Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

RI Tawarkan Tiongkok Borong SUN!

PEMERINTAH RI melanjutkan kedekatan dengan Tiongkok dalam bidang ekonomi.Melalui Kementerian Keuangan, baru-baru ini pemerintah mengajukan penawaran ke Bank Sentral Tiongkok untuk membeli surat utang negara (SUN) yang diterbitkan Pemerintah RI. (Detik-Finance, 13/7) "Kami tawarkan ke Tiongkok SUN yang untuk bank sentralnya, bukan untuk swasta. Karena ada beberapa bank sentral yang membeli SUN kita," ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, akhir pekan lalu. 


Schneider Siahaan, direktur Strategis dan Portfolio Utang Ditjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJP2R), menjelaskan tawaran ini terkait dengan perluasan basis investor, seiring dengan kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat. Tercatat dalam APBNP 2015, total target penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp452,1 triliun. Dengan kurs Rp13.300 per dolar AS, itu setara 33,99 miliar dolar AS. "Kebutuhan pembiayaan semakin naik, apalagi program visi Presiden harus didukung untuk pembangunan infrastruktur yang membutuhkan dana cukup besar.

 Dalam kondisi itu, perluasan basis investor itu sangat krusial," kata Siahaan. Menangkis kekhawatiran para pengusaha atas besarnya utang luar negeri (ULN) Indonesia yang menurut data BI pada triwulan I 2015 mencapai 298,1 miliar dolar AS (utang Yunani saat sama 312,7 miliar euro), Presiden Jokowi menyatakan ULN Indonesia masih kecil karena baru 26% dari PDB. Menurut Presiden, utang kita digunakan produktif, membangun infrastruktur, sedang Yunani untuk konsumtif.

 Presiden betul, Yunani belakangan menggunakan ULN untuk membayar pokok dan bunga ULN yang jatuh tempo, sampai akhirnya gagal bayar untuk 7 Juli 2015. Namun, semula ULN Yunani juga untuk membangun infrastruktur dalam rangka sebagai tuan rumah Olimpiade 2004, hingga sekarang pun infrastruktur Yunani masih lebih baik dari Indonesia. Yunani mulai kewalahan membayar ULN 2008—2009 terimbas krisis ambruknya kredit perumahan AS.

 Pengusaha khawatir lonjakan ULN jika terjadi imbas krisis eksternal di luar jangkauan kita mengatasinya. Kalaupun utangan dari swasta Tiongkok lebih Rp500 triliun untuk infrastruktur dialihkan ke BUMN yang menangani proyeknya, tambahan SBN 33,99 miliar dolar AS SBN itu menggenapi ULN kita dari 298,1 miliar dolar menjadi 332 miliar dolar AS—secara kuantitatif lebih besar dari ULN Yunani. Maksud para pengusaha, agar pemerintah hati-hati menggali utang, sebab kalau terimbas guncangan eksternal yang duluan kecemplung—seperti di Yunani—para pengusahanya! ***

0 komentar: