Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Kurang Pasokan 15 Juta Rumah!


"CT—Chairul Tanjung—Senin, 19 Mei 2014, dilantik sebagai menko perekonomian, ganti Hatta Rajasa," ujar Umar. "CT, bos Para Group, aktif di bidang keuangan (pemilik Bank Mega) dan media (bos Trans TV, Trans-7, dan detik.com)." 

 "Selain masuk jajaran orang terkaya Asia versi Forbes, CT juga ketua Yayasan Indonesia Forum, lembaga yang dimotori Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), kajiannya dilakukan sejumlah lembaga penelitian universitas dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)," kata Amir. "Hasil kajiannya, visi Indonesia 2030, pada abad 21 Indonesia akan mampu menjadi negara maju dan sejahtera!" (Satrio Arismunandar, 2007)

"Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, produktif, memiliki daya saing, serta mampu mengelola seluruh kekayaan alam dan sumber daya lainnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang," timpal Umar. 

 "Visi Indonesia 2030 punya empat capaian. Pertama, Indonesia akan masuk lima besar ekonomi dunia, pendapatan per kapita 18 ribu dolar AS per tahun. Berarti Indonesia berada di posisi kelima setelah Tiongkok, India, AS, dan Uni Eropa. Sebagai catatan, pendapatan per kapita Indonesia 2013 di peringkat 107 dunia." 

 "Kedua, 2030 sedikitnya 30 perusahaan Indonesia masuk daftar 500 perusahaan besar dunia!" lanjut Amir. "Ketiga, adanya pengelolaan alam yang berkelanjutan. Dan keempat, terwujudnya kualitas hidup modern yang merata! Industrialisasi, menurut CT, menjadi katalisator akumulasi modal menuju negara maju dengan kontribusi terbesar dari sektor jasa."

 "Visi Indonesia 2030 mengasumsikan capaian itu terealisasi jika pertumbuhan ekonomi riil rata-rata 7,62%, laju inflasi 4,95%, dan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12% per tahun," tegas Umar. "Pada 2030, dengan jumlah penduduk 285 juta jiwa, produk domestik bruto (PDB) Indonesia 5,1 triliun dolar AS." 

 "Asumsi itu terganggu karena mulai 2013 pertumbuhan melambat di bawah 6%, inflasi tahun lalu 8,38%!" timpal Amir. "Padahal, selain itu, visi 2030 memberi syarat tiga keharusan untuk mencapainya! Pertama, ekonomi berbasis keseimbangan pasar terbuka didukung birokrasi yang efektif. 

 Kedua, adanya pembangunan berbasis sumber daya alam, manusia, modal, serta teknologi yang berkualitas dan berkelanjutan. Ketiga, perekonomian yang terintegrasi dengan kawasan sekitar dan global! Untuk itu, wirausaha, birokrasi, dan pekerja harus bersinergi dengan kontrak sosial, baru mewujudkan komitmen bersama untuk maju." ***

0 komentar: