Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Badai Salju Dahsyat Landa Jepang!


"BADAI salju terdahsyat beberapa dekade melanda Jepang sejak Jumat dan Sabtu, 11 orang tewas di beberapa prefektur sekitar Tokyo dan lebih 1.000 orang cedera di seluruh negeri!" ujar Umar. 

"Ratusan orang dievakuasi dari rumah mereka akibat tumpukan salju lebih dari 1 meter, sejumlah penerbangan dibatalkan, dan sejumlah jalan raya di Tokyo juga ditutup Sabtu." "Kantor berita Kyodo melaporkan banyak atap bangunan runtuh karena tak kuat menahan beban salju yang tebal dan ratusan pengemudi terjebak macet selama beberapa jam!" timpal Amir.

"Salju tebal menumpuk di Tokyo pada Jumat dan Sabtu dan kota-kota lain. Pekan lalu penduduk Tokyo telah diperingatkan akan terjadinya sejumlah badai salju untuk pertama kalinya sejak beberapa dekade! Perkiraan cuaca memperingatkan longsoran es dan badai mengarah ke utara menuju Hokkaido." (BBC/Kompas.com, 17/2) 

"Dari korban tewas dan cedera, tampak badai salju yang melanda Jepang lebih buruk dari letusan Gunung Kelud!" tukas Umar. "Lebih dari itu, jika letusan gunung berapi tak ada kaitannya dengan ulah manusia, badai salju terkait perubahan iklim akibat pemanasan global yang diakui terjadi sebagai konsekuensi ulah manusia! 

Namun, keduanya tetap berupa bencana yang menuntut simpati dan empati turut merasakan duka cita para korbannya!" "Bencana badai salju Jepang yang terkait ulah manusia dan lebih bisa diprediksi tibanya, tapi tetap membuat negara semaju Jepang tak berdaya, mengingatkan kita pada puisi Nisan dari Chairil Anwar—ada Maha Tuan bertakhta yang tinggi di atas debu dan duka!" timpal Amir. 

"Debu, itulah manusia dengan aneka dukanya!" "Badai salju yang melanda Jepang itu pun mungkin yang terakhir musim ini, setelah lebih dahulu melanda Amerika dan Eropa, dengan akibat yang sama buruknya!" tegas Umar. 

"Semua negara maju itu sama, meski bisa memperkirakan tibanya badai, tak bisa mencegah, hanya bisa memperkecil akibatnya! Itulah esensi bencana bagi debu dan duka, ada kekuatan yang lebih menentukan di luar kemampuan manusia!" "Itu setelah menjadi bencana!" timpal Amir. 

"Untuk bencana yang terjadi akibat ulah manusia, bisa dicegah sebelum terjadi dengan memperbaiki kerusakan alam penyebab bencana tersebut! Seperti banjir, dicegah dengan memperbaiki kerusakan alam di hulu aliran sungai! 

Tapi badai salju akibat pemanasan global, belum ada yang berhasil menurunkan suhunya, cuma memperlambat peningkatan panasnya!"

0 komentar: