Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Pemerintah Tiongkok Larang Muslim Puasa!

MESKI sebelumnya berjanji membiarkan muslim di Xinjiang berpuasa secara damai, Senin (6/6/2016) malam, Pemerintah Tiongkok secara resmi mengeluarkan perintah mencegah ibadan Ramadan dan menyatakan puasa adalah ilegal, bertentangan dengan prinsip Partai Komunis Tiongkok. Larangan berpuasa itu antara lain diarahkan kepada pejabat pemerintah, pelajar, dan guru.
"Anggota partai, pelatih, pegawai negeri sipil, pelajar, dan anak-anak tidak bisa berpuasa di bulan Ramadan dan tidak bisa ambil bagian dalam kegiatan keagamaan," tulis AP, mengutip pemberitahuan yang ditampilkan di situs resmi Kota Korla, sebuah kota di pusat Xinjiang. (Tempo.co, 7/6/2016)
"Sebuah situs yang dikelola biro pendidikan daerah Shuimogou di ibu kota regional Urumqi menyiarkan pemberitahuan Senin lalu mencegah siswa dan guru dari semua sekolah memasuki masjid untuk kegiatan keagamaan pada bulan Ramadan," tambah laporan itu seperti dilansir IB Times, Selasa (7/6/2016).
Penindasan terhadap muslim di Tiongkok, utamanya warga Uighur di Provinsi Xinjiang, semakin keras dilakukan Pemerintah Tiongkok setelah survei yang dilakukan Sekolah Tinggi Filsafat di Renmin University of China pada 2013—2015 menyebutkan, Islam memiliki jumlah pengikut terbesar dari kalangan warga Tiongkok di bawah usia 30 tahun, melebihi agama Buddha dan Katolik di negara tersebut. "Islam cenderung memiliki demografis yang lebih muda," ujar Wei Dedong, profesor studi Buddhis di Sekolah Tinggi Filsafat di Renmin University of China, yang berpartisipasi dalam survei itu, kepada Global Time, dikutip laman OnIslam.net. (Dream.co.id, Sabtu, 11 Juli 2015)
Berdasarkan Survei Agama Tiongkok tahun 2015, Islam memiliki jumlah pengikut tertinggi dari kalangan anak muda. Sebanyak 22,4% dari mereka berusia di bawah 30 tahun. Setelah Islam, Katolik mengikuti dengan 22%. Sementara itu, lebih dari setengah penduduk Tiongkok di atas 60 tahun memeluk agama Buddha dan Taoisme. Survei yang dirilis National Survei Research Center (NSRC) di Renmin University of China itu dilakukan terhadap 4.382 orang di 31 wilayah lokasi keagamaan yang dikumpulkan 2013 hingga 2015. Sebuah studi baru menemukan peningkatan 30% pemeluk Islam di Tiongkok. Pesatnya pertumbuhan pemeluk Islam di Tiongkok sesuai hasil survei perguruan tinggi itu, membuat pimpinan partai komunis yang berkuasa menilainya sebagai ancaman bagi masa depan partainya yang ateis. Tapi reaksinya melarang umat Islam berpuasa Ramadan, sangat keterlaluan! ***

0 komentar: