Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Bersyukur Ditolong Tuhan

PAK Ogah yang sukarela mengatur lalu lintas di putaran balik arah didatangi seorang sopir. "Kembalikan uang ratusan ribu yang aku salah ngasih tadi!" ujar si sopir. "Aku disuruh nyonya besar beli sarapan, saat mau membayar uang ratusan ribu yang dia beri tak ada, tinggal ribuan yang seharusnya kuberikan padamu! Berarti ratusan ribunya kukasihkan kamu!" 

"Ntar kulihat dulu di sakuku!" jawab Ogah. "Tak mengaku terima uang ratusan ribu pula kamu!" entak sopir langsung merogoh saku celana Ogah. "Ini dia uangnya! Sok tak sadar kamu, ada orang salah ngasih uang!"

"Aku memang tak melihat uangnya!" jelas Ogah. "Karena setiap terima, uangnya kuremas dan langsung kumasukkan kantong!" "Orang seperti kamu tak bisa dipercaya!" tegas sopir. "Kalau tak kurogoh sendiri, pasti kau tak mengaku terima uang ratusan ribu!" "Dasar! Dia yang salah ngasih, orang yang dituduh tak jujur!" gerutu Ogah. "Orang yang hidup dari recehan seperti kita memang mudah jadi alamat prasangka buruk, dicap tak bisa dipercaya, tak jujur dan lainnya!" timpal teman Ogah mengatur lalu lintas saat makan siang di warteg. 

"Namun, bersyukurlah kita telah ditolong Tuhan, Dia selamatkan dari kemungkinan uang besar yang salah ngasih tadi hasil korupsi dari bos si sopir! Bisa jadi itu jalan Tuhan menjaga kebersihan darah daging tubuh kita dari unsur-unsur yang bisa menjadi kayu api neraka!" "Semoga begitu!" sambut Ogah. "Tapi aku kesal diremehkan, dituduh tak jujur!" "Itu ujian berat buat kamu untuk bersabar! Dan kamu lulus!" tegas teman. "Kalau sakuku yang dirogoh paksa tadi, bisa kutinju dia!" 

"Tak boleh begitu!" timpal Ogah. "Jangankan sampai berkelahi dengan sopir! Bersikap kasar saja bisa membuat pemakai jalan tak nyaman dengan kehadiran kita, bisa merugikan para pengatur lalu lintas partikelir umumnya! Karena, nantinya bisa dianggap mengganggu hingga harus dibersihkan dari jalanan!" "Memang, apa pun pekerjaan kita harus kita lakukan sebaik-baiknya dengan menjaganya dari segala bentuk pencemaran perilaku dan moral, sebagai rasa sayang dan hormat pada sumber penghidupan kita!" tegas teman. "Pencemaran terhadap kehormatan pekerjaan itu yang dilakukan koruptor sehingga jenisnya harus dibasmi dari muka bumi!" ***

0 komentar: