Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Kekeringan pun Datang Menantang!

"SEUSAI pesta para kepala daerah merayakan penerimaan penghargaan ketahanan pangan dari Presiden atas prestasinya meningkatkan produksi beras di daerahnya lebih 5% tahun lalu ketika curah hujan cukup sepanjang tahun, datanglah kekeringan menantang para kepala daerah untuk mengulang prestasinya tahun lalu itu!" ujar Umar. "Tantangan itu serius, karena 70% sawah di Lampung tadah hujan, kalau hujan cukup bisa panen baik dua kali setahun sehingga kepala daerah tidur saja pun produksi dan produktivitas sawahnya bisa naik lebih 5%!" "Memang, kalau mau membuktikan dalam peningkatan produksi dan produktivitas sawah di daerahnya yang 70% tadah hujan itu merupakan hasil kerja atau prestasi kepala daerah, buktikanlah saat kekeringan sekarang!" timpal Amir. 

"Tantangan itu merangsang bagi para kepala daerah justru ketika para petani di kawasan sawah tadah hujan seperti di Ketapang, Lamsel, sudah berjuang maksimal menyelamatkan tanaman padinya usia sebulan dengan pompanisasi air sungai maupun dari sumur pantek (bor), apa yang bisa dilakukan kepala daerah untuk membantu perjuangan petani tersebut!"."Sebagian sumur pantek yang hingga kini masih digunakan petani di kawasan sawah tadah hujan itu sisa peninggalan zaman Pudjono Pranjoto sebagai gubernur!" tegas Umar. "Lantas, apa yang telah dibuat pemerintah daerah untuk mengatasi bila kekeringan datang hingga sekarang setelah 20 tahun kemudian? Nyaris tak ada! Bahkan banyak sumur sudah tertutup dan titiknya hilang, yang tersisa juga airnya di bawah 40 meter dari permukaan tanah itu sudah makin terbatas akibat disedot terus melampaui kapasitas luas sawah dari tahun ke tahun!"


"Tragis memang kalau semusim terakhir ini petani sudah menghabiskan banyak solar guna menyelamatkan tanaman padinya—seperti Yanto dari Bangunrejo, Ketapang, yang dua pekan terakhir habis Rp700 ribu untuk bahan bakar menyedot dari sumur bor tua yang airnya tak semelimpah dahulu!" timpal Amir. "Kemampuan Yanto dan petani sejenis di tempat lain terbatas! Artinya, tiba saatnya kepala daerah menyelamatkan tanaman padi rakyat dari kekeringan sebagai bukti mereka memang layak menerima tanda penghargaan ketahanan pangan dari Presiden!" "Jangan cuma gemar pesta pora menghamburkan uang rakyat saat menerima penghargaan dari Presiden!" entak Umar. "Tapi justru ngorok saat bantuannya yang nyata buat petani benar-benar sangat dibutuhkan!" ***

0 komentar: