Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Koalisi tanpa Bagi-Bagi Kursi!


"CALON presiden dari PDIP, Joko Widodo alias Jokowi, mengatakan kepada Forum Pemimpin Redaksi, Selasa (15/4), untuk melakukan koalisi tanpa bagi-bagi kursi agar bisa membentuk kabinet profesional yang terbaik untuk bangsa!" ujar Umar. "Untuk itu, jika tak ada partai lain yang mau koalisi, dan hanya NasDem yang telah komitmen tak minta kursi kabinet, PDIP akan hanya koalisi dengan NasDem pada Pilpres 2014!" (Kompas.com, 15/4) 

"Syaratnya, kata Jokowi, ia mendapatkan dukungan dari rakyat dan media!" timpal Amir. "Jika didukung rakyat dan media, ia tak takut berseberangan dengan partai politik lain. Kalau tidak, kita begini terus. Bagi-bagi kursi. Koalisi gemuk akhirnya membebani negara!"

"Menurut Jokowi, persoalan di Indonesia sungguh rumit," tukas Umar. "Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, jika penguasa masih dibelenggu politik transaksional, itu akan menghambat kesejahteraan rakyat!" "Transaksional menukar dukungan partai kepada koalisi dengan sejumlah kursi kabinet, menurut pengalaman memang bisa menghambat kesejahteraan rakyat karena orang partai di jabatan menteri itu bukan ahli di bidangnya!" tegas Amir. 

"Kalaupun ahli di bidangnya, pengabdian kepada negara tidak all out karena beban kepentingan partai dan elitenya harus dilayani! Pengalaman Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II membuktikan itu!" "Soal hambatan terhadap kerja kabinet tanpa bagi-bagi kursi, Jokowi becermin pada koalisi PDIP dan Gerindra saat mengusungnya dan Ahok di DKI, hanya 11% dan 6%!" timpal Umar. 

"Dia akui minoritas kursi di DPRD membuat APBD terlambat disahkan! APBD mundur, tapi program-program tetap berjalan!" "Tentu saja ada tantangan mengganti kebiasaan bagi-bagi kursi kekuasaan menjadi zaken kabinet atau kabinet profesional, diisi tokoh-tokoh yang telah teruji kemampuan di bidangnya!" tegas Amir. "Berkat dukungan rakyat dan media, tantangan itu bisa diatasi! 

Terutama saat para profesional di kabinet bekerja baik dan berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat, politikus yang menghambat program pemerintah akan dihukum rakyat, tak dipilih di pemilu, perolehannya turun!" "Lebih penting lagi arti langkah Jokowi dan PDIP memilih koalisi langsung dengan zaken kabinet itu dalam menghabisi politik transaksional dari puncak piramida kekuasaan!" sambut Umar. 

"Jika etika politik mengutamakan kepentingan rakyat itu efektif, bisa berkah seperti air, proses membersihkan politik transaksional dari atas mengalir ke bawah!"

0 komentar: