Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Fatalisme, Cuaca Ekstrem Dijadikan Kambing Hitam!

"CUACA ekstrem dijadikan kambing hitam, yang dituding sebagai penyebab nasib malang maupun kegagalan akibat ketaksiapan mengatasi masalah hidup kita!" ujar Umar. "Cuaca ekstrem disebut memicu turunnya ekspor Lampung 33,40% Desember 2011, atau anjloknya produk domestik regional bruto (PDRB) Lampung 8,74% pada triwulan IV 2011! Padahal, cuaca ekstrem yang dipicu pemanasan global itu hanya akibat dari perilaku manusia yang tak ramah lingkungan!" "Itu sifat buruk manusia yang acap mengarahkan telunjuk ke pihak lain untuk menutupi kesalahannya!" timpal Amir, "Melontarkan kesalahan ke cuaca ekstrem sebagai variabel di luar batas kemampuan manusia, mengesankan penderitaan nelayan yang tak bisa melaut merupakan siksaan dari 'sono'! Realitasnya, akibat ulah manusia juga! "...Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, melainkan merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri." (QS:30:[9])

"Kebiasaan buruk manusia yang acap berdalih penderitaan yang dialaminya sebagai azab hingga cuma bisa pasrah menerimanya, itulah yang dimaksud dengan fatalisme!" tukas Umar. "Jelas fatal sikap mengalihkan kesulitan hidup yang dialami akibat perbuatannya sendiri menjadi takdir dari Yang Mahakuasa! Bersumber dari sikap sejenislah ketika kita ikut-ikutan melontarkan penurunan ekspor dan PDRB sebagai kesalahan si kambing hitam cuaca ekstrem!" "Fatalisme yang membuat orang hanya pasrah dengan menganggap realitas hidup yang buruk sebagai kehendak-Nya, jelas menyesatkan!" timpal Amir. "Sebab, Dia sendiri menegaskan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tak berusaha mengubahnya!" "Penekanan kata 'berusaha' itu penting disimak, sehingga dengan cuaca ekstrem yang sudah menjadi 'agenda' di era pemanasan global dan salah musim, kita tidak lagi setiap kali cuma bisa menjadikannya kambing hitam!" tegas Umar. 

"Artinya, harus ada usaha seperti warga di negeri empat musim tetap bisa memproduksi sayuran segar di musim dingin bersalju! Jika di sana orang mengatasinya dengan green house, kita harus berusaha dengan cara lain yang lebih tepat!" "Contohnya nelayan, untuk mengatasi datangnya cuaca buruk serupa kapan saja, keluarganya bisa dimobilisasi untuk berbudi daya rumput laut yang gelombang besar meningkatkan kuantitas dan kualitas produksinya, ditunjang lagi keramba milik usaha bersama!" timpal Amir. "Tanpa fatalisme yang menyesatkan, Tuhan membuka pintu rezeki dari segala penjuru dan lewat segala cara!" ***

0 komentar: