Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Rontoknya Ritel Modern Lebih Parah di Amerika!

FENOMENA rontoknya bisnis ritel modern tergerus oleh laju bisnis daring (e-commerce) ternyata lebih parah di Amerika Serikat (AS). Jaringan Departemen Store Sears Holding, selama 2017, telah menutup 400 gerainya dan menjual 140 properti diestimasi laku 407 juta dolar AS atau setara Rp5,495 triliun (kurs Rp13.500/dolar AS) untuk membayar pensiun dini 100 ribu karyawannya.
USA Today, Minggu (12/11/2017), melaporkan pada kuartal III 2017, Sears diprediksi rugi sebesar 525 juta dolar AS hingga 595 juta dolar AS. Kerugian itu lebih rendah dibanding dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar 748 juta dolar AS. (Kompas.com, 11/11/2017 )
Langkah Sears disusul jaringan ritel mode JC Penney menutup 138 gerai dan menawarkan pensiun dini bagi 6.000 karyawannya. Itu merepresentasikan 14% dari 900 gerai Penney yang masih beroperasi.
Jaringan ritel mode Macy's juga menutup 68 gerai dari 700 gerai Macy's dan Bloomingdales miliknya.
Di AS, share bisnis daring terhadap penjualan ritel nasional telah mencapai 12%. Sejumlah perusahaan e-commerce AS berskala dunia, antara lain Amazon yang mengklaim situsnya mendapat 250 miliar kunjungan per bulan, disusul Ebay dan Walmart. E-commerce AS umumnya beroperasi di seluruh dunia dengan jaringan di ibu kota negara-negara penting.
Dengan sistem internet yang maju didukung masyarakat yang sudah terbiasa melakukan transaksi nontunai, kepesatan laju e-commerce bahkan membuat sejumlah perusahaan ritel mengajukan dokumen Chapter 11 atau dokumen kepailitan di AS. Jaringan ritel elektronik dan peralatan rumah tangga HH Gregg sudah mengajukan dokumen sejak Maret 2011, prosesnya hingga Mei 2017 HH Gregg telah menutup seluruh gerainya yang berjumlah 220 unit.
Peritel peralatan olahraga MC Sports juga mengajukan dokumen Chapter 11 pada Februari 2017. Seluruh gerai MC Sports yang berjumlah 68 gerai pun dijual dan dilikuidasi.
Peritel peralatan kegiatan luar ruangan Gander Mountain juga mengajukan dokumen Chapter 11 pada Maret 2017. Sebanyak 32 dari 162 gerai Gander Mountain yang tersebar di 11 negara bagian ditutup.
Di balik rontoknya bisnis ritel, kebangkitan e-commerce AS punya catatan tersendiri. Amazon dan Ebay bintang baru yang murni bangkit dari era digital. Adapun Walmart contoh antisipasi yang tepat paduan usaha luar jaringan dan dalam jaringan, berangkat dari gerai offline minimarket di pompa bensin seantero AS menjadi raksasa online dengan kapitalisasi saham bersaing dengan Amazon. ***

0 komentar: