Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Capres, Ikuti Keinginan Rakyat!


"DALAM pidato di acara Hari Pers Nasional di Bengkulu, Minggu (9/2), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan para calon presiden (capres) mengikuti keinginan rakyat!" ujar Umar. "Berbagi pengalaman dua kali ikut pilpres, ia ikuti keinginan rakyat dari pandangan, harapan, dan hati nuraninya! Bukan kutipan dari media! 

Jangan salah baca dan salah kalkulasi, tukas SBY." "Pada Pemilu 2009 bahkan SBY melawan arus opini media massa!" timpal Amir. "Ia jalankan terus program BLT—bantuan langsung tunai—padahal media mengritik program itu tak mendidik, bertentangan dengan tuntutan suka kerja keras!"

"Tapi bantuan yang bisa didapat dengan mudah mungkin memang keinginan rakyat saat itu, yang sedang terjepit oleh kesulitan akibat krisis keuangan global!" tukas Umar. "Media bicara dengan dasar idealnya menurut pendidikan moralitas perlunya semangat kerja keras! 

Tapi, terbukti, rakyat lebih suka bantuan yang mudah diperoleh tanpa kerja keras! Tujuannya kan mendapatkan dukungan rakyat untuk memenangkan pilpres, jadi pemenuhan keinginan yang mudah dan cepat menyenangkan rakyat itu pilihan utama! Bukan tuntutan kerja keras yang malah membuat rakyat sebal, kecewa!" 

"Tapi untuk capres sekarang yang belum bisa memainkan dana APBN untuk BLT, sedang membuat BLT swasta mustahil, harus putar otak mencari keinginan rakyat seperti apa yang bisa memberi mereka bantuan tanpa harus lewat kerja keras!" tukas Umar. 

"Sebab, mengajak rakyat kerja keras memperbaiki nasib kurang populer! Soalnya, menurut pengalaman, rakyat kecewa setelah bekeja keras, programnya yang muluk tak mencapai hasil optimal akibat bau korupsi! Jadi bukannya rakyat enggan kerja keras, tapi pengalaman kerja keras cuma berbuah kecewa!" 

"Memang lucu kalau seorang capres sok jagoan menawarkan program-program yang mendesak rakyat kerja keras!" timpal Amir. "Maka itu, SBY wanti-wanti jangan salah baca dan jangan salah kalkulasi! 

Keinginan rakyat itu umumnya telah teruji oleh pengalaman pahit!" "Pengalaman guru yang bijaksana!" tegas umar. "Karena itu, kalau untuk sekarang belum bisa membuat BLT, rakyat mungkin rindu pemimpin yang berani menjanjikan BLT jika ia terpilih, melanjutkan BLT kompensasi kenaikan harga BBM subsidi baru-baru ini! 

Karena BLT itu keinginan realistis, menjanjikannya saja pun sudah memberi harapan yang paling konkret dibanding janji-janji kosong lainnya!" ***

0 komentar: