Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Pejabat Pukul Pramugari!

"SERIUS di Google, cari apa?" tanya Umar. 

"Mengumpul berita kecelakaan pesawat akibat ponsel!" jawab Amir. "Soalnya ada pejabat, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi Bangka-Belitung ZUH, memukul pramugari Sriwijaya Air SJ078 Febriani dalam penerbangan Jakarta—Pangkalpinang, Rabu petang, karena diminta mematikan ponselnya saat pesawat lepas landas! Sambil memukul itu si pejabat berseru. 'Penumpang adalah raja!’" "Huahaha...! Pejabat yang angkuh itu tak tahu bahwa raja pun kalau naik pesawat ponselnya harus dimatikan!" sambut Umar. "Dapat berapa berita kecelakaan pesawat akibat ponsel?"

"Beberapa!" jawab Amir. "Pertama, Crossair nomor penerbangan LX498 baru take off dari Bandara Zurich, Swiss, seketika menukik jatuh! Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti ada gangguan sinyal ponsel pada sistem kemudi pesawat! Kedua, Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo mendarat darurat karena alarm di kokpit penerbang meraung terus! 

Ternyata ada ponsel dalam kopor di bagasi lupa dimatikan, mengganggu sistem navigasi!" "Semua itu akibat ponsel!" tukas Umar. "Sinyal elektronik yang bukan ponsel tak ada?" "Justru gangguan alat elektronik bukan ponsel itu yang kemudian mempermudah perujukan ke ponsel sebagai pengganggu navigasi pesawat!" jelas Amir. 

"Itu terjadi pada Boeing 747 Qantas yang tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru sedang final approach untuk landing di Bandara Heathrow, London. Penyebabnya, tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing!" (The Australian, 23-9-1998) "Berarti pejabat angkuh itu bisa kena hukuman berat, selain menganiaya juga membahayakan jiwa banyak penumpang!" timpal Umar. 

"Memang, atas pengaduan korban sang pejabat langsung ditahan polisi setempat!" jawab Amir. "Hukuman berat pantas diberikan pada pejabat angkuh berlebihan yang seenaknya main pukul perempuan yang sedang menjalankan tugas demi keselamatan penerbangan itu! Apalagi, si pejabat tak peduli pada keselamatan banyak penumpang! Hukuman berat itu sebagai pelajaran bagi pejabat agar tak terlalu angkuh, terlalu gampang menyiksa perempuan dan tak mengidupkan ponsel dalam pesawat!" ***

0 komentar: