Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Kuartal I Dunia Usaha Melambat!

PARA pelaku usaha di berbagai sektor mengeluhkan buruknya kondisi ekonomi nasional pada kuartal I 2015 sehingga pertumbuhan dunia usaha melambat. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman menyatakan di sektor makanan dan minuman yang pada kuartal I 2014 tumbuh di atas 7%, pada kuartal I 2015 melambat tinggal tumbuh 4%—5%. (Koran Sindo, 13/4) Selain faktor eksternal berupa pelambatan ekonomi dunia, kondisi dalam negeri menurunnya daya beli juga menjadi pemicunya. Adhi berharap pemerintah bisa mendorong peningkatan daya beli.

Sementara Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menyatakan selama kuartal I 2015 total penjualan mobil hanya 282.569 unit, lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu 339.500 unit. "Turun kira-kira 15%," ujarnya.

 Menanggapi melambatnya dunia usaha pada kuartal I 2015 itu, Ketua Umum Asosiasi Gabungan Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyatakan kondisi memburuk sekarang ini terjadi akibat sektor dunia usaha cenderung dijadikan sapi perah! Realitasnya, dunia usaha dibebani dengan berbagai kebijakan yang disinsentif bagi bisnis, seperti target penerimaan pajak yang terlalu tinggi, harga BBM, gas, dan tarif listrik yang terus naik, dan sebagainya. 

Terlalu berat memikul segala beban itu, semua sektor usaha pada kuartal I 2015 terindikasi menurun seiring melemahnya daya beli. Menurut para pelaku usaha itu, salah satu penyebab pelambatan sektor riil itu akibat APBN untuk pembangunan triwulan I itu belum cair. Pembangunan infrastruktur dan lainnya praktis masih sebatas rencana indah, dananya belum dipakai belanja ke pasar menggerakkan ekonomi rakyat. 

Dari kalangan pengguna anggaran didapat informasi penyebab kelambatan pencairan APBN antara lain akibat adanya perubahan nomenklatur sesuai perubahan struktur organisasi kementerian. Perubahan itu menyebabkan anggaran banyak program dan proyek tak kunjung cair. 

Dengan lambatnya APBN cair dan berbagai disinsentif yang membebani dunia usaha sebagai penyebab utama buruknya kinerja dunia usaha pada kuartal I 2015, jalan keluarnya jelas ada di tangan pemerintah. Dalam hal ini mendorong pencairan dan penyerapan secara maksimal APBN, dan memberi kompensasi semua disintensif dengan insentif yang meringankan operasional dunia usaha, bukan insentif untuk investor baru, sedang investor lama jadi sapi perah terus! ***

0 komentar: