Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Kriteria Capres Muhammadiyah!


"DUA calon presiden (Capres), Joko Widodo dan Prabowo Subianto menyampaikan visi-misi di majelis Tanwir Muhammadiyah di Samarinda, Sabtu (24/5)," ujar Umar. 

 "Jokowi memprioritaskan pendidikan untuk membangun mental memajukan bangsa! Prabowo mengajak bangsa melupakan masa lalu untuk membangun masa depan!" (Trans-7, 24/5) "Kehadiran kedua capres, menurut Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, merupakan bukti kenetralan organisasinya yang tidak berpolitik praktis!" timpal Amir. 

 "Muhammadiyah tetap pada keputusannya tidak mendukung partai tertentu, karena Muhammadiyah tetap mengedepankan politik adiluhung, politik moral yang tidak akan menyederhanakannya menjadi bentuk dukungan tertentu!"

"Din menyebutkan kriteria capres pilihan warga Muhammadiyah, sesuai hasil Tanwir di Bandung 2012," tegas Umar. "Pertama solidarity maker, yang mampu menjembatani segala kepentingan bangsa, bukan kepentingan partai atau pribadi. Kedua problem solver, mampu mengatasi berbagai persoalan bangsa. 

Ketiga, risk taker, tak peduli dengan citra dan berani mengambil tindakan. Keempat, morally committed yang tetap menjunjung tinggi moral dan berperilaku amanah!" "Dengan itu cukup jelas kriteria capres warga Muhammadiyah! Pembaca bisa menilai sendiri dan mencocokkan pada capres!" sambut Amir. 

 "Seiring kehadiran di Tanwir itu, di Jakarta Jokowi menebar siaran pers, menyatakan dirinya bagian dari Islam yang rahmatan lil alamin (Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam), Islam yang membawa kedamaian, bukan kebencian." (Kompas.com, 24/5) "Saya Jokowi, bagian dari Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang hidup berketurunan dan berkarya di negara RI yang memegang teguh UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika adalah rahmat dari Tuhan," kutip Umar. 

 Siaran pers itu menjawab tudingan ke Jokowi di media sosial yang kerap menyebutnya antek Zionis, Amerika, Tiongkok, dan mafia. "Semua orang boleh ragu dengan agama saya, tapi saya tidak ragu dengan iman dan imam saya dan saya tidak pernah ragu dengan Islam agama saya, tegas Jokowi." 

 "Jokowi juga menyatakan bukan bagian dari Islam yang membawa ayat-ayat Tuhan untuk menipu rakyat!" tegas Amir. "Dia mengaku bukan bagian dari Islam yang membawa asas partainya untuk korupsi dan hidup bermewah-mewah. Dia juga menyatakan bukan bagian dari Islam yang menindas agama lain, bukan bagian dari Islam yang arogan dan menghunus pedang di tangan dan mulut!" ***

0 komentar: