Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Sapi itu Aset 'Bergengsi'!

"JUMLAH sapi di Lampung dalam catatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi, ada 742 ribu ekor di kandang rakyat dan 100 ribu ekor di tujuh usaha penggemukan sapi!" ujar Umar. "Karena itu, aneh kalau untuk konsumsi daging 3.000 ekor sapi sebulan atau 36 ribu sampai 40 ribu ekor sapi per tahun, Provinsi Lampung sempat kelangkaan pasokan sapi untuk dipotong hingga harga daging sapi meroket sampai Rp100 ribu/kg!"

"Jumlah sapi dalam catatan itu mungkin betul, utamanya sapi rakyat!" timpal Amir. "Tapi, bagi mayoritas warga desa Lampung, utamanya keluarga transmigran, sapi merupakan aset 'bergengsi'! Jumlah sapi di kandang seseorang menjadi salah satu ukuran sukses, tak kepalang sampai terkabar ke desa asal di Jawa! Orang yang bisa punya sapi lebih lima induk, di Jawa dikagumi karena di desa asalnya itu jarang orang punya sapi lebih dari lima induk! Jadi, ia lebih sukses dari orang sukses di desa asal!"

"Tepatnya, jumlah sapi juga menjadi penopang status sosial!" tegas Umar.

"Sehingga, sebagai aset penentu gengsi itu, mereka tak mainkan menurut hukum ekonomi—kalau harganya naik dijual! Tapi sebagai penopang gengsi pula, baru menjual sapinya kalau untuk peningkatan gengsi atau status sosial keluarga, seperti buat membayar uang kuliah anak, menikahkan anak, dan sejenisnya!"

"Karena itu, hanya berpikir kuantitatif jumlah sapi di daerahnya cukup besar, atau secara ekonomis ketika harga tinggi warga akan menjual sapinya, bisa keliru! Akibatnya, kelangkaan pasokan sapi terjadi di daerah lumbung sapi!" timpal Amir. "Kekeliruan juga mungkin terjadi pada perkiraan atas sapi di usaha penggemukan! Dalam kondisi normal, dua usaha penggemukan yang besar seperti GGLC dan Santori masing-masing bisa 25 ribu ekor! Sedang lima penggemukan lainnya bisa masing-masing 10 ribu sampai 15 ribu ekor!"

"Dalam kondisi normal memang bisa lebih 100 ribu ekor!" potong Umar. "Tapi sejak impor sapi bakalan dipangkas 40 persen, tinggal 60-an ribu ekor, per bulan 5.000 ekor. Dari situ cuma sebagian kecil untuk Lampung karena kontrak terpenting pasokan mereka justru buat kota-kota besar di Jawa dan Sumatera!"

"Jadi, untuk menjamin pasokan, harus merujuk langsung usaha penggemukan sapi!" tegas Amir. "Tak hanya dengan mengira-ngira!" ***

0 komentar: