Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

‘Lockout’, Pilihan Terpahit AWS!


"MESKIPUN lockout—manajemen menutup pabriknya sebagai balasan pada aksi buruh yang kelewat batas—sejauh ini cuma teori, jika tak ada mediator yang bisa meyakinkan PT AWS dengan jaminan mereka bisa beroperasi kembali secara kondusif, tak mustahil AWS akan terpojok pada pilihan terpahit, lockout!" ujar Umar. "Perusahaan ditutup (locked) dan semua pekerja—buruh dan plasma—harus keluar (out) dari areal perusahaan!"

"Apa bisa begitu?" potong Amir.

"Kan teorinya ada, berarti lockout alternatif yang selalu tersedia!" jawab Umar.

"Saat perusahaan sudah merasa kondusif untuk kembali beroperasi kelak, dilakukanlah rekrutmen baru yang sama sekali tak ada kaitan dengan kontrak kerja lama yang pernah ada! Seleksi dilakukan secara profesional, yang memenuhi syarat diterima!"

"Tapi sukar melakukan lockout PT AWS, khususnya untuk mengeluarkan semua pekerja, termasuk plasma, dari areal perusahaan karena lokasinya telah menjadi kampung dengan pemerintahan formal!" timpal Amir. "Kecuali AWS bisa membuat modus seperti bedol desa untuk transmigrasi! Artinya, tempat penampungan mereka di luar kompleks disiapkan perusahaan!"


"Semua itu soal teknis!" tegas Umar. "Kalau AWS memilih lockout, sebagai pemilik perusahaan, tak ada pihak lain yang bisa melarangnya! Mungkin saja akan muncul gugatan ini-itu, kalau AWS sudah bulat tekadnya untuk lockout, segala tetek bengek itu konsekuensi kecil atas pilihannya!"

"Kok malah kau yang terkesan ngotot banget mau me-lockout PT AWS?" entak Amir.

"Kita kan membahas kemungkinan terburuk konflik AWS yang telah menghentikan operasi perusahaannya sejak 7 Mei!" kilah Umar. "Warga Lampung juga harus mengkaji kemungkinan terburuk itu, di mana dengan satu lembar SK direksi PT AWS saja, lebih dari 10 ribu orang di kawasan eks Dipasena langsung kehilangan mata pencarian! Jika sebanyak itu orang seketika jadi penganggur, ekses negatifnya tak bisa diremehkan!"

"Aku paham maksudmu!" timpal Amir. "Tokoh-tokoh Lampung tak layak lagi untuk tetap cuek bebek pada krisis yang terjadi di AWS! Bahkan, ini menjadi contoh bagaimana kita warga Lampung memperlakukan investasi! Selain nasib 10 ribu lebih tenaga kerja dipertaruhkan, kapasitas warga Lampung menerima investasi besar juga sedang diuji! Apa kata dunia kalau tenaga kerja sebanyak itu kucar-kacir dan investasi besar kalang kabut tak bisa kondusif!" ***

0 komentar: