan yang dibenarkan-Nya, bisa terjadi justru hukuman yang dijatuhkan kepada bangsa itu sehingga cerminan hati nurani penuh noda serbahitam yang ditampilkan sebagai vox populi vox Dei!" 

"Diserahkan pada manusia sendiri untuk memperbaiki nasib suatu kaum dan keluar dari kondisi serbahitam tempat mereka tenggelam!" tukas Amir. "Tuhan tidak memperbaiki nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri berusaha memperbaikinya!

 Maka itu, agar berhasil menggunakan hati nurani yang benar-benar transenden dalam arahan Ilahiah, istigfarlah secukupnya sebelum memilih—bersihkan hati nurani dari segala noda dan fitnah!" ***

0 komentar: