Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Demokrat Berwujud Oligarki!

“APALAH arti sebuah nama, kata Shakespeare. Itu berlaku pada Partai Demokrat, yang meski bernama demokrat organisasinya berwujud oligarki!” ujar Umar. “Usai Kongres Luar Biasa di Bali, Sabtu (30-3), semua kelembagaan utama partai dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)—Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Kehormatan, Ketua Dewan Pembina, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat—DPP! Semua kekuasaan partai di satu tangan!” 

“Ketika semua kekuasaan di satu tangan begitu oligarkinya bahkan bisa disebut ekstrem!” tukas Amir. “Oligarki mulanya bentuk suatu pemerintahan yang ditentukan hanya oleh sedikit orang (elite berkuasa). Kata oligarki dalam bahasa Yunani berarti ‘sedikit’. Oligarki di Indonesia justru menonjol secara de facto dalam partai-partai politik, dengan tokoh utama (bisa ketua umum atau ketua dewan pembina) jadi penentu keputusan partai!”

“Jadi namanya bisa apa saja—demokrat, sosialis atau nasionalis—tapi bentuk yang mengaktual dalam kiprahnya oligarki!” timpal Umar. “Dan untuk itu, Partai Demokrat tak sendirian! Meski tak disebut dalam anggaran dasar dan rumah tangganya, sejumlah partai politik membentuk diri dan sekaligus mempraktikkan oligarki!” “Tapi oligarki Partai Demokrat cukup istimewa, karena di tangan SBY juga digenggam kekuasaan negara!” tegas Amir. 

“Bukan sembarang negara, tapi negara Republik Indonesia berpenduduk lebih 245 juta jiwa! Bayangkan kalau kekuasaan partai dipegang tangan kiri, lalu kekuasaan negara di tangan kanan, betapa perkasa SBY sebenarnya!” “Masalahnya, ketika dua tangan memegang dua hal yang berbeda begitu, orang sukar melakukan sesuatu terhadap kedua barang yang dipegangnya!” timpal Umar. 

“Itu yang dikeluhkan banyak warga bangsa, padahal dengan konsentrasi menangani satu hal saja pun, negara, harapan rakyat pada kepemimpinannya belum bisa diwujudkan seperti diharapkan! Apalagi kalau cuma dengan sebelah tangan!” 

“SBY sendiri menyadari itu, hingga ia berterus terang fokusnya di partai hanya sampai selesai pendaftaran caleg ke KPU! Setelah itu ada ketua harian di DPP dan Dewan Pembina partainya!” timpal Amir. “Tapi prinsip oligarki bukan pada siapa yang menangani sehari-hari, melainkan siapa yang punya grip—kekuasaan menentukan—atas partainya!” ***

0 komentar: