Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Ulama Mesir Wajib Punya Lisensi!


"USAI memvonis hukuman mati lebih 500 orang ulama aktivis Ikhwanul Muslimin, pemerintah sementara Mesir bentukan rezim militer menerapkan sistem lisensi negara untuk ulama berkhotbah di masjid saat salat jumat!" ujar Umar. "Kamis (10/4) Pemerintah Mesir menyatakan telah memberikan lisensi kepada 17 ribu ulama, untuk mencegah pengaruh Ikhwanul Muslimin berkembang di masjid-masjid!" (Kompas.com, 11/4) 

"Kontrol ketat atas masjid-masjid di Mesir diterapkan sejak penggulingan Presiden Mesir hasil pemilu Muhammad Mursi oleh militer di bawah Jenderal Abdel Fatah al-Sisi, Juli 2013!" timpal Amir. "Sekitar 55 ribu ulama dilarang berkhotbah! Untuk mengisi penggantinya direkrut barisan ulama baru, setelah 'berlisensi' menjalani pelatihan ulang di Universitas Al Azhar di bawah pengelolaan Kementerian Wakaf dan Agama!"

"Kebijakan berdalih mencegah masjid dimanfaatkan partai dan sektarian itu berjalan sejak September 2013!" tukas Umar. "Pemerintah Mesir menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi terlarang dan menyebut gerakan pembaruan itu sebagai teroris!" 

 "Kezaliman terhadap sesama muslim tampaknya berlangsung semakin jauh dilakukan pemerintahan di bawah rezim militer Mesir! Tapi, reaksi dari pemerintah negara-negara berpenduduk mayoritas muslim terkesan sepi, termasuk dari Indonesia!" tegas Amir. 

"Alasan lumrahnya itu urusan dalam negeri Mesir. Atau lebih buruk lagi, negara-negara lain tutup mata karena Pemerintah Mesir telah melabeli Ikhwanul Muslimin sebagai teroris! Teroris, harus dibasmi semua negara!" "Para penguasa itu lupa justru rezim militer itu yang mengudeta Presiden Mursi dari Ikhwanul Muslimin hasil pemilihan umum sah di Mesir!" timpal Umar. 

"Tapi, malah pemerintahan hasil kudeta militer itu yang mereka dukung—bahkan dengan bantuan tunai belasan miliar dolar AS, seperti dari Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab!" "Gerakan organisasi masyarakat muslim dunia seperti demo protes ke kedutaan Mesir, tak terlihat di televisi!" tukas Amir. 

"Hanya demo rakyat Mesir sendiri setiap usai salat jumat yang muncul dalam berita televisi internasional, terutama Aljazeera! Sekali-sekali tayangan protes itu dikutip televisi berita Indonesia!" "Kasihan memang rakyat Mesir yang di akar rumputnya mayoritas pendukung Ikhwanul Muslimin!" timpal Umar. "Kini mereka menderita diintimidasi dan ditindas dengan tuduhan teroris!"

0 komentar: