Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Kemiskinan Jadi 5%-6% pada 2019!


"JUMLAH penduduk miskin di Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2013 sebanyak 28,55 juta atau 11,47%," ujar Umar. "Pasangan capres/cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menargetkan jumlah orang miskin pada 2019 tersisa 5%—6%. 

Demikian dipetik detikFinance (20/5) dari dokumen visi-misi dan program aksi Jokowi-JK, 'Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian’." "Jokowi-JK berkeyakinan pengentasan kemiskinan harus dimulai dengan pembangunan di daerah," timpal Amir. "Berkomitmen untuk membangun perimbangan pembangunan kawasan. 

Pertama melalui pembangunan fasilitas produksi, pendidikan, kesehatan, pasar tradisional, dan sebagainya."

"Langkah kedua, redistribusi kepemilikan aset (seperti lahan) dan implementasi persaingan usaha yang sehat," ujar Umar. 

"Ketiga, peningkatan akses penduduk miskin pada pendidikan formal dan pelatihan keterampilan secara gratis!" 

 "Keempat, evaluasi komponen dana bagi hasil (DBH) yang lebih bisa mencerminkan pemerataan, bukan sekadar perhitungan anggaran!" tukas Amir. 

"Kelima, peningkatan kapasitas daerah dalam pengelolaan sumber-sumber keuangan. 

Keenam, implementasi pelayanan dasar yang prima melalui pembangunan 5.000 rumah sehat dan mengembangkan 6.000 puskesmas dengan fasilitas rawat inap." 

 "Ketujuh, implementasi jaringan sosial nasional secara merata," timpal Umar. 

"Kedelapan, pemberian subsidi pangan, ketersediaan air bersih, menjaga daya beli masyarakat, dan menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok, serta penciptaan pasar bagi produksi usaha mikro!" "Kunci program aksi itu pelaksanaannya!" tegas Amir. 

"Bisa saja program ditulis indah tapi implementasinya tak ada atau menyimpang, hasilnya nihil!" "Kelebihan Jokowi dan JK justru dalam pelaksanaan!" sambut Umar. "Lebih-lebih Jokowi, ia terkenal sebagai pekerja keras, lebih ahli bekerja daripada bicara! 

Dalam bicara apalagi berdebat, Jokowi bisa kalah! Tapi dalam implementasi kerja lapangan, dia sudah buktikan di Solo dan Jakarta!" "Itu berarti semua program aksi untuk mengentaskan warga miskin tersebut bisa diharapkan terlaksana!" tegas Amir. 

"Apalagi pendekatan Jokowi pada warga terkait umumnya cair hingga mudah menggalang partisipasi! Pengentasan kemiskinan pun bukan lagi semata program pemerintah, melainkan usaha dengan kemauan keras warga sendiri untuk bangkit!" ***

0 komentar: