Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Menuju Pendidikan Universal!

"AKHIRNYA, Kementerian Pendidikan pun menyerah! Ujian nasional (UN) dihapus, untuk SD dan sederajat diganti dengan ujian sekolah (US) mulai tahun depan!" ujar Umar. "Sedang untuk SMP dan SMA pelaksanaannya ditangani pemerintah provinsi! Perubahan ini disosialisasikan menuju model pendidikan universal!" 

 "Pendidikan universal lazim dimaksudkan pendidikan global dengan ciri berorientasi masa depan—jadi bukan universal lawan kata individual!" timpal Amir.

"Cirinya; (1) fokus pada penemuan, pemupukan, dan aktualisasi bakat setiap peserta didik, (2) guru jadi motivator dan fasilitator bagi peserta didik mengembangkan bakat, (3) pembelajaran berbasis kehidupan nyata mengajarkan life skills, mengembangkan keseimbangan psikologis peserta didik pada kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial!" 

 "Sayling Wen dalam Future of Education dikutip Kuntjojo (2008), menegaskan pergeseran paradigma pendidikan dari orientasinya pada pengetahuan menjadi pengembangan segala potensi secara seimbang—ke arah pasar dan kebutuhan hidup masyarakat!" tukas Umar. 

 "Revolusi informasi dengan teknologinya mengubah sistem komunikasi dari broadcasting (satu sumber mendikte jutaan audiens) menjadi broadband (jutaan sumber melayani satu audiens) mendorong pergeseran dari keseragaman pembelajaran bersama yang sentralistik menjadi keberanekaragaman terdesentralisasi dan terindividualisasi!" 

"Pergeseran paradigma juga dari model penjenjangan terbatas, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, jadi pendidikan seumur hidup dengan pengakuan gelar jadi kemampuan nyata—profesionalisme!" timpal Amir.

 "Juga pencapaian target kurikulum bergeser pada kompetensi dan produksi! Keberhasilan pendidikan dinilai komprehensif dari konteks, input, proses, dan output-nya! Dengan begitu UN yang membatasi pada sejumlah mata pelajaran tak memadai dengan sistem pendidikan universal yang bersifat komprehensif!"

 "Pada awal peralihan sistem pendidikan di negeri kita mungkin perlu diberi tekanan khusus pembinaan karakter oleh guru seiring penggalian bakat, pemupukan dan pengembangannya secara aktif dan kreatif sampai jadi sebuah life skills!" tegas Umar. 

 "Sikap aktif-kreatif dengan ketekunan mengembangkan bakat itu menjadi dasar karakter yang penting hingga sabar dan giat kerja keras mencapai keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial! Kemampuan guru sebagai motivator dan fasilitator menjadi tumpuan mewujudkannya!" ***

0 komentar: