Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Neoliberalisme Masuk Pendidikan!


"PAKAR pendidikan H.A.R. Tilaar menyatakan neoliberalisme sudah masuk ke dunia pendidikan sehingga arah pendidikan jadi tidak jelas seperti sekarang!" kutip Umar dari Konvensi Pendidikan PGRI di Jakarta. "Pendidikan Indonesia, tegas Tilaar, belum memiliki arah tujuan yang jelas untuk menyiapkan manusia-manusia yang cakap, kreatif, dan bertanggung jawab! Padahal Indonesia sudah harus menciptakan generasi emas yang bisa memajukan kehidupan bangsa!" (Kompas.com, 19/2) 

"Neoliberalisme dalam dunia pendidikan sering dimaksudkan sistem pendidikan yang terombang-ambing oleh dinamika mengikuti perkembangan zaman sehingga tercerabut dari kebudayaan nasionalnya, yang seharusnya justru sebagai fondasi sistemnya!" timpal Amir.

"Untuk pendidikan nasional Indonesia, yang baru dikembalikan embel-embel 'kebudayaan' pada nama kementeriannya, bisa disimak ulang—termasuk dalam kurikulum 2013—sejauh mana sistemnya telah berdasar pada kebudayaan nasional sebagai fondasi?" 

"Masih perlu diperkuat dan dipertegas lagi!" tegas Umar. "Sebab, maksud neoliberalisme Tilaar itu juga terlalu bebas-(liberal)-nya pengelolaan pendidikan sehingga sering bukan berorientasi pada kualitas pendidikan, melainkan lebih berorientasi pada kepentingan birokrat dan penguasa lokal! Guru, sering dijadikan komoditas politik oleh elite politik lokal!" 

"Posisi guru dijadikan komoditas politik kurang tepat dengan pandangan Tilaar, kunci perubahan pendidikan serta membangun sumber daya manusia berkualitas sepenuhnya ada di tangan guru!" tukas Amir. "Meski demikian, penting peran guru, dengan dipandang sebatas komoditas itu, guru bahkan organisasi guru sering tidak dilibatkan secara aktif dalam perumusan kebijakan pendidikan, baik oleh birokrasi pendidikan maupun penguasa daerah!" 

"Celakanya, perlakuan terhadap guru sebagai komoditas politik tak diimbangi pemenuhan hak guru meningkatkan kapasitas pribadinya melalui pendidikan berkala! Akibatnya guru berduyun-duyun membayar untuk mengikuti seminar atau workshop menambah pengetahuannya!" tegas Umar. 

"Dengan itu, neoliberalisme dalam pendidikan juga berarti bebasnya dunia pendidikan sebagai pasar pelatihan untuk mengeruk uang dari para guru—yang butuh cukup banyak sertifikat pelatihan buat memenuhi syarat sertifikasi guru! Pokoknya, banyak pintu masuk buat neoliberalisme!" ***

0 komentar: