Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Kekuasaan Mursi Jadi Absolut!

"PRESIDEN Mesir Muhammad Mursi Kamis (22-11) menerbitkan dekrit yang menjadikan kekuasaannya absolut!" ujar Umar. "Dekrit itu menetapkan, keputusan Presiden tak bisa diganggu gugat lembaga mana pun! Bahkan dekrit itu berlaku surut, keputusan yang ia keluarkan sejak ia berkuasa Juni 2012 tak bisa dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi—MK!" "Aneh juga, ya? Muhammad Mursi yang guru besar di perguruan tinggi Amerika Serikat itu kok tiba-tiba berlaku diktator!" timpal Amir. "Latar belakang masalahnya bagaimana hingga akhirnya jadi seperti itu?"

"Kayaknya tak jauh beda dengan situasi yang dihadapi Bung Karno sebelum menerbitkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959!" jawab Umar. "Yakni, terkait konstituante (majelis penyusun konstitusi baru), yang telah cukup lama bekerja tapi tak kunjung selesai! Kalau dekrit Bung Karno membubarkan konstituante dan kembali ke UUD 1945, dekrit Mursi justru menetapkan sebaliknya, MK tak bisa membubarkan konstituante yang masa tugas sebenarnya berakhir pertengahan Desember 2012! Pokoknya, hanya dengan berlakunya konstitusi baru nanti (semoga), barulah absolutisme kekuasaan Mursi bisa diakhiri!" 

"Pantas Mesir tiba-tiba kembali jadi sorotan media dunia, terutama atas aksi massa dan bentrok akibat perpecahan pro-kontradekrit yang merebak di seantero Negeri Piramida itu!" tukas Amir. "Perpecahan yang jadi konflik luas itu tentu disayangkan, sebab Mursi memenangi pemilu presiden berkat dukungan Ikhwanul Muslimin—yang secara mondial tak lepas dari citra pendiri organisasi itu, Hassan Al Banna, sebagai pemersatu umat Islam dunia, dengan mengerahkan sejuta pemuda muslimin menduduki tanah Palestina (1947) saat Inggris, Prancis, dan AS mendirikan negara Israel!" 

"Pencitraan Al Ikhwan (sebutan lazim Ikhwanul Muslimin) menghalalkan cara diktator dalam mencapai tujuan itu jelas mengecewakan para pengagum Al Banna di seantero dunia, yang mayoritas justru berpandangan Islam modern!" tegas Umar. "Terpilihnya Mursi yang berpendidikan Amerika atas dukungan Al Ikhwan awalnya memberi harapan akan bisa diwujudkannya model pemerintahan Islam modern yang demokratis! Harapan tinggal harapan! Hasilnya justru model pemerintahan diktator yang absolut, menyulut perpecahan sesama umat dengan konflik fisik!" ***

0 komentar: