Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Dimakzulkan, Rouseff: "Ini Kudeta!"

"INI kudeta!" ujar Presiden Brasil Dilma Rouseff, setelah 55 dari 81 anggota Senat Brasil Kamis 12 Mei 20016 lewat voting menonaktifkan dirinya, menindaklanjuti pemakzulan dari DPR 17 April 2016 dengan voting 367 lawan 137 suara. Senat menetapkan Wakil Presiden Michel Temer sebagai presiden interim selama 6 bulan.

Rouseff menegaskan itu di depan ribuan pendukungnya yang menyambut ia keluar dari istana Palaciao Palnalto, seusai voting di Senat. Ia peluk ratusan aktivis sayap kiri yang menantinya di balik barikade berduri istana. Ribuan pendukung lainnya melambaikan tangan sambil bernyanyi seperti suporter sepak bola, "Ole, ole, ole, ola, Dilma!" 

Parlemen memakzulkan Rouseff dengan tuduhan memanipulasi anggaran. Dia juga dicurigai terlibat skandal megakorupsi di perusahaan minyak negara, Petrobras, sejak ia menjabat dewan direksi perusahaan tersebut (2003-2010). Ia jadi menteri pertambangan dan energi Brasil 1 Januari 2003 sampai 21 Juni 2005, saat ia diangkat sebagai Kepala Staf (kepresidenan) Brasil. Namun tudingan itu belum terbukti kebenarannya. (MI, 13/5/2016)

Penonaktifan Rouseff selama enam bulan itu dimaksudkan sebagai kesempatan baginya untuk membuktikan dirinya bersih. Di lain pihak, juga kesempatan bagi parlemen untuk membuktikan secara hukum kebenaran tuduhannya. Pembuktian kedua pihak itu dilakukan dalam sidang pemakzulan yang digelar Majelis Tinggi enam bulan ke depan. 

Dilma Vana Rouseff lahir 14 Desember 1947, jadi Presiden Brasil sejak 1 Januari 2011. Dia ekonom lulusan Federal University of Minas Gerais, dan Federal University of Rio Grande de Sul, mantan gerilyawan Marxis yang mengalami penyiksaan pada 1970-an, aktif berpolitik di Partai Buruh. Karakter kerasnya membuat ia tetao tabah saat meninggalkan istana, meski air matanya meleleh. 

"Saya menyerukan agar warga Brasil yang menentang kudeta, apa pun partai yang mereka dukung, melakukan mobilisasi, bersatu dengan damai," kata Rouseff. (Kompas.com, 1/5/2016) 

Rouseff memasukkan Wakil Presiden Michel Temer dalam kelompok yang menggulingkan pemerintah secara ilegal. "Wakil Presiden Michel Temer bersalah atas pengkhianatan kepadaku dan demokrasi," tukas Rouseff. 

Temer dari Partai Gerakan Demokratik Brasil (PMDB), Oktober 2015 mengkritisi dampak kebijakan pemerintah. Ekonomi Brasil memang merosot, dari pertumbuhan 7,5% pada 2010 jadi minus 1,49% pada 2015. Ini salah satu pendorong bola salju pemakzulan Rouseff. ***

0 komentar: