Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

JTTS, Proyek Besar tanpa Anggaran!


"JTTS—Jalan Tol Trans-Sumatera—Lampung ke Aceh sebagai proyek MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) tak jadi dimulai tahun ini karena anggarannya tak ada di APBN 2014!" ujar Umar. "Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan karena tak ada anggarannya, peraturan presiden (perpres) untuk proyek itu yang sekaligus menetapkan PT Hutama Karya sebagai pelaksananya belum dibuat!"

"Tapi itu cuma tertunda sementara karena pemerintah dan DPR lupa mencantumkan anggarannya dalam APBN 2014!" timpal Amir. "Karena selain JTTS, proyek unggulan MP3EI kebanggaan Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua, JTTS juga sudah menjadi bagian dari Asian Highway Network yang ditandatangani dalam sidang Komisi United Nations ESCAP ke-61 pada 26—28 April 2004 di Shanghai, China. JTTS akan mendukung keterhubungan kawasan Asia Tenggara sesuai Masterplan on ASEAN Connectivity (MPAC)." (Kompas.com, 24/2)

"Nah, sebagai proyek unggulan kabinet dan posisinya demikian penting di mata dunia, ternyata pemerintah dan DPR lupa mencantumkan anggarannya di APBN!" tukas Umar. "Kalau kabinet pengunggul proyeknya saja lupa menganggarkan, padahal ini tahun anggaran terakhir bagi kabinet tersebut, tak ada jaminan kabinet baru nanti mau melanjutkan proyek unggulan kabinet sebelumnya! 

Apalagi setiap kabinet baru, rezim pemerintahan baru pula, pasti punya program tersendiri yang sudah 'dijual' sejak kampanye!" "Maksudmu, berarti proyek JTTS memasuki ketidakpastian jadwal pelaksanaannya, menyusul proyek JSS—Jembatan Selat Sunda?" kejar Amir. 

"JSS yang sudah punya perpres dan jadwal ground breaking-nya ditetapkan 2014 saja hingga kini kabar realisasinya cenderung makin redup!" tegas Umar. "Apalagi JTTS belum punya perpres! Belum lagi terkait biaya, JSS proyeksinya dibiayai swasta saja di pihak pemerintah antarkementerian tak kunjung mencapai satu kata! 

Konon lagi JTTS yang dipastikan dibiayai APBN, empat ruas pertama saja butuh Rp31,5 triliun!" "Sumatera, pencatat produk domestik bruto (PDB) tertinggi setelah Jawa! Kalau Jawa mulai jenuh, PDB-nya cenderung menurun, Sumatera justru terus naik!" tutur Amir. 

"Begitu pun potensi Sumatera masih cukup besar untuk mempercepat pertumbuhan nasional sehingga MP3EI mengunggulkannya dengan membangun infrastruktur pendukung, terutama jalan tol! Tapi rencana tinggal rencana, proyek unggulan sekalipun kalau lupa memberi anggaran bisa jadi pepesan kosong!"

0 komentar: