Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Tunggu Hasil Real Count KPU!


"USAI Burhanudin Muhtadi, penanggung jawab hitung cepat Indikator Politik yang ditayangkan Metro TV, mengumumkan kemenangan Jokowi-JK berdasar hasil hitung cepat, Ketua Umum PDIP Megawati mengklaim kemenangan pasangan yang diusung koalisi partainya Jokowi-JK pada Pilpres 2014!" ujar Umar. 

"Megawati mengingatkan ini baru hasil sementara. Kemenangan sebenarnya nanti dari hasil penghitungan KPU. Karena itu, segenap jajaran pendukung Jokowi-JK diharapkan mengawasi penghitungan di semua TPS sampai rekapitulasi selesai!"

"Di sisi lain, capres Prabowo Subianto juga mengklaim memenangi Pilpres 2014 berdasar hitung cepat LSN yang memberi Prabowo 50,60%, dan Puskaptis dengan 52,40% untuk Prabowo," timpal Umar. "Jadi Megawati benar, tunggu hasil real count KPU untuk kepastian pemenang." 

"Meskipun demikian, ribuan sukarelawan Jokowi di Jakarta Rabu petang berkumpul di Tugu Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta Pusat, untuk merayakan kemenangan sebagai hasil kerja keras mereka selama ini!" tukas Umar. 

"Bukan cuma kemenangan Jokowi-JK di DKI Jakarta 55%, juga kemenangan secara nasional berdasar hasil hitung cepat dari banyak lembaga survei yang dikenal kredibel, hasilnya selalu akurat, dekat dengan hasil real count KPU!" 

 "Hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei kredibel itu dibaca Jokowi di depan para sukarelawan di Tugu Proklamasi!" timpal Amir. "Lembaga survei kredibel dimaksud, Indikator Politik dengan angka untuk Jokowi 52,6%, Litbang Kompas 52,3%, RRI 52,5%, LSI 53,3%, CSIS/Cyrus 52%, dan SMRC 52,8%. (Kompas.com, 9/7) 

Berdasar itu, juru bicara sukarelawan menyebut Jokowi sebagai presiden RI terpilih 2014—2019." "Euforia boleh saja, tapi jangan sampai menodai pemilu damai yang telah terwujud selama masa pencoblosan dan penghitungan suara di TPS, titik paling rawan konflik dalam pemilu!" tegas Umar. 

"Untuk itu, seperti ditegaskan Presiden SBY menanggapi situasi dengan kedua pihak saling mengklaim menang itu agar pimpinan kedua kelompok diharap bisa menahan diri dan mengendalikan massa untuk menjaga kondisi tetap kondusif!" 

 "Jangan pula akibat terlalu gembira dalam euforia, malah lupa menjaga perjalanan surat suara dan rekapitulasinya!" tukas Amir. "Artinya, pilpres bagi kedua pihak belum selesai sebelum KPU mengumumkan secara resmi hasilnya 22 Juli nanti! Jadi, tunggulah sampai saat itu tiba untuk merayakan kemenangan! Siapa pun yang berhak untuk itu!" ***

0 komentar: