Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Rakyat Jadi King Maker Jokowi!

RAKYAT, itulah king maker sebenarnya yang telah menjadikan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia 2014—2019. Memang, sebagai “lantaran” ada Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mengusung pencalonan pasangan Jokowi-JK. 

Namun, dengan kekuatan riil KIH hanya 37 persen pemilih, tanpa hadirnya rakyat di posisi king maker, pasangan Jokowi-JK tak akan memenangi Pilpres 2014 melawan Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung pasangan Prabowo-Hatta yang memiliki kekuatan riil 63 persen. Adu kekuatan riil KIH versus KMP itu terjadi di parlemen justru setelah Jokowi mengeliminasi people power “Salam 2 Jari” menjadi “Salam 3 Jari”—Persatuan Indonesia!

Terbukti, KIH keok! Pakem konstitusi UUD 1945 yang pada Pasal 1 Ayat (2) menetapkan “Kedaulatan berada di tangan rakyat” dan Pasal 22E menegaskan pemilihan umum dilakukan secara langsung oleh rakyat, memperkuat kehadiran rakyat sebagai king maker. 

Tapi, hal ini justru merupakan anomali dalam budaya dan sejarah Jawa. Dalam budaya nusantara yang relatif terpengaruh kultur Jawa, dalam dunia fiksi perwayangan dikenal Semar sebagai king maker, yang momong (mengasuh) Satrio Piningit untuk ditempa menjadi raja adil dan bijaksana. Demikian pula di ujung sejarah Majapahit, hadir Sabdopalon dan Noyogenggong, tokoh king maker yang momong Satrio Piningit untuk dijadikan Ratu Adil pada suatu zaman kelak setelah terjadi sebuah malapetaka, kerusuhan, dan ada penguasa lalim menindas rakyat! 

Lalu, king maker formal menurut aturan konstitusi adalah partai politik atau gabungan partai politik (sebagai satu-satunya entitas) yang diberi hak untuk mengajukan pasangan calon presiden/wakil presiden. Tapi terbukti, hanya koalisi gabungan parpol tak cukup buat memenangkan calon yang diusung, kecuali rakyat dengan kekuatan people power-nya tampil sebagai king maker. 

Kehadiran rakyat sebagai king maker itu tersulut wacana tentang Ratu Adil yang merebak di berbagai media sosial sebelum pilpres 2014—antara lain bisa disimak pada tulisan Wildan Sena Utama (Sinar Harapan.co, 3/1), dan Muhammad Subarkah. (ROL, 2/6) 

Keberuntungan Jokowi, dengan gaya hidup sederhana cerminan rakyat jelata itu ia diunggulkan lebih banyak rakyat sebagai Satrio Piningit. Sedang lawannya, bukan mustahil, digambarkan sebagai kelompok penguasa lalim, yang menjadi alasan kemunculan Ratu Adil! Begitulah kisah rakyat menjadi king maker! ***

0 komentar: