Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Epidemi Wabah Politik Uang!


"PRAKTIK politik uang dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 ditengarai justru semakin gila!" ujar Umar. "Itu dilihat dari berbagai sisi, temuan jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), catatan LSM Indonesia Corruption Watch (ICW), pantauan media massa, hingga pengakuan aktor politik sebagai pelakunya sendiri!" 

"Dengan temuan ICW aneka kecurangan, terutama politik uang, yang kian merebak di seantero Tanah Air sehingga jumlah kasusnya dalam Pileg 2014 meningkat dua kali lipat dari 2009, para pengamat tegas menyebutkan kecurangan di Pileg 2014 semakin brutal!" (Kompas, 22/4) timpal Amir. "Sedang para caleg dari 20 anggota DPRD Tulangbawang Barat yang gagal kembali duduk di Dewan, menyatakan pemilu kali ini gila! Mereka menghabiskan uang antara Rp800 juta sampai Rp1,5 miliar, kalah juga!" (Lampost.co, 22/4)

"Atas kecurangan berporos politik uang yang demikian luas dan masif dalam Pileg 2014, tak ayal politik uang telah menjadi wabah epidemik yang menelan banyak korban di seantero negeri!" tegas Umar. "Korban utamanya tentu para caleg gagal yang telah habis-habisan menabur uang, tapi malah harus dirawat gangguan jiwa! 

Tapi penderitaan panjang lebih telak dirasakan para pemilih, setidaknya lima tahun diabaikan perbaikan nasibnya oleh kaum politikus yang merasa telah membeli suara mereka seharga Rp20 ribu sampai Rp100 ribu per orang!" "Konsekuensi dari wabahnya yang terus meningkat pemilu ke pemilu seperti data ICW itu, kualitas demokrasinya juga terus menurun!" tukas Amir.

 "Karena para wakil rakyat yang terpilih lewat membeli suara pemilih itu, orientasinya bukan lagi pada kepentingan rakyat yang diwakilinya, melainkan pengembalian modal politik yang telah ia keluarkan, kemudian cari laba untuk mempertahankan kedudukannya ke depan! Demokrasi perwakilan pun tinggal formalitas atau pseudomatis—seolah-olah belaka! 

Secara esensial prinsip kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan tidak efektif lagi!" "Militansi idea politikus yang hampa pada kepentingan konstituen yang diwakilinya akibat bergeser pada kepentingan diri pribadinya, menyebabkan disiplin para politikus pada lembaganya (legislatif) juga rendah! 

Jadi suka bolos!" timpal Umar. "Dalam epidemi wabah politik uang secara idea dan operasional kinerja para politikus tidak optimal! Akhirnya rakyat yang jadi korban paling menderita, banyak semakin dalam terbenam di jurang kemiskinan!"

0 komentar: