Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Percepatan Pembangunan Pringsewu!

"PWI—Persatuan Wartawan Indonesia—bersama Pemkab Pringsewu menyelenggarakan diskusi percepatan pembangunan Pringsewu!" ujar Umar. "Prof. Dr. Sugeng P. Harianto, Rektor Universitas Lampung (Unila), putra kelahiran Pringsewu dan sekolah sampai tamat SMA di daerah itu, mengingatkan pendidikan di Pringsewu sejak dulu relatif baik sehingga melahirkan banyak orang terkemuka selain dirinya! Ia sebut sejumlah nama termasuk Muhajir Utomo, mantan rektor Unila yang ia gantikan!" "Maksudnya mungkin dengan tradisi pendidikan yang relatif baik itu, percepatan pembangunan Kabupaten Pringsewu yang terbaik berporos pada akselerasi peningkatan sumber daya manusianya, terutama dalam kewirausahaan!" timpal Amir. 

"Tepatnya bukan memacu kemajuan Pringsewu lewat mendatangkan investor besar yang butuh tanah luas sehingga harus menggusur tanah rakyat yang membuat rakyat pemilik tanah jadi gelandangan, dan keturunannya cuma jadi kuli di perusahaan milik investor besar! Tapi, mendidik generasi muda Pringsewu tumbuh dan kembang sebagai one man enterprise—menjadi tuan atas usahanya sendiri!" "Untuk itu yang diperlukan selain pengembangan bakat dan motivasi memulai usaha sendiri sekecil apa pun, guna selanjutnya bisa didukung oleh modal ventura—dalam arti luas—seperti yang belakangan ini dikembangkan bank syariah bekerja sama dengan baitul mal wat tamwil (BMT) di masyarakat akar rumput!" tegas Umar. "Hal terbaik tentu kalau BMT itu merupakan tangan dari amil pengelola zakat masjid kampung kita sendiri sehingga yang mendapat manfaat dari pengembangan bakat dan motivasi anak-anak dari jemaah masjid itu sendiri!"

 "Jangan dikira kalau 'modal ventura' dari bank syariah, BMT, dan zakat itu kalau digerakkan secara intensif tidak lebih besar dari modal investor besar!" timpal Amir. "Untuk itu yang dibutuhkan tinggal tokoh penggeraknya, sebab perantinya sudah tersedia, mulai bank syariah sampai amil zakat di semua masjid!" "Tokoh sentralnya justru ada, sang Bupati Pringsewu yang kebetulan Pak Kiai!" tegas Umar. "Lembaganya jelas badan amil zakat kabupaten, yang sesuai UU tentang zakat yang baru menjadi jaringan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang mengelola dana zakat skala nasional!" "Terangkai dengan dana Baznas, yang dimiliki lebih dari sekadar modal ventura, tapi lumbung dana nasional yang bersih dan berkah!" timpal Amir. "Masalahnya, siapa yang duluan berinisiatif, dialah yang menang langkah!" ***

0 komentar: